Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Archive for November, 2008

Orang Ke-3 Hari ini = Si Cowok Dilihat Dari Mobilnya..

Posted by sevilla99 pada November 29, 2008

orang_ketigaTadi petang,saya masih “tepar” di tempat tidur karena kurang tidur semalam,namun mendengar jingle “Orang Ketiga” di Trans Tv telah dimulai memanggil saya seakan-akan untuk bangun dari tempat tidur dan bersama Indah menyaksikan tayangan yang dipandu oleh Bayu Octora tsb.

Kali ini si pelapor adalah perempuan..entah siapa namanya,kurang saya perhatikan..Ia meminta bantuan temannya yang bernama Ridwan untuk mengamati pacarnya yang bernama Iksan yang saat ini ia laporkan telah jarang mengontaknya bahkan sekedar sms pun tidak dibalas.

Atas bantuan Ridwan sebagai Orang Ketiga maka pengintaian dilakukan bersama Bayu Octora sebagai Host acara ini.

Awalnya pemirsa dibawa oleh arus skenario seakan-akan si Iksan ini lagi berselingkuh,nampak ia mengendarai mobilnya lalu membawa seorang tante dari sebuah tempat lalu diantarnya pulang,lalu kemudian nampak juga Iksan sedang membawa seorang cewek yang kemudian hilang dari pengejaran karena tim Orang Ketiga terjebak macet.

Saya dan Indah lalu berpikir jangan-jangan si Iksan ini adalah seorang Gigolo karena nampak ia dua kali membawa wanita yaitu seorang ibu separuh baya dan seorang gadis muda.

Lalu penggebrekan pun dimulai ketika Host Bayu Octora bersama client dan Orang ketiga kali ini yaitu Ridwan menggebrek Iksan bersama 2 wanita yang td nampak ia bawa yaitu seorang Ibu separuh baya dan seorang gadis muda ketika lagi makan siang di sebuah restaurant.

Saya dan Indah langsung berpikiran yang sama yaitu kapoklah si Iksan karena ketahuan pacarnya telah berselingkuh,namun kemudian justru sebaliknya kami malah bersimpati kepada Iksan,kenapa?

Setelah diamuk-amuk oleh pacarnya di depan 2 wanita tadi akhirnya Iksan mengakui bahwa ia adalah Sopir dari 2 wanita td yaitu ibu yang separuh baya itu adalah majikannya dan gadis muda adalah anak majikannya.Jadi mobil yang ia bawa selama ini termasuk entah membawa pacarnya kemana-mana itu adalah milik majikannya alias bukan miliknya.

Seakan-akan tidak percaya dengan keadaan tersebut langsung pacarnya lebih mengamuk lagi,merasa telah dibohongi oleh Iksan,justru di sinilah saya dan indah merasa bersimpati karena ternyata Iksan selama ini hanya dipandang dari mobil yang dibawanya,jadi ceweknya tersebut bukan mencintai Iksan secara tulus namun hanya melihat mobilnya.

Dengan kesetanan si cewek lari keluar lalu berteriak histeris berulang kali minta putus..saya dan indah menyaksikan malah gemas jadinya dan menganggap mmg lebih baik Iksan putuskan aja ceweknya yang “matre” itu.

Bahkan sang Host Bayu Octora juga tidak menyangka bahwa pekerjaan sampingan Iksan adalah Sopir pun menjadi bersimpati dan mengatakan bahwa Cinta haruslah dari hati bukan dari kekayaan dimiliki seseorang,kami pun setuju dengan apa yang dikatakan Host Orang Ketiga tersebut.

Semoga Iksan bisa mendapatkan pacar baru yang lebih baik terutama dapat menerima keadaannya dan mencintainya apa adanya,bukan dari mobil yang ia bawa.Good luck!

Posted in Pribadi | 1 Comment »

Selingkuh Masa Kini..Jaman Tlah Berubah

Posted by sevilla99 pada November 27, 2008

selingkuh-202Jaman kini telah berubah,banyak pria yang menjadi lebih setia pada pasangan dan kini berganti bagian wanita yang tidak setia dan mencari yang lain.

