Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Archive for September, 2008

Sorong ku….

Posted by sevilla99 pada September 14, 2008

Ini ada foto kota Sorong yang di ambil dari udara,sekitaran atas Pulau Doom saya rasa.

Nampak Gereja Katedral yang berbentuk Limas nampak dengan jelas dan juga hamparan Lapangan Hockey.

Sepanjang garis pantai antara laut dan kota Sorong dibatasi dengan Tembok Berlin a la Sorong yang juga selalu digunakan untuk tempat mejeng bagi anak-anak muda ketika malam minggu bahkan juga untuk keluarga karena menyaksikan matahari tenggelam.

Sorong walaupun jauh dari pusat kekuasaan di Jakarta dan berada di Papua namun bukanlah kota kecil,selama ini pandangan orang-orang di Indonesia Barat sana selalu Papua adalah Hutan Rimba di mana kanibal masih berkeliaran di mana-mana dan orang-orang masih telanjang serta tinggal di gua-gua atau bahkan di atas pohon.

Itu semua salah kawan…Sorong adalah pintu depan Papua yang merupakan teras depan Papua dalam menyambut semua yang datang ke Papua,Sorong adalah kota dengan jumlah penduduk mencapai 400.000 lebih orang,dengan perbandingan antara Non Papua dan Papua berbanding 75-25,penduduk asli Papua kini lebih banyak berpindah ke Kab.Sorong yang beribukota di Aimas sekitar 20km dari Sorong.

Struktur Bangunan kota Sorong bahkan lebih luas dari kota Sibolga & Kabanjahe di Sumatra Utara,jadi belum tentu kedua kota yang terletak di Sumatra Utara itu lebih bagus infrastruktur bangunannya ketimbang Sorong yang di propinsi Papua Barat.

Sorong sebenarnya sudah pantas untuk menjadi Ibu Kota Propinsi Papua Barat namun karena penolakan penduduk asli Papua ketika itu yang lebih ingin merdeka sehingga ketika masyarakat Manokwari meminta kepada Pemerintah Pusat Jakarta agar memindahkan ibukota propinsi ke Manokwari langsung disetujui.Kini Manokwari yang secara infrastruktur dan jumlah penduduk masih kalah dari pada Sorong telah menjadi Ibukota Propinsi Papua Barat,penduduk kota Sorong pun gigit jari karena beberapa urusan harus diselesaikan di Manokwari yang sebenarnya levelnya masih di bawah Sorong.

Inilah Kota Sorong-ku di mana saya Lahir,Besar dan Menetap hingga saat ini.

I Love Sorong

Iklan

Posted in Di Sekitar Saya | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 6 Comments »

Malam Minggu di Bakso Lapangan Tembak

Posted by sevilla99 pada September 13, 2008

Sore tadi saya baru beli Sarang Semut 5Kg di Pasar Sentral dan pas melintas di depan Restaurant Radja Sea Food saya melihat ada spanduk sebuah Cafe baru dibuka di Sorong yaitu Cafe Dounats & Coffe..cocok nih buat membuang waktu sore menurut saya.

Bagitu tiba di rumah langsung saya kabari pada Indah,Indah begitu antusias apalagi di Sorong tidak ada JCO maupun Dunkin Dounats.

Kami siap-siap pada jam 7 untuk menuju ke Cafe tersebut namun ternyata baru akan pada akhir september ini..hehehe kecewa juga sih lalu indah menawarkan gimana kalo kami menikmati malam minggu ini di Bakso Lapangan Tembak yang berada di Mega Mall,saya pun setuju dan membawa motor saya menuju ke sana.

Ternyata pengunjung Bakso Lapangan Tembak tidak banyak,mgkin efek dari bulan puasa di mana banyak yang lebih memilih Sholat Tarawih ketimbang nongkrong di restaurant semacam Bakso Lapangan Tembak.

Kami pun tidak kesulitan untuk mendapatkan meja yang kami ingini dan mulailah memesan makanan kami,saya seperti biasa memesan Nasi Ayam Lada Hitam + Teh Manis Hangat dan Indah memesan Kwetiau Hotplat + Susu Coklat Hangat..minumnya yang hangat-hangat maklum udara lagi sedang dingin.

Kami menyelesaikan makan malam kami dan kemudian ngobrol sebentar menunggu makanan yang kami makan benar2 turun ke dalam perut kami,di depan kami ada ibu yang membawa 2 orang anaknya yang masih balita,1 anak pria yang lebih tua ketimbang adik perempuannya.Mereka sangat aktif bermain sehingga ibunya repot mengajak mereka untuk makan.

Lucunya anak perempuannya dengan konde dua selalu main intip-intipan dengan kami,sebentar2 ia menunduk kepala dan bersembunyi di belakang kursinya lalu pelan-pelan mengangkat kepalanya untuk mengintip kami kembali..lucunya ia tidak tahu kalo 2 kondenya sudah terlihat dahulu sebelum matanya terlihat oleh kami..ada2 aja anak-anak….

