Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Posts Tagged ‘Ikan’

Seberapa Tahukah Anda?

Posted by sevilla99 pada Maret 10, 2009

Pizza adalah bahasa Itali untuk “pie” (kue). Pada bagian bawah pizza dibuat dari adonan ragi yang dipanggang menjadi lingkaran seperti roti. Di Itali, orang sudah membuat pizza sejak tahun 1400-an, tapi belum diberi tomat dan keju sampai tahun 1889. Pada tahun 1889, seorang pembuat roti bernama Raffaele Esposito membuat pizza untuk Ratu Itali. Ia memutuskan untuk menggunakan bahan-bahan dengan warna seperti bendera negaranya, Itali. Jadi Raffaele menambahkan tomat merah, keju putih, dan paprika hijau. Itulah ceritanya kenapa hingga sekarang pizza menyerupai bendera negara Itali.

************ ********* ********* ********* ********* **

Sebelum kedatangan dan penaklukan bangsa Spanyol di Amerika Selatan, orang Indian Inca tidak mengenal besi, perunggu atau logam lain. Itu sebabnya mereka memiliki emas dalam jumlah yang sangat besar. Mereka tidak hanya menggunakannya sebagai perhiasan, tetapi juga untuk benda keperluan sehari-hari seperti paku, peralatan makan dan memasak, sisir, dan pencabut alis. Jadi dapat dibayangkan bagaimana ‘gila’nya orang Spanyol ketika melihat orang Indian setiap hari bersisir menggunakan sisir emas.

************ ********* ********* ********* ********* **

Sheik Shakhbut, bekas pemimpin Abu Dhabi, adalah salah satu dari beberapa pemimpin Arab yang mendapat rejeki nomplok saat ditemukannya sumber minyak di jazirah Arab. Namun penduduk Abu Dhabi selalu merasa heran, karena walaupun minyak telah disedot sedemikian banyaknya, uang yang dihasilkan dari penjualan minyak bumi itu tidak kelihatan ‘jejaknya’. Maka terjadilah perebutan kekuasaan, dan Sheik Shakhbut dapat digulingkan dari kekuasaannya. Selanjutnya, sebuah komisi dibentuk untuk mencari kemana perginya uang hasil minyak Abu Dhabi. Dari istana kerajaan terbongkarlah sebagian misteri ke mana ‘perginya’ uang-uang itu. Selama pemerintahannya Sheik Shakhbut telah menyembunyikan uang-uang hasil penjualan minyak itu di seluruh bagian istananya, mulai dari di bawah kasur, lemari, karpet dan tempat-tempat lain. Sulit untuk dihitung berapa banyak yang disembunyikan Sheik Shakhbut, namun sebagai gambaran saja, terdapat kira-kira uang kertas senilai 2 Juta Dollar yang telah rusak dimakan tikus…

************ ********* ********* ********* ********* **

Di abad ke 17, di Eropa dikenal tindak kejahatan penculikan anak-anak yang dilanjutkan dengan membentuk mereka menjadi makhluk aneh. Tindak kejahatan ini disebut “Comprachicos” , dimana anak-anak tadi dihambat pertumbuhannya dengan dipasangi topeng besi permanen atau dibentuk dengan sengaja untuk selanjutnya dijual kepada para bangsawan, sebagai mahluk langka. “The Man in the Iron Mask” karya Alexander Dumas adalah gambaran tentang Comprachicos di masa itu dimana seorang anak diculik dan kemudian dipasangi topeng besi. Contoh lain pada “The Man Who Laughs” karya Victor Hugo, menceritakan tentang seorang anak yang selalu tersenyum karena wajahnya dibentuk demikian akibat Comprachicos.