Saya rasa penulis dan juga penyanyi boru Toba bermarga Simangunsong juga begitu,selepas 3 bulan ia bercerai dari Marcell Siahaan langsung menikah dengan pria lain yang mana telah ia kenal telah lama,Tentu dengan alasan dan pembelaan yang dibuatnya yaitu ia telah menemukan Soulmatenya…

Saya lalu berpikir,apabila bukan Soulmatenya koq bisa ya punya anak?lalu kenapa mau menikah?mmg dia sekarang sudah bukan Kristen lagi dan berpindah ke agama lain sehingga perceraian bukanlah sesuatu yang tabu baginya kini…jodoh telah usai,saya sudah menemukan soulmate yang saya cari selama ini jadi selamat jalan suamiku..mungkin begitu dalam pemikirannya.

Lalu hal ini juga terjadi dalam keluarga jauhku di mana Tante saya yang selama ini saya banggakan sebagai orang yang aktif di gereja dan dekat dengan Tuhan memilih bercerai dengan suaminya dengan alasan bahwa suaminya pelit,cintanya telah habis pada suaminya setelah 15th berkeluarga dan mempunyai 2 orang anak yang bisa dibanggakan.

Tante saya ini ketahuan selingkuh di Internet melalui biro jodoh dan perkenalan,gila aja…bukannya urus rumah tangga dan anak-anak malah terlibat selingkuh di Internet,saya bisa merasakan betapa sakitnya Paman saya ketika mengetahui bahwa Istrinya terlibat hubungan gelap dengan pria lain yang ga jelas dari mana dunia ia berasal.Paman saya menangis seminggu menyesali tindakan tante saya ini namun tante saya berkeras buat bercerai bahkan ia mengatakan bahwa Tuhan juga tidak mau melihat umatnya tidak bahagia karena telah memilih pasangan yang salah..ada-ada aja tante..baca di mana?di ngeles.com ya?

Jaman telah berubah,kini yang menangis tersedu-sedu untuk mempertahankan rumah tangga adalah Pria sedangkan pelaku selingkuh adalah wanita.

Saya juga menyaksikan acara “Orang Ketiga” di Trans TV di mana seorang pria yang bekerja di Bandung terheran-heran dan kaget luar biasa ternyata Istrinya menjalin hubungan dengan 2 orang pria bahkan salah satunya sudah menyatakan tunangan dengan istrinya..gila ga itu?koq bisa-bisanya nyonya rumah suatu posisi yang terhormat malah berkelakuan seperti serendah pelacur?dan ketika digebrek oleh tim “Orang Ketiga” ternyata si nyonya ini lagi dengan pria yang lain di sebuah restaurant..tp gimana pun si nyonya itu selingkuh pada 2 pria namun ketika ketahuan oleh suaminya tetap ia juga akan minta maaf bahkan mengejar-ngejar suaminya tanpa memperdulikan 2 orang selingkuhannya itu..

Di Sorong istilah selingkuh lebih dikenal dengan nama STT (Selingkuh Tipis-Tipis) atau juga dengan istilah HUGEL (Hubungan Gelap),dan mulai menggejala di sini di mana pelaku selingkuh adalah para ibu rumah tangga muda yang dimulai dari bersmsan liar dengan pria yang tidak jelas entah dari mana namun ternyata asyik juga smsan dengan orang yang ga jelas…

Sesungguhnya Selingkuh Itu Tidak Indah…Setia pada pasangan Anda

Posted in Di Sekitar Saya | Leave a Comment »

Suasana Natal Mulai Terasa Di Sorong

Posted by sevilla99 pada November 26, 2008

natal1

Seperti menghitung mundur menuju tanggal 25 Desember 2008 nanti dan hari ini barulah tanggal 26 November 2008 namun suasana natal sudah terasa di sorong sekitar 15 November 2008.

Lagu-lagu Natal diputar di mana-mana,mulai dari rumah ke rumah juga di penjual VCD/MP3 Bajakan yang berjualan di depan Toko Thio Remu.

Ini adalah Natal pertama Indah di Tanah Papua,ini juga adalah sensasi dan pengalaman baru bagi Indah karena ia tidak pernah merayakan Natal di luar Sumatra Utara.

Suasana Natal yang ada di Sorong jauh melebihi apa yang biasa ia rasakan di Medan,Sibolga maupun di Saribudolok,karena suasana Natal di sana katanya mulai terasa pada tanggal 20 Desember padahal Saribudolok adalah suatu kawasan yang mayoritas adalah pemeluk agama Kristen Protestan maupun Katholik bahkan merupakan Basis dari GKPS namun suasananya berbeda dengan di sini.

Sorong adalah bagian dari Papua dan Papua adalah Tanah Injil di mana Tanah ini diberkati oleh Tuhan Yesus dengan kelimpahan hasil sumber daya alam yang sangat luar biasa.Papua adalah salah satu basis umat Kristiani yang berada di Indonesia jadi sudah sewajar apabila jika Natal dirayakan dengan meriah di sini

Pada tanggal 5 November 2008 ketika saya dan Indah jalan-jalan di Toko Thio telah terdapat tanda-tanda Natal yaitu dengan terlihat akan dipasangkan Pohon Natal dengan berbagai atribut pendukungnya baik Pohon Natal dan Baju/Topi Sinterklass.Indah sangat takjub dengan keadaan itu seakan-akan Natal tidak akan lama lagi.

Natal ini adalah Natal pertama kami setelah bersatu dalam rumah tangga,saya dan Indah banyak berharap agat Natal pertama kami ini benar-benar akan mendatangkan suatu yang baru juga berkat baru bagi rumah tangga kami yang belum 1tahun ini.

Tanggal 29 November 2008 direncanakan akan diadakan Pawai Sinterklas yang dimulai dari kantor Walikota dan finish di Lapangan Hockey Kampung Baru,semuanya berjalan dengan baik dan dapat makin memeriahkan suasana Natal yang telah tercipta di Sorong…

Feliz Navidad

Posted in Saya dan Indah | Leave a Comment »

Keluarga Tomarere di Sorong

Posted by sevilla99 pada November 24, 2008

tomz_famillyTomarere adalah sebuah marga baru yang baru terbentuk sekitar tahun 1950an…

Marga dasar aslinya adalah Wong dari Canton,RRC namun kemudian masuk menjadi WNI maka diambil marga dari pihak Ibu (nenek saya) yang adalah seorang asli Tana Toraja maka jadilah marga ini yaitu Tomarere.

Konon arti marga ini cukup seram yaitu : To’ ma rere yang artinya adalah Tukang Potong Kepala alias Aljogo Raja pada masa Kerajaan masih berlaku di tanah Sangalla,Toraja.Kebetulan Leluhur saya dari pihak nenek adalah Algojo Raja sehingga julukan “Orang Tukang Potong/Jagal” alias Tomarere tidak bisa ia lepaskan dan nama itu ia bawa hingga pada keturunannya..salah satunya nenek saya.

Pemakai marga Tomarere saat ini menyebar dari sentralnya di Makassar dan kemudian berkembang hingga ke Bandung, Sorong, Surabaya Filipina & USA.

Salah satunya keturunan pembawa marga Tomarere adalah Bapak saya,Bp.Octovianus Tomarere yang tahun 1979 merantau ke Tanah Papua dan kemudian menikah dan mempunyai 4 orang anak di sini bahkan 2 bulan ke depan akan menjadi Engkong karena saat ini menantunya (istri saya) sedang mengandung cucu pertamanya yang juga berkelamin laki-laki sehingga dapat dipastikan bahwa Tomarere cabang Sorong akan berkembang lagi..

Marga Tomarere identik dengan Gereja Advent Hari Ketujuh,setidaknya 3 orang paman saya adalah penganut Advent yaitu Om Simon Tomarere,Om Yusuf Tomarere dan Om Fredrik Tomarere namun hanya bapak saya dan Om Lewi Ali saja yang Tomarere Protestan dengan aliran Lutheran/Calvinist.

Sudah beberapa kali saya mengunjungi pelanggan saya yang dari aliran Advent dan sudah beberapa kali juga ketika saya katakan bahwa saya “Michael Tomarere” maka pasti mrk akan tanyakan “Apa hubungan anda dengan dr.Simon Tomarere?” saya pun menjawab bahwa beliau adalah Paman saya,lalu mereka bertanya kembali “lalu kenapa Anda bukan Advent?”..awalnya lucu namun kemudian menjadi kesal karena seakan-akan Tomarere adalah harus beraliran Advent padahal aslinya nenek kami adalah seorang anggota GKT = Gereja Kristen Toraja yang nota bene beraliran Lutheran.

