Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Posts Tagged ‘Rumah Sakit’

Ketika Cuaca Tidak Bersahabat & Musim Sakit Pun Tiba..

Posted by sevilla99 pada Agustus 6, 2009

3 Minggu yang lalu,selepas pulang dari mengantar barang ke rumah pelanggan di mana saya diterpa oleh hujan deras sepanjang jalan pulang ke rumah,sesampai di rumah langsung saya coba hangatkan badan dengan memakan sebungkus Indomie rebus namun daya tahan tubuh saya ternyata sudah drop pada saat itu karena pada malam harinya pada tenggorokan saya sudah terasa tidak nyaman banget yang mana bisa diartikan bahwa cepat atau lambat saya akan terkena pilek dan batuk.

Benar saja,selama 6 hari saya bergulat dengan flu dan batuk yang membuat badan jadi tidak fit dan jelas menghambat aktifitas,hingga hari ke enam flu dan batuk yg sedang saya idap tidak menular pada Vinz karena mmg Vinz mempunyai daya tahan tubuh yang patut diacungi jempol namun akhirnya pada hari minggu sepulang gereja daya tahan tubuh Vinz pun jebol dan ia pun ikutan flu dan mulai batuk seperti saya.

Posisi tersebut saya benar-benar jadi target tembak yang bagus karena sayalah biang keladi dari tertularnya Vinz batuk dan flu dari saya,semua marah pada saya mulai dari mama Vinz,Kong Vinz maupun kedua Oppung Vinz di kampung mempunyai sasaran tembak yang sama yaitu saya.

Pada saat itu cuaca kota Sorong sudah amat sangat jelek,di mana angin kencang bertiup,badai angin yang tiba-tiba membuat suhu badan juga menjadi tidak menentu panas dingin dan juga mulai menyebarkan penyakit kepada hampir seluruh penduduk kota Sorong.

Sakit dan sakit…kata itu paling umum didengar di sini,tempat praktek dokter hampir semua penuh secara merata demikian juga dengan apotek-apotek yang ramai melayani penjualan obat bebas flu dan malaria serta terakhir ditambah dengan oralit dan obat diare karena wabah Muntaber pun mengikuti.

Semua rumah sakit di Sorong tidak ada lagi yang kosong bahkan UGD dari RSUD Kab.Sorong dan RSUD Kota Sorong ramai dipenuhi oleh kebanyakan anak-anak yang sakit flu,pilek,malaria dan muntaber.Juga beberapa rumah sakit swasta ketiban rejeki dari penuhnya pasien rawat inap RSUD seperti Rumah Sakit Pertamina,Rumah Sakit Angkatan Laut,Rumah Sakit Mutiara,Rumah Sakit Herlina,Rumah Sakit Kartini dan juga beberapa klinik dan puskesmas lainnya yang ramai oleh anak-anak yang sakit.

Banyak yang mengatakan bahwa musim sakit ini karena Sorong sedang mengalami Pancaroba,saya sendiri pun tidak terlalu memahami apa sih yg dimaksud dengan Pancaroba itu?yang jelas cuaca kota Sorong benar-benar terburuk dalam 20tahun belakangan ini di mana hujan dan panas silih berganti membuat sakit secara merata semua penduduk kota Sorong.

Kapan kah ini akan berakhir?Tuhan tolonglah selamatkan kami penduduk Kota Sorong dan jauhkan dari sakit penyakit agar kami semua selalu sehat.

Iklan

Posted in Sorong | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Kerja Amatiran Perawat Rumah Sakit Umum Daerah “Sele Be Solu” Kota Sorong

Posted by sevilla99 pada Januari 26, 2009

sele-be-soluKami sebenarnya tidak ada terpikir untuk melaukan proses persalinan putra kami di Rumah Sakit Umum Daerah “Sele Be Solu” sebelumnya namun karena Dokter Kandungan langganan kami yaitu dr.Edwell Sembiring SPOG berdinas di sana maka kami pun memutuskan untuk melakukan persalinan di sana.

Awalnya semua berjalan hampir sempurna karena atas bantuan dr.Edwell Sembiring SPOG itulah sehingga bayi kami Vincenzo bisa lahir dengan baik dan ibunya pun sehat.

Kami pun menginap 2 malam di ruang Kelas I di Rumah Sakit Pelat Merah milik Pemerintah Kota Sorong itu.

Tiap pagi dan sore selalu ada perawat yang datang ke kamar kami lalu berkata : “ayo mandi pagi ade…” maka kami pun menyambutnya dengan baik dan segera menyiapkan perlengkapan mandi milik Vinz seperti kain bedong,baju,celana,sabun,shampo dan sebagainya…dan kemudian sekitar 20menit Vinz diantar balik oleh perawat rumah sakit tsb dengan keadaan yang sungguh bersih krn sudah mandi dan wangi….itu terjadi sebanyak 4-5 kali selama kami di Rumah Sakit Sele Be Solu itu..