************ ********* ********* ********* ********* **

Baca entri selengkapnya »

Posted in Selingan | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Memancing Ikan Di Pelabuhan Tangki 14

Posted by sevilla99 pada Juli 19, 2008

Memory saya kembali ke tahun 1995-96,ketika itu saya masih duduk di kelas 1 SMU YPPK Agustinus Sorong..Berawal dari hanya mengikuti si Erwin Wijaya yang senang mancing di tepi dermaga Pelabuhan Tangki 14 membuat saya jd seperti keayikkan dan setiap hari dihabiskan di sana..

Pelabuhan Tangki 14 sebenarnya bukan nama resminya karena nama aslinya adalah Pelabuhan Rakyat di mana kapal2 nelayan/rakyat kecil menambatkan kapal-kapal kayu mereka setelah melalui perjalanan yang cukup jauh dari kota lain hingga akhirnya berlabuh di kota Sorong.

Ketika itu kami anak2 lelaki dari kelas IE SMU YPPK Agustinus tahun 1995-96 senang mancing ikan di sana,saya masih ingat ada Sondang Sinurat,Hendry Toisuta,Parlin Sianipar,Albertus Priyo,Hence Wijaya dll sering ikut kami mancing..

Sebelum masuk ke Dermaga Tangki 14 maka wajiblah untuk beli umpan dulu di Pasar Boswezen,kadang umpan cumi,udang,perut/insang ikan hingga Roti..gile ikan-ikan juga tahu makan roti nih..

Untuk masuk ke Dermaga Tangki 14 juga perlu sogok menyogok kecil2an yaitu dengan memberikan sebungkus rokok Gudang Garam Filter kepada si Satpam penjaga Dermaga Tangki 14 agar kami bebas warawiri di dalam dermaga tsb.

Sayangnya lokasi mancing kami di dalam terlalu nyaman sebenarnya karena jauh di dalam laut sana banyak batu karang membuat kadangkala kail kami nyangkut di batu karang,hal ini yang membuat kami selalu membawa kail lebih dan juga paku..ngapain dengan paku?paku sebagai pemberat agar kail kami bisa lolos langsung ke dlm air dan siap dimakan oleh ikan…

Memancing ikan memang membutuhkan banyak kesabaran dan emosi,gimana tidak?ketika ikan terus menggigit umpan kita maka kita juga harus dengan cepat dan tepat menarik kail kita agar bisa segera nyangkut dalam mulut ikan dan menarik ikan tersebut dengan cepat karena ikan tersebut pasti juga akan melakukan perlawanan jd jika tarikan kita tidak cepat dan tepat maka kemungkinan untuk lepas dan kembali ke laut juga besar.

Ada kejadian lucu dan sering juga kita lihat di TV,ketika itu Hendry Toisuta menjerit karena dia sepertinya menarik sesuatu yang berat,kami pun segera datang ke dekatnya untuk melihat sebesar apa sih tangkapan ikannya si Hendry ini..tp Hendry juga ragu karena koq yang ditariknya ini ga melakukan perlawanan seperti biasanya dan jelas aja ketika sampai di atas ternyata yang ditarik oleh si Hendry adalah buah kelapa tua yang sudah dibuang di laut.

Ada juga kejadian yang menunjukkan betapa CUPUnya saya,seperti yang kita tahu,ikan Kerapu (papua = Garopak) adalah ikan yang enak dan lezat,namun bentuk fisiknya yang kasar seperti ikan purba membuat kami menjadi ngeri,akhirnya tiap kalo kalo ikan Kerapu ini nyangkut di kail kami selalu kami buang kembali ke laut atau kalo tidak maka saya biarkan aja di tepi dermaga dan pulang..

Sekian lama baru saya tahu kalo ternyata ikan purba yang bernama Kerapu yang selalu saya buang itu adalah ikan yang enak dan lezat…hehehe dasar CUPU..

Masa remaja yang menyenangkan..kami terus memancing di dermaga Tangki 14 selama 3bulan hingga akhirnya kami semua sekelas sama2 bosan dan tidak pernah lagi mengunjungi Tangki 14 buat memancing hingga saat ini.

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , , , , , | 3 Comments »