Semoga keluarga kami terus diberkati Tuhan sehingga kedepannya marga Tomarere terus berkembang…

Jika dirunut maka silsilah seperti ini :

Wong Weng – Dorkas Tomarere

mempunyai 7 orang anak :

  1. Thomas Wong menurunkan 5 orang anak yaitu Arbin (Makassar),Arlan (Makassar),Arman (Sorong),Anton (Samarinda) & Fransisca (Soroako) ,dan menurunkan marga TOMASOLA,cucu dari Om Thomas saat ini ada 3 orang.
  2. Simon Tomarere menurunkan 3 orang anak pria yaitu Adrian Tomarere (USA),Erick Tomarere (Bandung) dan Irwin Tomarere (USA) sekitar 5 cucu.
  3. Maria Wong menurunkan 5 orang anak yaitu Pdt.Luther Tarlim Samara (Jakarta),Sandy Tarlim Samara (Jambi?),Christian Tarlim Samara (Jakarta),Eriske Tarlim Samara (Depok) dan Jimmy Tarlim Samara (Jakarta),ada sekitar 10 orang cucu yang diliki oleh Almh Tante Maria dan Om Peter Limbong.
  4. Lewi Ali Wong menurunkan 5 orang anak yang diberi marga Tomarere menetap di Makassar.
  5. Yusuf Tomarere menurunkan 3 orang anak yang bernama Safitri Tomarere,Leo Tomarere dan Laura Tomarere,mereka menetap di Bandung.
  6. Octovianus Tomarere menurunkan 4 orang anak yaitu Michael Tomarere (Sorong),Ivone Tomarere (Surabaya),William Tomarere (Sorong) dan Wenny Tomarere (Jakarta).
  7. Fredrik Tomarere menurunkan 2 orang anak yaitu Corry Tomarere (USA) dan Vivi Tomarere (Filipina)

Hidup Tomarere……….

Posted in Pribadi | 6 Comments »

Cafe-Cafe Tenda Sepanjang Tembok Berlin

Posted by sevilla99 pada November 19, 2008

cafe_tendaSepanjang Tembok Berlin a la Sorong berjejeran Cafe-Cafe Tenda a la Makassar,sepanjang 1 km di pinggiran Tembok Berlin dipenuhi dengan Cafe-Cafe Tenda.

Pada saat foto di sore hari ini nampa para pedagang mulai berkemas untuk membuka lapak jualan mereka,mereka mulai berjualan biasanya dari jam 6 sore hingga jam 2 malam.

Adapun menu yang mereka sajikan umumnya adalah Pisang Epe ala Makassar dan Serabba,saya sendiri yang biasanya “dipaksakan”oleh papa saya untuk mengakui bahwa berkampung halaman di Makassar tidak terlalu suka dengan Pisang Epe Keju dan Serabba ini namun untuk suasananya yah lumayanlah…

Cafe-Cafe tenda ini paling ramai kalo Malam Minggu karena tempat ajang pacaran untuk anak-anak muda walaupun dengan harga sepiring Pisang Epe yang lumayan mahal namun tetap aja sekitaran puluhan Cafe Tenda ini ramai dikunjungi.

Sepanjang tembok berlin ini juga kadang jadi tempat minum minuman keras dan mabuk bahkan transaksi dengan PSK atau dengan waria,andai jika malam minggu ditempatkan Satpol PP tentu akan aman daerah ini dari pemabuk maupun balapan liar.

Dahulu sempat dilarang untuk berjualan di kawasan ini,namun dimulai dengan 1 orang membuat Cafe Tenda kemudian diikuti dengan lainnya,akhirnya sepanjang Tembok Berlin dipenuhi dengan Cafe Tenda,kayaknya sekarang sudah diijinkan oleh pihak Dispenda Kota Sorong.

Posted in Sorong | 3 Comments »

Sorong Hari ini : Keluarga Korban Tuntut Rp.5 Milyard (17/11/08)

Posted by sevilla99 pada November 17, 2008

Nyawa telah melayang dan kali ini Yulianus Keramu yang menjadi korban,ia wafat meninggalkan 3 orang anaknya yang masih kecil dan tentu saja membutuhkan sosok ayah dari dirinya.Yulianus meninggal karena menjadi korban dalam aksi masyarakat Kokoda melawan pihak Polresta Sorong di KM.10 Sorong.

Pada hari sabtu tgl 15/11/2008 bertempat di Mapolresta Sorong, yang mana dihadiri oleh pihak warga Kokoda KM.10,Pemkot Sorong dan Polresta Sorong serta juga hadir Direskrim Polda Papua Kombes Pol Paulus Watepauw maka kali ini yang dibahas adalah Denda kepada Polresta Sorong juga Pemkot Sorong atas tewasnya Yulianus Keramu.

Adapun denda yang diajukan oleh pihak keluarga adalah senilai Rp.5.000.000.000.- Gile juga jumlah yang lumayan besar tentunya,Namun Frits Bodori sebagai Kepala Suku Imeko Inanwatan di kota Sorong menambahkan bahwa jumlah tersebut bukanlah keputusan akhir namun hanya usul untuk dipertimbangkan.

Frits juga menambahkan bahwa kematian Yulianus adalah akibat penembakan murni karena belum ada tembakan aba-aba namun telah langsung menembak ke arah perusuh yang terdapat Yulianus di dalamnya.

Direskrim Polda Papua, Kombes.Paulus Waterpauw memaparkan bahwa apa yang minta oleh pihak keluarga akan dipertimbangkan juga segraya melaporkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas tertembak dan meninggalnya Yulianus,saat ini setidaknya 28 saksi telah diperiksa selain itu juga pihak Ikaswara yang banyak barang usaha mereka dirusak oleh perusuh dari pihak suku Kokoda menuntut ganti rugi karena setidaknya 14 warung tenda milik warga Ikaswara telah dirusak dan bahkan jatuh korban luka-luka akibat aksi rusuh yang dilakukan oleh pihak suku kokoda.

Amos Massey yang berposisi sebagai Wakil Ketia I suku Imeko menjelaskan bahwa aksi rusuh yang dilakukan oleh beberapa warga Kokoda adalah dipicu oleh emosi akibat kecelakaan yang menimpa salah seorang warga mereka yang mana diserempet motor yang dikendarai oleh anak SMP.Namun Massey tetap menyayangkan aparat Kepolisian yang bertindak brutal  dan menurutnya lalai dalam melaksanakan tugas hingga merenggut nyawa Yulianus.

Sebagai Warga kota Sorong,saya hanya bisa mengharapkan agar masalah ini cepat tuntas dan ada jalinan hubungan yang baik kembali antara Pihak Polresta Kota Sorong dengan Keluarga Besar Kokoda di Sorong.

Posted in Sorong | Leave a Comment »

Mengenang Ny.Anny Taniels (1 Desember 2000 – 1 Desember 2008)

Posted by sevilla99 pada November 12, 2008

papa_octo_dan_mama_annyKedua pasangan ini bernama Bp.Octovianus Tomarere dan Ny.Anny Taniels,mereka menikah pada tanggal 14 Desember 1980 di Sorong.

Mereka diberkati Tuhan dengan dikaruniakan 4 orang anak yaitu Michael Tomarere,Ivone Tomarere,William Tomarere dan Wenny Tomarere.

Foto ini diambil ketika tahun 1997,ketika itu ibu anny masih sehat bugar belum ada penyakit yang akan menggerogoti hidupnya dan mengambil kehidupannya untuk selamanya.

Ya..Ibu Anny telah meninggal dunia pada 1 Desember 2000,setelah hampir 1,5tahun berjuang melawan hebatnya serangan Kanker Nasofaring yang kemudian menyebar menggerogoti kedua Tulang kakinya.

Bp.Octo sebagai suami yang baik telah berbagai cara mencoba untuk menyelamatkan hidup sang belahan hati,apapun telah ia lakukan demi kesembuhan sang istri mulai dari terapi tradisional hingga kedokteran,mulai dari perhatian dan seluruh biaya telah Pak Octo habiskan demi kesembuhan istri yang ia cintai ini namun semuanya berakhir pada 1 Desember 2000 ketika Tuhan berkenan untuk memanggil pulang anak-Nya,Tuhan pasti mempunyai rencana yang indah dengan memanggil pulang cepat anak-Nya dan keluarga yang ditinggalkan oleh Ny.Anny.

Umur Ibu Anny saat itu masih 42th, suatu umur yang mapan dalam hidup yaitu ketika anak-anak mulai beranjak dewasa dan ekonomi keluarga mulai stabil namun Ibu Anny tidak lama untuk menikmatinya,sebuah benjolan besar menempel di leher kanannya,ia sudah berobat ke dokter penyakit dalam di Sorong yang bernama dr.Tommy Wuisang dan didiagnosa menderita TBC Tulang.

Ibu Anny dengan rutin mengonsumsi obat dari si dokter yang salah diagnosis ini selama 6bulan,namun perlahan-lahan juga stadium kanker nasofaring ini juga semakin bertambah seiring waktu,setelah 6 bulan tanpa ada perkembangan akhirnya Ibu Anny pun berangkat ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan yang sangat mengejutkan dan jauh dari apa yang kami harapkan ternyata mama yang kami cintai dan sayangi ini telah menderita Kanker Nasofaring stadium 3,Dunia seakan-akan runtuh bagi Pak Octo,Ibu Anny sendiri maupun kami anak-anaknya.

Tidak terhitung berapa kali Ibu Anny masuk rumah sakit demi penyembuhan penyakitnya ini mulai dari Bandung,Jakarta,Makassar dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah kami doakan pelepasan di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Sorong.

Kini telah 8tahun mama meninggalkan kami,banyak cerita yang telah kami lewati tanpa ada mama di sisi kami,kini saya telah menikah dan sebentar lagi mama akan mempunyai cucu yang pertama karena istri saya sedang mengandung 6bulan,William saat ini bersama Pak Octo,orang tua tunggal kami saat ini sedang berada di Makassar untuk hari sabtu tanggal 15 November 2008 nanti akan berkunjung ke calon besannya untuk melamar Shelly untuk William,Ivone yang kini telah menjadi Apoteker sesuai dengan impian mama dahulu dan Wenny yang sedang kuliah di Jakarta,pasti mama bangga melihat Wenny sekarang karena Wenny sudah makin besar,dewasa dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam iman kepada Tuhan Yesus,Mama dulu meninggalkan Wenny untuk selamanya ketika Wenny masih kelas 1 SMP.

Saya 5hari yang lalu bermimpi bertemu mama,saat itu saya dengan menggunakan baju Toga dengan bangga dan senyum menyambut salaman dari banyak teman,ya saya diskenariokan dalam mimpi baru habis wisuda,nampak Tante Ona mewakili mama,Wenny dan Indah ada di situ sebagai pendamping saya,begitu saya berbalik nampak oleh saya bahwa mama sedang datang menuju kami sambil tersenyum bangga,ia begitu sehat dan montok,tidak seperti ketika ia sakit di mana kurus kering dan botak akibat kemoterapi.Namun seperti biasa dalam mimpi-mimpi sebelumnya,ia tidak pernah mau bicara,Ia hanya tersenyum lalu menjabat erat tangan saya dan bangga karena saya sudah diwisuda..setelah itu ia pun menghilang entah di mana….

Apakah artinya saya harus kuliah mama?karena dari semua anak-anak mama hanya saya sendiri yang tamatan SMU..Saya tidak kuliah karena tepat saya lulus SMU saat itu juga tepat mama didiagnosa Kanker membuat saya malas kuliah selain mmg butuh dana yang banyak buat obat-obatan mama juga saya ingin merawat mama selama sakit dengan harapan sembuh walaupun ternyata tidak terpenuhi..

We Always Remembering U Mom…

Posted in Pribadi | Leave a Comment »

Arisan Perdana Sipayung di Rumah Kami..

Posted by sevilla99 pada November 10, 2008

Hari minggu kemarin adalah hari minggu kedua di bulan ini,artinya semua kami dari keluarga Sipayung di kota Sorong tidak ada yg mengikuti arisan,harusnya ada sih yaitu Arisan Parna yang diikuiti oleh Nasibesan saya boru Turnip namun enath kenapa ia tidak mau lagi mengikuti Arisan Parna,akhirnya minggu kedua tiap bulan adalah  minggu yang lowong.

Bulan lalu ketika kami baru pindah rumah,sambil ngobrol-ngobrol Lawei Eben berkelakar,gimana kalo minggu kedua kita buat arisan/kumpul-kumpul keluarga Sipayung?dan rumah ini menjadi yang perdana..saya sih iyakan aja,begitu pun dengan Indah.

Maka dari hari jumatnya kami sudh mulai sibuk,sms ke seluruh keluaraga Sipayung yang ada di kota Sorong menanyakan kepastian mereka untuk hadir,ternyata semua menyatakan hadir melalui sms balasannya.

Hari Sabtu kami mulai berbelanja menu yang akan kami masak,awalnya rencananya masa Babi Rica namun ada permintaan dari Lawei Joshua untuk memasak Babi Kecap maka kami pun memasak Babi kecap,ditambah Mie Goreng,Ikan Bakar,Sayur Kangkung-Bunga Pepaya dan Kerupuk Udang.

