Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Posts Tagged ‘Caleg’

Malaikat Yang Berubah Selepas Pemilu Legislatif

Posted by sevilla99 pada April 23, 2009

Apa yang telah dikuatirkan ternyata benar menjadi kenyataan bahwa para caleg yang tiba-tiba menjadi Malaikat semasa Pemilu ketika selepas Pemilu dan gak terpilih maka dengan cepat kembali lagi menjadi wujud aslinya…

Banyak yang frustrasi,stress,depresi bahkan gila..ada juga yang memilih mengakhiri hidup dan ada juga melakukan tindakan yang memalukan seperti menarik kembali apa yang telah ia sumbangkan pada orang-orang di sekitarnya.

Di Sorong,saya membaca artikel tentang seorang Caleg untuk Propinsi Papua Barat yang gagal terpilih lalu menjadi kalap kemudian menghancurkan/merusakkan Pangkalan Ojek yang dibangunnya bagi para ojek bernaung dari panas dan hujan namun karena tidak terpilih dan mmg sudah bisa dipastikan tidak akan lolos maka mulai stress dan merusak pangkalan ojek yang dibangunnya lalu menuduh bahwa para ojek tidak memilihnya.

Saya juga belum tahu apa yang terjadi pada Caleg Partai Demokrat bernama Semuel Kambuaya yang melalukan politik uang pada 2-3 hari sebelum pencontrengan dengan membagikan uang senilai Rp.40.000 kepada masyarakat di jalan Misol dengan menandatangani dukungan pada sebuah buku dan lalu mengambil uang Rp.40.000,saya juga diajak namun saya tolak krn saya tidak mau makan uang yang bukan milik saya,banyak memang yang bilang ambil uangnya namun pilih yang sesuai hati nurani,namun saya lebih suka tidak mengambil uang Rp.40.000 dan kemudian mencederai harapan pak kambuaya tersebut karena gak bakalan saya contreng Caleg yang bermental penyuap seperti itu.

Ternyata Pemilu Legislatif ini penghamburan uang besar-besaran oleh para caleg yang maju bertarung maka gak heran begitu gak terpilih akhirnya jd uring-uringan lalu gak lama kemudian gila karena banyak uang yang keluar dan bisa jadi sertifikat rumah dan tanah digadaikan untuk modal kampanye dengan harapan setelah terpilih nanti bisa korupsi dan makan uang haram buat anak dan istri dari anggaran pemerintah demi mengembalikan modal…

Semoga 5tahun depan gak ada lagi pemilu yang kayak gini…..dan ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia adalah tipe penyuap dan ada juga yang sebagai tipe suka disuap….

Iklan

Posted in Di Sekitar Saya | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »

Mengejar Menjadi Anggota Dewan Demi Kekayaan

Posted by sevilla99 pada April 11, 2009

Ada yang menarik ketika saya membaca Harian Pagi “Radar Sorong” ,sebuah harian lokal di sini yang merupakan anak cabang dari Jawa Pos,yaitu wawancara dengan Pak Gifelem yang merupakan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Malamoi yang merupakan Tuan Tanah di Kota Sorong.

Pada wawancara tersebut kesan yang saya tangkap yaitu sang kepala suku mengeluhkan bahwa yang seharusnya duduk menjadi anggota dewan di DPRD Kota dan Kabupaten Sorong semuanya harus asli Moi,katanya Dewan Adat Papua harusnya merumuskan ini menjadi undang-undang ke depan agar yang boleh maju menjadi Caleg adalah harus anak negeri asli daerah tersebut jadi untuk wilayah kota dan kabupaten Sorong haruslah asli Moi.

Saya merasa pendapat Kepala Suku ini sebagai suatu langkah mundur dan agak rasialis padahal ia adalah seorang Ketua DPD Partai Hanura di Kota Sorong,jika memang yang berhak maju sebagai Caleg adalah hanya orang asli Moi maka jelas akan diboikot oleh seluruh elemen masyarakat Kota dan Kabupaten Sorong sehingga nanti yang mengikuti pemilu di kota dan kabupaten Sorong hanyalah masyarakat asli Moi saja yang mana tentu saja gak akan mencukupi jumlah kursi yang tersedia.

Sebuah kota akan maju jika dipenuhi dengan banyak etnis dan mau menyatu satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu keanekaragaman yang indah,jika semuanya hanya seragam maka terkesan membosankan.