Namun sayangnya dibalik semua yang wangi dan bersih itu ada sesuatu yang mengancam jiwa anak kami…yaitu Kain Perban pembungkus pusarnya yang masih luka itu tidak pernah diganti oleh Perawat-perawat di Rumah Sakit Sele Be Solu itu…

Jelas saja sepulang kami ke rumah pada hari rabu tanggal 21 Januari pada pagi harinya maka pada malamnya Vinz terus rewel menangis meraung-raung dan menjerit…kami semua bingung pada keadaan ini dan suhu badannya memanas namun kami tidak curiga sama sekali pada kain perban yang menutupi pusarnya itu bahwa itu kain perban yang sudah lama,kotor,berbau dan bernanah…

Pagi harinya langsung Saya,Indah,Atturang dan Vinz segera pergi ke tempat praktek dokter spesialis anak bernama dokter Adrina,kemudian dokter Adrina menyarankan untuk opname di rumah sakit terdekat di rumah kami,kami memilih Rumah Sakit Mutiara yang hanya 300meter dari rumah kami.

Setiba di Rumah Sakit Mutiara,Vinz yang dalam keadaan suhu badan panas tinggi,infeksi dan badannya menguning langsung ditangani oleh pemilik Rumah Sakit Mutiara tsb yang juga merupakan teman bapak saya yaitu dr.Pahimah.

Atas penanganan yang cepat langsung bayi berumur 3hari itu diinfus,saat akan diinfus Indah sudah menangis duluan di luar karena tidak tega melihat Vinz diinfus oleh dokter,akhirnya saya yang terus menemani Vinz yang lagi dipasangi infus oleh dokter.

Setelah terpasang dan kami berpindah ke kamar,berangsur-angsur Vinz pun mulai menurun panas tubuhnya dan juga bisa tersenyum kembali…

Saya coba hub dr.Edwell Sembiring SPOG mempertanyakan kinerja perawat-perawatnya namun jawaban yang saya terima dari dr.Edwell Sembiring SPOG adalah bahwa semuanya telah sesuai Protap yang berlaku di RS.Sele Be Solu…Jadi Protap seperti ini ya yang dilakukan oleh rumah sakit plat merah itu yaitu perban busuk pun ga diganti-ganti….

Penilaian saya yang sebelumnya point 9 untuk Rumah Sakit Sele Be Solu kini angka 1 pun gak akan saya berikan..kecuali angka NOL BESAR untuk rumah sakit ini….payah kalian kerja!!!

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , , , | 3 Comments »

19 Januari 2009 Vincenzo Girsano Wong Tomarere Kami Lahir

Posted by sevilla99 pada Januari 25, 2009

Tanggal 19 Januari 2009 hingga tanggal 25 Januari 2009 adalah hari yang sibuk bagi kami sekeluarga karena pada hari-hari tersebut adalah hari kelahiran dan awal hadirnya anak kami di dalam keluarga besar kami.

240120090063Pada tanggal 19 Januari 2009 pagi kami bangun pada pagi hari itu seperti biasa..saya,Indah,Tulang dan Atturang memilih jalan pagi ke Pasar Sentral untuk membeli ayam kampung jantan dan ikan untuk nantinya kami masak sepulang kami dari pasar dan juga sekalian agar Indah bisa jalan pagi..maklum saya malas antar dia bangun pagi sih.

Setiba di Pasar maka Atturang dan Tulang sibuk memilih ayam kampung jantan yang rupanya kemudian saya baru tahu akan dimasak untuk membuat hidangan khas Simalungun yaitu Dayok Binatur.

Sepulang dari pasar,saya minta ijin pada Indah untuk ke Kantor Pos untuk mengecek 2 kiriman yaitu yang berasal dari Lawei Rosenman Saragih Manihuruk dari Jambi dan Bang Marim Purba yang mungkin akan kirimkan buku yang ia telah janjikan pada saya sebelumnya.Dan ternyata mmg ada,dengan hati yang gembira saya pulang dari Kantor Pos dan menuju ke rumah Tulang Sumbayak untuk mengantarkan Majalah Sauhur yang mmg sudah saya janjikan kepadanya.

Lagi asyik ngobrol dengan Tulang Sumbayak lalu hp saya berdering tp sayangnya hp saya ketika itu Nokia 5700 payah banget krn harus di “ketok-ketok” atau bahkan dibanting dulu baru keypadnya aktif..payah banget nih HP..akhirnya 1 panggilan terlewatkan yang kemudian saya tahu adalah telp dari Indah…kemudian berbunyi lagi HP saya dan kali ini berhasil saya mengangkap telpnya krn keypadnya berhasil saya atasi.Dari ujung telp terdengar suara tangisan Indah yang mengabarkan bahwa Air Ketubannya sudah pecah sehingga saya harus segera pulang karena yang lain sudah siap-siap mengantarnya ke Rumah Sakit.

Sesegera mungkin langsung saya pamit pulang dari rumah Tulang Sumbayak dan meluncur ke arah rumah yang berkisar 1 KM, dan begitu tiba di rumah mmg ternyata air ketuban Indah telah pecah dan yang kini ia rasakan adalah pinggang belakang yang terasa panas minta ampun sedangkan tulang dan atturang saya lagi sibuk menyelesaikan pembuatan Dayok Binatur mereka secepat mungkin agar bisa diserahkan pada Indah sebelum kami ke Rumah Sakit.

Begitu selesai pembuatan Dayok Binatur dan diserahkan kepada Indah dan Saya oleh Tulang dan Atturang maka langsung kami meluncur ke Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu yang terletak di KM.12..Mengapa kami memilih Rumah Sakit ini?sedangkan 200 M dari rumah kami terdapat Rumah Sakit Mutiara atau pada jarang 30 M terdapat bidan Saragih/br.Harahap..karena pada Rumah Sakit Sele Be Solu-lah dr.Edwell Sembiring,SP.OG berdinas karena memang kami menginginkan agar proses kelahiran anak kami dibantu olehnya makanya kami pun segera meluncur ke Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu.

Sesampai di RS Sele Be Solu sempat kami marah pada 2 orang perawat yang terkesan melongo ketika kami dengan agak sedikit menjerit meminta tolong berikan kami Kursi Roda agar Indah bisa duduk di atasnya dan diantarkan ke Kamar Bersalin,beberapa menit kemudian tibalah Indah di kamar bersalin yaitu pada sekitar jam 11 siang.

Hasil pemeriksaan oleh Bidan ternyata Indah masih pada posisi bukaan 3 sehingga masih menunggu 7 bukaan lagi sedangkan Indah sudah terus berteriak menjerit akibat kesakitan yang amat sangat karena janin kami terus merangsek ke arah depan agar bisa keluar nantinya.

Pada saat itu mulai banyak yang berdatangan mulai dari Wil dan Shelly,Besan Joshua Sipayung dan Besan Monika Sipayung,Ibu Esther,Ibu Amien Gea,Pdt.Amienuddin Gea,Ibu Suwarni dan masih banyak lagi…semua seakan-akan dengan sabar menunggu kelahiran jagoan kami.

Akhirnya menjelang pukul 6.00 Petang,Dr.Edwell Sembiring datang ke ruang bersalin dan mengecek ternyata Indah sudah pada posisi bukan 10 yang mana artinya sudah saatnya untuk mengejan agar jagoan kami bisa keluar…terus mencoba dan mencoba hingga pada pukul 6.45 belum menghasilkan hasil.Bahkan sempat Atturang berpikir agar melakukan proses Kelahiran Caesar saja namun ditentang keras oleh Indah yang memang sejak awal kehamilannya sangat ingin melahirkan secara Normal.

Pada pukul 6.45 Petang tiba-tiba merangsek masuk Ibu Vonny ke dalam ruangan bersalin sambil membawa sebotol Aqua ukuran 600ml dan langsung ia cucikan pada wajah Indah,lalu usap-usapkan pada perut Indah serta percikkan ke arah pintu keluar jagoan kami..tidak lama kemudian terjadi kontraksi hebat yang membuat Indah langsung mengejan kembali sekuat tenaga dan tak lama kemudian pada pukul 7.00 Malam tepat keluarlah jagoan kami Vincenzo yang juga disaksikan oleh Saya,Ibu Amien Gea,Besan Joshua,Ibu Suwarni,Ibu Vonny dan Atturang serta Dokter Edwell dibantuĀ  bidan.

Saya seakan terpaku dan menganga melihat manusia yang keluar dari dalam perut Indah…begitu putih bersih dan langsung menangis…tidak lama setelah melahirkan langsung Indah pingsan krn kecapekan..saya dan atturang sangat kuatir jangan sampai kenapa-kenapa terjadi pada Indah sehingga kami berdua langsung menampar-nampar pipi dan semua wajah Indah hingga ia sadar..saya pun langsung memburu bidan untuk melihat anak kami.

Vincenzo Girsano Wong Tomarere,itu nama Final yang kami berikan padanya…ia sangat besar yaitu 3,5kg dengan panjang 50Cm padahal ibunya hanya setinggi 157 cm..seorang bayi raksasa…

Kami pun kemudian berpindah ke kamar VIP dan saya ditemani Opan yang datang berkunjung ke kami segera pulang ke rumah untuk menguburkan ari-ari Vinz di rumah kampung baru…

Kami di Rumah SakitĀ  Sele Be Solu selama 2hari dan pulang pada hari rabu pagi…namun sesuatu terjadi pada kamis pagi dan kami sangat menyayangkan ketidak profesionalnya oknum Bidan/Perawat di Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu itu (Bersambung…………)

Posted in Saya dan Indah | Dengan kaitkata: , , , | 3 Comments »