Hari Minggu terpaksa kami ga gereja karena begitu bangun langsung memasak makanan,saya yang paling sibuk karena saya yang masak,maklum jelek-jelek gini saya punya karunia buat masak masakan yang lezat lho hehehe….

Satu per satu mulai berdatangan yaitu :

Lawei Rimbun Sipayung & Besan Monica

Lawei Juliaman Sipayung & Besan Br Regar

Lawei Sintong Sipayung & Besan Br Turnip

Lawei Anton Sipayung & pacarnya (calon besan Ella)

Besan Joshua duluan karena Lawei Joshua masih di gereja.Anak-anak Lawei Joshua juga diikutkan yaitu Joshua,Victor dan Amsal Sipayung,mereka datang langsung main Playsation2 saya..hehehe dasar anak-anak

Kalo dilihat-lihat maka saya sendiri yang berada dalam posisi boru,karena mmg boru Sipayung yang aktif dalam kumpul-kumpul keluarga Sipayung hanya kami,sedangkan ada 3 boru Sipayung lainnya tidak aktif atau tidak terlalu peduli,ada juga 2 boru Sipayung lainnya yang Muslim namun tidak kami undang karena ini mmg arisan keluarga Sipayung yang Kristiani.

Selain itu juga ada pemuda yang bergabung yaitu si Munthe..ga tahu namanya siapa yang jelas dia marga Munthe dan bisa berbahasa Simalungun karena ibunya boru Girsang,jd bisa dikatakan saya adalah Tulangnya.

Juga William Tomarere,adik saya ikut hadir sebagai keluarga dari pihak saya.

Kami menunggu kedatangan Lawei Joshua hingga jam 2:20 Siang,saat itu semua makanan telah masak,Lawei Joshua pun datang lalu kami bersiap untuk mengikuti ibadah singkat.

Lawei Joshua pun memimpin ibadah kami dan memberikan khotbah singkat namun cukup berisi.

Kami pun mulai makan siang bersama,di sini saya bisa lihat betapa dekatnya ikatan keluarga Sipayung Kristiani di Sorong,kami makan bersama sambil becanda bahkan tidak perlu malu untuk menambah jika masih belum kenyang,ini berbeda jika kita menghadiri arisan lainnya yang mana kita segan untuk menambahkan makan atau bahkan hanya mengambil sedikit aja di piring kita.

Nampak jelas ada keceriaan di rumah kami kemarin,semua dengan tersenyum,tertawa dan gembira berkumpul bahkan saling meledek bukanlah sesuatu yang dilarang asal masih dalam tahap becanda..Saya dan Indah sangat senang dengan keadaan ini,kami senang karena kehadiran kami dalam keluarga besar Sipayung kristiani di Sorong ternyata dihargai dengan langkah mereka yang ringan untuk datang ke rumah kami walaupun undangannya hanya via sms.

Dengan 6 Keluarga Sipayung saat ini moga-moga ke depannya akan bertambah dan juga harus makin lebih kuat lagi dalam hangatnya kekeluargaan Partumpuan Sipayung Pakon Boru di Kota Sorong.

Posted in Saya dan Indah | Leave a Comment »

Suku Kwantung — Leluhurku

Posted by sevilla99 pada November 6, 2008

Anda pasti setidaknya pasti pernah dengar jagoan-jagoan dengan nama Wong Fei Hung,Wong Mo Gei,Wong Fei Yang atau bahkan Peter Wongso yang pakar kuliner itu.

Selama ini dikalangan umum masyarakat Indonesia hanya tahunya orang Tionghoa cuma 1 suku saja padahal seperti Indonesia juga maka Tionghoa mempunyai banyak suku maupun sub suku seperti Kwantung/Canton,Hokian,Hakka dll.

Saya adalah campuran dari Kwantung dari pihak ayah saya dan Hokian dari pihak ibu saya walaupun tidak totok karena terdapat juga campuran Toraja Sangalla,Kisar dan Portugis namun setidaknya marga Wong yang mengalir dalam darah saya terus berjalan menurun ke anak dan cucu saya selanjutnya begitu pun dengan William adik saya yang juga akan menurunkan marga asli kami yaitu Wong.