Dari dialog antara Radar Sorong dan Pak Gifelem juga bisa saya cermati bahwa Pak Gifelem melihat bahwa menjadi Anggota Dewan adalah posisi yang “basah” dan cepat kaya,ini sangat memprihatinkan karena lagi-lagi yang dikejar dari menjadi anggota dewan terhormat adalah uang bukan niat tulus untuk melayani rakyat atau sambungan lidah rakyat di lembaga legislatif.

Memang saat ini telah terjadi penggeseran pandangan mengenai posisi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat entah di Pusat,Propinsi maupun di Daerah karena para calon anggota legislatif hanya mengumbar-ngumbar slogan sebagai penyambung suara rakyat namun nyatanya yang dikejar hanyalah kekayaan dan materi serta kehormatan pribadi.Ini jelas tidak sehat karena tidak ada lagi jiwa sebagai pelayan masyarakat.

Saya menduga karena Pak Gifelem melihat ekonomi masyarakat Papua yang sedemikian menderitanya di atas tanahnya sendiri sehingga haruslah yang menjadi Anggota DPRD di Papua adalah orang asli Papua sendiri tanpa memperhitungkan kemampuan SDM yang dimiliki sang anggota dewan dan juga gimana psikisnya ketika menjadi Orang Kaya Baru (OKB) dengan berbagai kemudahan dalam keuangan yang akan diterimanya ketika menjadi Anggota Dewan,karena uang menjadi gampang karena moral anggota Dewan juga bobrok dan mau disuap oleh para pengusaha demi melincinkan ijin usaha mereka.

Gak bisa juga salahkan para pengusaha,mereka terpaksa menyuap karena keadaan birokrasi Indonesia yang masih bangga mempertahankan slogan “Jika bisa dipersulit Maka Ngapain dipermudah…atau jika bisa disuap/sogok maka ngapain kasih ijinnya gratis…”..

Hidup Indonesia Raya……..

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , , , | 2 Comments »

Ketika Anak Lebih Terkenal Daripada Orang Tua

Posted by sevilla99 pada Februari 22, 2009

maca_solossa1Siapa yang tidak kenal Boaz Solossa?pasti semua kenal karena ia adalah salah satu icon sepakbola Tim Nasional Indonesia demikian juga dengan kakak dari Boaz Solossa yaitu Ortizan Solossa.

Namun Siapa yang kenal dengan Ibu Maria Sarobi-Solossa?jangankan orang di seluruh Indonesia yang tinggal di Sorong aja masih kurang yang mengenal ubu yang maju sebagai Caleg DPRD Kota Sorong dari Partai PDI-Perjuangan ini.

Yang saya tahu bahwa Ibu Maria ini mempunyai jiwa sosial yang tinggi sehingga di masa tuanya saat ini ia masih mengurus sebuah Panti Asuhan di Sorong dengan nama Panti Asuhan Pelangi di daerah Jalan Baru Sorong.

Namun demi mengangkat citra beliau lebih tinggi dan juga mengumpulkan jumlah suara lebih banyak lagi dalam pemilu tahun ini maka 2 putra beliau ditampilkan ke khalayak ramai bahwa beliau mempunyai 2 orang anak laki-laki yang pernah membela Indonesia melalui bidang sepakbola nasional.

Sebenarnya yang bermain bola aktif saat ini dari keluarga Solossa ini bukan hanya Ortizan dan Boaz namun juga ada Yehezkiel Solossa yang pernah membela Persekabpas Pasuruan namun sayangnya kemudian Yehezkiel tenggelam dan tidak pernah dipanggil oleh Timnas Indonesia.

Soal mendukung majunya Ibu Maria ini saya juga agak senang setidaknya saya tahu apabila ia mendapatkan dana dari kerjanya di Legislatif palingan buat memberi makan anak-anak di Panti Asuhannya dan juga untuk menyuarakan suara anak-anak yatim piatu yang selama ini mungkin kurang diperhatikan oleh para pejabat di Kota Sorong.

Kalo jadi anggota dewan hanya untuk meraup kekayaan dan korupsi saya rasa itu bukan tipe Ibu Maria ini karena 2 anaknya yang saat ini bermain sepakbola dan membela Persipura Jayapura saja sudah cukup memberinya makan,selain itu juga pada dasarnya Ibu Maria adalah orang yang berada dlm kekuasaan di Papua sebelumnya seperti almarhum suaminya mantan camat di Sorong,adik iparnya adalah almarhum Jaap Solossa mantan Gubernur Papua yang gugur dalam tugas dan seorang adik iparnya juga seorang almarhum yang perintis Gereja Jalan Suci di Papua.

Banyak harapan agar Ibu Maria bisa berhasil merengkuh kursi di DPRD Kota Sorong.

Posted in Di Sekitar Saya | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

Salahkah Jika Saya Memilih Untuk Golput?

Posted by sevilla99 pada Januari 28, 2009

Golput alias Golongan Putih yang mengartikan bahwa kita tidak menggunakan hak suara kita dalam Pemilu.

Pemilu tahun ini adalah Pemilu ketiga bagi saya.Ketika tahun 1999 saya ikut serta untuk pertama kali dan bahkan terlalu aktif hingga duduk sebagai Ketua DPRt PAN (Partai Amanat Nasional) untuk Kelurahan Kampung Baru dan pada Pemilu tahun 2004 saya juga ikut Pemilu dan ikut mengambil serta dalam pencoblosan.

Namun pada tahun 2009 ini saya menjadi gerah melihat aksi para caleg yang membuat kotor keindahan kota Sorong dengan berbagai macam poster/spanduk foto mereka dengan berbagai janji manis yang seakan-akan pro rakyat untuk mengambil hati rakyat calon pemilihnya.

Saya lalu berpikir,betapa sakit hatinya kita sebagai bagian dari para pemilih yang rela berpanas ria di TPS demi mencoblos bagi mereka dan setelah mereka naik menjadi Anggota Legislatif malah menjadi sombong dan sibuk berangkat ke sana kemari menghabiskan uang rakyat yang disetorkan melalui pajak demi kesenangan pribadi dan keluarga mereka..so ngapain saya mencoblos bagi mereka..mending saya di rumah dan urus rumah saya yang mungil serta keluarga saya.

Melihat spnaduk-spanduk muka-muka Caleg yang butuh suara pemilih terkadang juga lucu,kenapa lucu?ada yang memasang spanduknya besar-besar dan di mana-mana seperti Andi Samsul Bahri Maddukeleng yang memasang wajahnya yang sok ganteng di seantero kota Sorong dengan berbagai pose,ada pose dengan anak-anak muda gaul,ada dengan pakaian adat Bugis,juga ada dengan latar belakang Founding Father Indonesia yaitu Ir.Soekarno bahkan ada juga dengan spanduknya dengan bahasa Jepang (entah target suara apa yang ia cari,mungkin suara dari orang jepang kesasar kali) tapi tahukah Anda kursi apa yang ia incar?hanya 1kursi di DPRD II Kota Sorong.

Sedangkan ada lagi caleg no.3 dari Partai Barisan Nasional, yang tampil dengan foto yang sedang melirik (saya paling gak suka lihat orang foto dengan mata sedangh melirik sih) namun dengan spanduk-spaduk ukuran kecil,mungkin cuma 80 cm x 80 cm padahal ketika dibaca baik-baik..eh si Indra Rubyantono ini incar kursi di DPR RI booo…mo ke Jakarta si Indra ini mek…jauh kali incarannya…padahal dengan spanduk yang minimalis itu…

Semakin banyak saya melihat spanduk-spanduk Caleg maka saya semakin muak juga saya dan kemudian membuat saya mantapkan hati untuk Golput karena para Caleg ini hanya berhati malaikat pada masa kampanye..setelah itu dijamin gak bakalan lihat ke bawah lagi…sedangkan kalo nambah Istri dijamin pasti…hehehe…

Ada Caleg dari PDI-P yang sudah 2 periode duduk sebagai anggota DRRD II Kota Sorong dan kali ini mengincar kursi DPRD I Papua Barat.Selama ini jalan yang ia lewati dalam lingkungan rumahnya itu sangat rusak dan becek ditambah bonus lumpur namun ketika masa kampanye langsung dia menjadi Malaikat kesiangan dan menyumbangkan bahan untuk memperbaiki jalan di lingkungannya tsb..orang bego pun tahu kalo beliau itu lagi cari muka pada masyarakat di lingkungannya..

Silahkan MUI mengeluarkan Fatwa Haram jika Golput,karena lagian saya bukan bawahan MUI koq..lagian MUI seakan-akan masih kurang kerjaan hingga mencampuri pada hak azasi manusia dalam memberikan suara,padahal masih banyak yang harus dikerjakan oleh MUI dalam mengurus umatnya,misalnya dengan membantu memberikan buah pikiran untuk memperbaiki pelayanan naik haji yang selalu aja bermasalah ketimbang mencampuri urusan politik /duniawi.

Sekali Golput tetap Golput daripada memilih Malaikat-Malaikat Kesiangan…

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »