Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Posts Tagged ‘mansen purba’

Mengenang Tulang Mansen Purba,Budayawan Simalungun

Posted by sevilla99 pada Juli 3, 2009

Tadi malam setelah menyaksikan debat Calon Presiden putaran terakhir,saya lalu menuju laptop saya dan mengecek perkembangan yang terjadi di sekitar Facebook saya yang memang rata-ratai berisi tukar pendapat debat capres yang td umumnya disaksikan oleh hampir semua rakyat Indonesia melalui layar RCTI.

Lagi asyik mengisi komen di wallpost milik Tulang Sarmedi Purba maka saya pun dikejutkan dengan berita wafatnya abang kandung Tulang Sarmedi yaitu Tulang Mansen Purba

Saya memang belum pernah bertemu muka dengannya dan bahkan bicara via telp pun belum pernah,kami hanya berkomunikasi via email itupun kadang email saya dijawab setelah waktu yg lama..hehehe..maklum almarhum Tulang ini punya jadwal yang lumayan padat.

Walaupun hanya beberapa kali kontak via email namun Tulang Mansen bagi saya adalah seorang yang ramah dan patut untuk saya hormati,beliau dengan mudahnya mengirimkan saya buku Rondahaim,Sebuah Kisah Kepahlawanan Menentang Penjajahan di Simalungun yang beliau susun sekitar 25thn yang lalu,jangan salah mengira karena buku ini sudah tidak dicetak lagi oleh penerbitnya dan benar-benar merupakan buku langka yang menurut pengakuan beliau pun hanya sisa 2 buku aja yaitu 1 buku ia kirimkan pada saya dan 1 buat koleksi pribadinya…sungguh sangat mempesonakan bagi saya karena buku yang tentu bernilai tinggi ini jika dijual kepada para peneliti asing malah ia berikan sebagai hadiah kepada saya yang baru mulai mempelajari ttg Simalungun.

Rasa haus saya akan keinginan tahuan yang lebih tentang Simalungun membuat saya kembali tanpa malu menghubungi beliau via email kembali dan menanyakan ttg Buku Tarombo Silsilah Marga Saragih Garingging dan beliau dengan mudahnya mengirimkan buku cetakan aslinya yang masih terlihat diketik menggunakan mesin Tik dan dicopy di percetakan,sebuah buku yang dicetak pada tahun 1983,bukannya sombong karena bahkan banyak orang bermarga Saragih Garingging pun belum tentu mempunyai buku yang disusun oleh Tuan Taralamsyah Garingging tsb.

Mengapa saya menggunakan tutur Tulang pada beliau?awalnya saya menggunakan tutur “Bapa Tua/Godang” mengingat saya dimargakan ke Girsang yang hingga sekarang belum mencabut diri mereka dari Harungguan Purba Simalungun secara resmi jadi masih marsanina dengan Purba Sigumonrong,namun kemudian oleh Tulang Mansen ia koreksi karena ibunda Tulang Mansen adalah merupakan amboru dari atturang saya yang sama-sama boru Saragih Garingging bahkan masih dalam 1 pohon tarombo yang sejajar.

Berkut petikan email pertama beliau kepada saya :

Horas ma bamu, ham Michael Fransisco Girsang.

Saya menyambut gembira emailnya. Sayangnya agak terlambat saya membacanya karena sudah beberapa minggu tidak netting. Mohon maklum.

Sebagai orang yang sedang ‘menjadi’ Simalungun (yang oleh Eben disebut ‘marsimalungun‘), anda telah menggunakan panggilan (‘tutur’) Bapa Tua kepada saya. Saya menghargainya. Namun masih perlu diperjelas jalinan kekerabatannya (tutur padiha-dihaon) yang menjadi dasar panggilan Bapa Tua tadi. Sudah bisa anda jelaskan? (Sudah sejauh itukah ‘perjalanan’nya marsimalungun?).

Anda telah menerangkan bahwa Tulang anda adalah Sipayung yang beristerikan Saragih Garingging. Sementara Ibu kandung saya adalah Saragih Garingging. Bukankah lebih baik jika anda menggunakan panggilan (tutur) Tulang kepada saya? He he … Selamatmarsimalungun (=’proses menjadi Simalungun).

Buku ‘Rondahaim’ yang saya (=’Bina Budaya Simalungun’) terbitkan memang sudah langka. Mungkin masih ada beberapa eksemplar tersimpan di rumah kita di Jl Karya 155 Medan 20117, nanti kucari. Kalau butuh, kirim alamat posnya biar saya kirim.

Sekian dulu untuk email perkenalan ini.

Diatei tupa.

Mansen Purba

Kepergian beliau salah satu Budayawan Simalungun yang saya kenal dan rendah hati merupakan kehilangan besar bagi saya yang sedang belajar ttg Simalungun namun riwayat hidup seseorang sudah diatur oleh Tuhan,Tuhan pun yang berkehendak untuk memanggil pulang Tulang Mansen Purba kepangkuan-Nya dan kita hanya bisa mempasrahkannya kepada Tuhan.

Semoga kepergian beliau dan menumbuhkan budayawan-budayawan Simalungun berikutnya yang bisa memberikan masukan pada perkembangan Simalungun sebagai etnis yang budaya dan adatnya makin terjepit oleh tekanan 3 suku besar di sekitarnya namun tanpa perlu banyak bicara….

Selamat Jalan Tulang Mansen, saya sangat berterima kasih atas perhatian yang telah Tulang berikan kepada saya selama ini walaupun kita belum bertemu muka maupun komunikasi via Telp..


Iklan

Posted in Simalungun | Dengan kaitkata: , , , | 9 Comments »