Suku Kwantung di Indonesia tidaklah sebanyak suku Hokian juga Hakka,suku Kwantung umumnya bukanlah pedagang yang lihai seperti suku Hokian dan Hakka,apabila sekarang saya bergerak dalam bidang dagang maka saya rasa itu karena jiwa dagang yang diturunkan oleh Opa,Oma dan Mama saya yang berdarah Hokian bukan dari pihak Papa saya yang Kwantung.

Kwantung,Canton atau sekarang diubah oleh pemerintah RRC menjadi Guandong adalah suatu wilayah yang luas di pesisir China awalnya dengan membawahi Hongkong dan Macau namun karena expansi pihak asing seperti Inggris di Hongkong dan Portugal di Macau membuat wilayah Kwantung semakin berkurang namun untunglah karena hingga saat ini penduduk di Hongkong dan Macau masih menggunakan bahasa Kwantung sebagai bahasa utama pada kedua wilayah tersebut bahkan digunakan hingga pada film-film yang diproduksi di Hongkong.

Kwantung mungkin hanya dikenal pada salah satu masakannya yang terkenal yaitu Mie Kwantung padahal masih banyak varian masakan khas kwantung yang nyammi untuk dicicipi namun kini semakin kurang para keturunan Kwantung yang menguasai masakan khas leluhur di Indonesia.

Opa saya Wong Weng langsung merantau dari Kwantung ke Makassar sehingga nilai-nilai budaya Kwantung masih tetap ia terapkan dalam dirinya walaupun hanya sedikit yang ia turunkan pada 7orang anak-anaknya karena anak-anaknya lebih banyak dipengaruhi oleh budaya Toraja karena oma saya adalah Toraja totok dan mereka mmg tinggal dalam wilayah pemukiman orang Toraja di Makassar hingga saat ini.

Pekerjaan orang-orang Kwantung adalah dalam bidang jasa bukan kerja kantoran jadi orang kwantung selalu wiraswasta dengan membuat dirinya menjadi pekerja atau juga memberikan pekerjaan buat orang lain bukan untuk bekerja pada orang lain atau jadi orang gajian misalnya opa saya adalah penjual daging babi panggang di Makassar selain mengajar Ilmu Bela Diri khas Tionghoa yaitu Kun Tao pada anak-anak keturunan Tionghoa yang ingin belajar ilmu bela diri ini.

Sedangkan Papa saya seorang Montir dan hasil kolaborasi dengan Mama yang seorang Hokian di mana naluri bisnis mama saya pun timbul dengan sendirinya sehingga mereka pun berwiraswasta dalam bidang jasa angkot.Memang harus diakui di mana pun ada orang Hokian maka dalam pikirannya pasti bisnis aja..Mama saya Tan Mei Giok dengan nama Indonesia adalah Anny Taniels.

Komunitas Kwantung di luar RRC paling banyak di Singapura maka tidak heran jika kita menemukan banyak marga Wong di sana.

Bagi pembaca yang bermarga Wong atau bersuku Tionghoa Kwantung mohon kasih tanggapan ya…

Posted in Pribadi | Leave a Comment »

Tulisan Saya Dimuat Di Blog Lain

Posted by sevilla99 pada November 6, 2008

Kemarin saya search kata kunci “Simalungun” di Google dengan tujuan ingin menambah pengetahuan saya ttg Simalungun dengan membaca postingan dari orang lain,eh tiba-tiba saya terhenti pada blog HKBP dengan alamat link http://h-k-b-p.blogspot.com/2008/09/mengapa-penginjilan-di-simalungun-tidak.html dan juga pada blog GKPS pada alamat link http://gkps.blog.friendster.com/2008/09/mengapa-penginjilan-di-simalungun-tidak-terlalu-sukses/

Bagi saya tidak masalah jika artikel tulisan saya dimuat pada 2 blog gereja tersebut namun ada perbedaan antara blog yang GKPS dengan yang di HKBP karena yang HKBP mencantumkan sumber artikel di bawah artikel saya yang mereka muat yaitu bersumber dari Sevilla99 sedangkan pada GKPS tidak ada sama sekali jadi seakan-akan ditulis oleh moderator blog GKPS itu eh tahu-tahunya Copy Paste doank…

Namun dari semua itu intinya saya senang karena tulisan saya ternyata mendapat apresiasi dari 2 blog gereja yaitu HKBP dan GKPS padahal saya masih dalam tahap “Marsimalungun” mengutip istilah lawei Eben Ezer Siadari.

Posted in Simalungun | Leave a Comment »