Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Suku Kwantung — Leluhurku

Posted by sevilla99 pada November 6, 2008

Anda pasti setidaknya pasti pernah dengar jagoan-jagoan dengan nama Wong Fei Hung,Wong Mo Gei,Wong Fei Yang atau bahkan Peter Wongso yang pakar kuliner itu.

Selama ini dikalangan umum masyarakat Indonesia hanya tahunya orang Tionghoa cuma 1 suku saja padahal seperti Indonesia juga maka Tionghoa mempunyai banyak suku maupun sub suku seperti Kwantung/Canton,Hokian,Hakka dll.

Saya adalah campuran dari Kwantung dari pihak ayah saya dan Hokian dari pihak ibu saya walaupun tidak totok karena terdapat juga campuran Toraja Sangalla,Kisar dan Portugis namun setidaknya marga Wong yang mengalir dalam darah saya terus berjalan menurun ke anak dan cucu saya selanjutnya begitu pun dengan William adik saya yang juga akan menurunkan marga asli kami yaitu Wong.

Suku Kwantung di Indonesia tidaklah sebanyak suku Hokian juga Hakka,suku Kwantung umumnya bukanlah pedagang yang lihai seperti suku Hokian dan Hakka,apabila sekarang saya bergerak dalam bidang dagang maka saya rasa itu karena jiwa dagang yang diturunkan oleh Opa,Oma dan Mama saya yang berdarah Hokian bukan dari pihak Papa saya yang Kwantung.

Kwantung,Canton atau sekarang diubah oleh pemerintah RRC menjadi Guandong adalah suatu wilayah yang luas di pesisir China awalnya dengan membawahi Hongkong dan Macau namun karena expansi pihak asing seperti Inggris di Hongkong dan Portugal di Macau membuat wilayah Kwantung semakin berkurang namun untunglah karena hingga saat ini penduduk di Hongkong dan Macau masih menggunakan bahasa Kwantung sebagai bahasa utama pada kedua wilayah tersebut bahkan digunakan hingga pada film-film yang diproduksi di Hongkong.

Kwantung mungkin hanya dikenal pada salah satu masakannya yang terkenal yaitu Mie Kwantung padahal masih banyak varian masakan khas kwantung yang nyammi untuk dicicipi namun kini semakin kurang para keturunan Kwantung yang menguasai masakan khas leluhur di Indonesia.

Opa saya Wong Weng langsung merantau dari Kwantung ke Makassar sehingga nilai-nilai budaya Kwantung masih tetap ia terapkan dalam dirinya walaupun hanya sedikit yang ia turunkan pada 7orang anak-anaknya karena anak-anaknya lebih banyak dipengaruhi oleh budaya Toraja karena oma saya adalah Toraja totok dan mereka mmg tinggal dalam wilayah pemukiman orang Toraja di Makassar hingga saat ini.

Pekerjaan orang-orang Kwantung adalah dalam bidang jasa bukan kerja kantoran jadi orang kwantung selalu wiraswasta dengan membuat dirinya menjadi pekerja atau juga memberikan pekerjaan buat orang lain bukan untuk bekerja pada orang lain atau jadi orang gajian misalnya opa saya adalah penjual daging babi panggang di Makassar selain mengajar Ilmu Bela Diri khas Tionghoa yaitu Kun Tao pada anak-anak keturunan Tionghoa yang ingin belajar ilmu bela diri ini.

Sedangkan Papa saya seorang Montir dan hasil kolaborasi dengan Mama yang seorang Hokian di mana naluri bisnis mama saya pun timbul dengan sendirinya sehingga mereka pun berwiraswasta dalam bidang jasa angkot.Memang harus diakui di mana pun ada orang Hokian maka dalam pikirannya pasti bisnis aja..Mama saya Tan Mei Giok dengan nama Indonesia adalah Anny Taniels.

Komunitas Kwantung di luar RRC paling banyak di Singapura maka tidak heran jika kita menemukan banyak marga Wong di sana.

Bagi pembaca yang bermarga Wong atau bersuku Tionghoa Kwantung mohon kasih tanggapan ya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: