Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Posts Tagged ‘Sipayung’

Kumpul Keluarga Sipayung Sebelum Tulang & Atturang Pulang Ke Saribudolok

Posted by sevilla99 pada Februari 11, 2009

100_5425Makin lama makin terasa erat tali persaudaraan keluarga Sipayung di kota Sorong,setidaknya inilah yang dirasakan oleh Tulang dan Atturang saya pada malam sebelum mereka bertolak balik ke Jakarta dan selanjutnya ke Saribudolok.

Pada malam itu tanggal 4 Februari 2009 tanpa direncanakan sebelumnya langsung satu per satu lawei saya datang satu per satu ke rumah kami untuk berkumpul dan makan bersama walaupun hanya nasi bungkus namun yang terasa suasana keakraban yang tercipta di antara kami sehingga membuat Tulang dan Atturang menjadi terharu dan merasa aman anak mereka ditinggalkan di Sorong karena selain ada saya sebagai suaminya ada juga banyak abang-abang dan gawei-gaweinya yang bisa selalu melihat dan menjaga Indah di Tanah Papua ini.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , | 1 Comment »

Menjadi Ibu Rumah Tangga Yang Baik

Posted by sevilla99 pada September 4, 2008

Tidak pernah dalam pikiran saya sama sekali bahwa saya akan tiba di tanah Papua bahkan mempunyai suami berdarah Tionghoa pun ga pernah,saya malah bisa dikatakan anti dengan orang Tionghoa sebelumnya namun entah kenapa saya kini malah bersuamikan seorang Tionghoa+Toraja+Kisar?

Saya juga sebelumnya tidak membayangkan akan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga yang memakai daster saja di rumah dan tidak bekerja di kantor.

Sebelum saya menikah dan menjadi Ny.Michael Tomarere dahulu ketika di Medan saya bekerja di sebuah Counter Handphone yang cukup terkenal untuk ukuran Medan yaitu Cellular One,kemudian dari Cellular One saya berpindah ke Telkomsel dengan penempatan di kota Sibolga,terakhir saya kembali ke Medan dan bekerja di perusahaan Baja cabang dari Australia yang membuka di kota Medan yaitu Pt.Bluescope Lysaght Indonesia Cab.Medan.

Setelah menikah di Saribudolok tanggal 9 Februari 2008 maka saya pun berpindah ke asal suami saya yaitu Sorong di Papua Barat,sebuah perpindahan yang cukup jauh dari Indonesia Barat ke Indonesia Timur,Papua yang selama ini dikatakan masih hutan membuat saya cukup takut ditambah dengan penampilan fisik orang Papua yang hitam legam membuat saya agak kuatir namun Koko (begitu saya memanggil suami saya,Michael) mampu meyakin saya bahwa Sorong cukup nyaman untuk kami tinggali berdua.

Koko melarang saya untuk bekerja,ini sesuatu yang berat bagi saya karena selama ini saya selalu bekerja dan bukan wanita rumahan,saya sebelumnya tidak penah mengurus rumah secara langsung namun kini terjun bebas mengurus sebuah rumah yang besar dengan ditambah dengan seorang mertua,adik ipar dan kakak ipar plus suami yang manja banget,namun syukurlah atas berkat dari Tuhan Yesus maka sejauh ini saya makin terasah dan mampu mengurus rumah ini dan menjadi Ibu Rumah Tangga.

Apalagi kini Tuhan telah memberkati kami dengan mempercayai saya untukmengandung anak kami,saat ini kandungan saya telah berumur 5bulan,makin lama janin kami makin nakal saja,ia sangat manja dengan koko sebagai ayahnya,apabila koko sedang keluar entah itu ke bank atau kemana saja maka ia akan menendang-nendang di dalam perut saya seakan-akan kangen dan ingin menanyakan di mana ayahnya sedang pergi,namun begitu koko datang maka ia langsung tenang dan berhenti menendang-nendang di dalam perut,koko sangat bangga dengan janin kami ini dan selalu mengelus-ngelusnya agar ia diam dan tidak menendang-nendang dalam perut saya,dasar anak yang manja seperti bapaknya hehehe….

Kegiatan sehari-hari saya adalah belanja di pasar untuk makanan kami sekeluarga dan mengurus rumah dibantu dengan pembantu di rumah kami yang telah kami anggap sebagai adik kami sendiri,saya juga sebenarnya tidak pernah bermimpi akan memakai Daster yang sebelumnya saya pandang sebelah mata ketika masih di Medan,saya anggap ibu-ibu yang memakai daster adalah wanita yang tidak kreatif dan hanya di rumah saja mengurus suami dan anak-anak namun kini saya sendiri malah mengalaminya,namun saya sekarang cukup bangga dengan posisi saya sebagai Ibu Rumah Tangga dan Nyonya Michael.

Saya senang karena begitu tiba di Sorong koko langsung mengantar saya untuk bertemu dengan keluarga-keluarga Sipayung yang ada di Sorong karena setidaknya saya tidak sendiri di Sorong namun saya mempunyai abang,kakak,eda dan keponakan di sini walaupun sebenarnya baru kenal,koko juga membawa saya dan selalu menemani saya di dalam arisan marga Silalahi,arisan marga Toga Simamora dan arisan suku Simalungun di Sorong sehingga saya selalu dekat dengan orang-orang batak lainnya di kota Sorong,selain itu juga saya aktif di komisi wanita di gereja kami Gereja Kristen Kalam Kudus Sorong sehingga saya juga banyak mempunyai teman-teman baru sebagai teman-teman kaum ibu di gereja,ada Ibu Amien Gea yang merupakan ibu pendeta yang selalu mengayomi,ada ibu salu,ada ibu anna,ada tanta oba bahkan ada tante saya sendiri yang merupakan tante dari koko seperti tante yani,tante sin dan tante henny yang juga segereja dengan kami.

Semoga Tuhan selalu memberkati kota di mana saya tinggal sekarang dengan Koko dan calon anak kami ini yang rencananya akan lahir pada tanggal 22 Januari 2009 apabila Tuhan berkenan.

Diatei Tupa Jahowa

Posted in Saya dan Indah | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 8 Comments »