Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Posts Tagged ‘Makassar’

Antara Jusuf Kalla Dengan Bapak Saya

Posted by sevilla99 pada Juni 19, 2009

Jauh sebelum Jusuf Kalla mengemuka dalam perpolitikan Indonesia,yah jauh sebelum ia menjadi menteri,menko,wakil presiden bahkan sekarang sedang bersaing maju untuk kursi Presiden Republik Indonesia,bapak saya sudah mengenalnya duluan…yaitu sebagai bos di bengkelnya.

Bapak saya adalah seorang campuran Tionghoa Canton – Toraja miskin yang tinggal di dalam gang sempit di Makassar dan tidak punya masa depan yang jelas saat itu terbantu ketika ia diterima di bengkel milik Haji Kalla (orang tua Jusuf Kalla).

Dari bengkel Haji Kalla itulah bapak saya mulai mempelajari sedikit demi sedikit tentang dunia otomotif yang kemudian akan menjadi bekalnya dalam perantauannya di Tanah Papua nantinya pada tahun 1979.

Setelah bekerja hampir 2tahun dan bahkan menjadi tangan kanan dari kepala bengkel maka gairah petualang bapak saya pun mulai tampil,godaan gaji besar dan berbagai bonus dari bengkel saingan Haji Kalla pun semakin menggoda membuat bapak saya akhirnya memilih resign dari Bengkel Haji Kalla demi mengejar gaji dan bonus yang lebih besar itu.

Namun apa yang terjadi?cuma mimpi yang bapak saya terima karena tidak ada pelayanan yang lebih bagus ketimbang di bengkel Haji Kalla dan jam kerja pun lebih padat di bengkel yang baru,hal ini membuat bapak saya menyesali tindakannya dan ingin kembali ke bengkel Haji Kalla.

Saat itu tongkat kepemimpinan bengkel Haji Kalla sudah beralih dari Haji Kalla ke tangan anak sulungnya Jusuf Kalla yang saat itu masih muda dan cukup tegas serta ambisius untuk membesarkan bengkel warisan milik sang ayah tersebut.

Bapak saya pun segera resign dari bengkelnya yang baru saja ia masuki untuk kembali melamar ke bengkel milik Jusuf Kalla tersebut,ia pun naik ke lantai dua untuk langsung bertemu dengan Jusuf Kalla sang pemilik bengkel.

“Anda,saudara Octo dulu telah keluar dari sini dan sekarang ingin kembali untuk bekerja di sini?” tanya Jusuf Kalla.

“Iya bos,anak ini tangan kanan saya bos..kerjanya juga bagus” demikian jawaban kepala bengkel yang ikut menemani bapak saya saat itu..

“Saudara Octo,ada peraturan di bengkel ini di mana karyawan yang telah keluar tidak boleh masuk kembali ke sini walaupun ┬áia tidak pernah melakukan tindakan yang salah,selama ia telah keluar dari sini maka ia tidak akan bisa kembali bekerja di sini.” Kata Jusuf Kalla dengan tegas dan lugas.

“Tolonglah bos,ia keluar bukan karena ada masalah dengan bengkel ini,ia keluar hanya untuk mencoba peruntungan di bengkel lain,sekarang ia telah sadar dan ia ingin kembali ke sini,saya suka ia membantu saya..” Sang kepala bengkel mencoba membela bapak saya.

“Jawaban saya sudah final,saudara Octo keluar dari sini dan tidak bisa kembali lagi untuk bekerja di sini.” kata Jusuf Kalla tegas.

Bapak saya tertunduk lemas dan melangkah keluar dari ruangan kerja Jusuf Kalla.Beberapa bulan kemudian maka ia pun merantau ke Sorong Papua dan menetap di Sorong hingga saat ini sudah mencapai 30tahun pada tahun ini.

Jika bapak saya merenung kembali,andai ia diterima kerja kembali maka masa depannya tidak akan lebih baik dari saat ini yang mana ia pasti masih tinggal di gang sempit di tengah padatnya kota Makassar dan tetap menjadi orang gajian di bengkelnya Jusuf Kalla itu.

Jusuf Kalla seorang yang tegas,lugas serta dengan mottonya “Lebih Cepat Lebih Baik” memang sudah terbukti bagi bapak saya…Semoga beliau bisa terpilih menjadi Presiden Indonesia yang berikutnya periode 2009-2014.

Iklan

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Koq Gak Pede Dan Gak Bangga Sebagai Orang Toraja?

Posted by sevilla99 pada Februari 12, 2009

klv001031771Toraja adalah salah satu suku bangsa tua di Indonesia,jika merunut sejarah kebelakang maka terlihat bahwa suku bangsa Toraja termasuk suku bangsa yang duluan masuk Indonesia dari Dataran Tinggi Yunan lalu merangsek ke dalam hingga menetap di pegunungan di Sulawesi dan kemudian membentuk suku yang bernama Toraja.

Sering kali saya menemukan beberapa orang Toraja yang tidak Percaya Diri ataupun tidak bangga dengan ke-Toraja-an yang mereka miliki.

Pernah saya baca pada email milik Indah,seorang gadis Toraja bermarga Payung,lalu Indah coba japri dan menanyakan apakah Anda adalah Boru Sipayung?lalu jawabnya = gak saya orang Sulawesi,lalu Indah bertanya balik = Sulawesi mana? Dia masih belum mau mengatakan bahwa dia orang Toraja hingga akhirnya Indah mengatakan bahwa suaminya (saya) orang Tionghoa-Toraja dengan marga Tomarere nah itu dia baru mau ngaku bahwa ia adalah orang Toraja juga,saya lalu berpikir…koq dia berkelit banget ya?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , , | 25 Comments »