Posted in Saya dan Indah | Leave a Comment »

Jalan-Jalan Sore..Malah Ban Bocor…

Posted by sevilla99 pada September 13, 2008

Sore itu saya bersama dengan Indah menikmati udara sore kota Sorong sambil jalan-jalan mutar-mutar di kota Sorong.

Awalnya di pelabuhan saya sudah merasa bahwa motor yang sedang saya bawa sudah mulai goyang alias tidak nyaman,kemudian makin goyang hingga tepat di depan LanalĀ  dekat lapangan Hockey benar-benar sudah tidak terkendali lagi.

Mau tidak mau saya harus meninggalkan Indah jalan sendiri sedangkan saya jalan menuntun motor saya yang bocor ban belakangnya mencari tambal ban terdekat yaitu di samping Toko Makmur,sekitar 300 meter.

Saya lalu meminta ban ditambal sambil menunggu kedatangan Indah yang jalan perlahan-lahan menuju tempat saya tambal ban,Indah pun tiba dan kami duduk bersama mengarah ke arah jalan..lumayan romantis juga menunggu ban ditambal oleh tukang tambal ban dan melihat mobil-mobil yang lalu lalang serta orang-orang yang lagi terburu-buru pulang krn harus buka puasa.

Kami menunggu sekitar 45menit karena ternyata ban motor belakang kami terdapat 2 lubang…

Posted in Saya dan Indah | Leave a Comment »

Kolak…nyammi…

Posted by sevilla99 pada September 11, 2008

Bulan Puasa pun datang,ngidamnya Indah pun berubah menjadi pengen makan Kolak melulu….pengen masak sendiri tp ga banyak yang suka makan di rumah,mo beli tapi ga tahu di mana?

Indah mempunyai pelanggan yang bisa disebut juga sebagai teman ngobrol + gosip yaitu Ibu Aryanti atau biasa dipanggil dengan nama Ibu Hasan.

Asyik ngobrol eh topiknya berpindah dari masalah Tv Kabel ke Jajanan selama bulan puasa dan ke masalah Kolak.

Tanpa disangka Ibu Hasan mau masakkan kolak untuk Indah,setelah sekitar 2 hari dari janjian akan dimasakkan Kolak maka Ibu Hasan menelpon kami untuk datang mengambil Kolak kami,tentu saja Indah suka maka kami pun ke rumah di Jalan Baru tepat di belakang Kantor PDAM Tirta Remu.

Kami pun kesana dan Ibu Hasan memberikan Kolak buatannya ke dalam rantang yang telah kami siapkan dari rumah,kami pun ngobrol sekitar 20 menit bersama Pak Hasan dan teknisi mereka Agus dan selanjutnya kami pulang ke rumah.

Ternyata bulan puasa tidak hanya membawa berkah bagi yang menjalaninya namun kami juga..hehehe

Posted in Saya dan Indah | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »

Andre..Sopir Setia Kami

Posted by sevilla99 pada September 10, 2008

Pria yang berdiri dengan bangga di samping angkotnya ini adalah Andre,kami tidak tahu nama lengkapnya dengan tepat namun yang jelas ia bernama Andre dan kadang juga dipanggil dengan nama Atris oleh teman-temannya.

Ini adalah tahun yang ke-8 ia bersama kami,suatu rentang yang panjang namun antara kami dan andre tidak pernah ada bosan atau kekecewaan.

Andre asli Kupang NTT,ia sebenarnya mempunyai istri yang berasal dari Jawa namun entah kenapa Andre ditinggal lari sehingga status pernikahannya menggantung saat ini,sedangkan anak satu-satunya ia titip pada orang tuanya di NTT sana karena ia tidak bisa mengurusi anak tsb karena harus mencari nafkah namun ia tetap mengirimkan uang kepada orang tuanya di kampung untuk memenuhi kebutuhan anaknya di sana.

Andre hingga saat ini satu-satunya Sopir terlama yang kami punyai dari 8 angkot yang dimiliki oleh bapak saya,jika angkot-angkot yang lain selalu berganti sopir namun angkot yang dibawa oleh Andre tidak pernah berubah selalu angkot yang pada kaca depannya tertulis “Anak Rakyat”.

Kami berharap bisa makin lama kami menjalin kerjasama bersama Andre

Posted in Di Sekitar Saya | Komentar Dinonaktifkan pada Andre..Sopir Setia Kami

Sunset di Tembok Berlin

Posted by sevilla99 pada September 9, 2008

Kemarin sore kami jalan-jalan sore membeli jajanan untuk buka puasa yang dijual depan semacam Toko Kue yang dimiliki oleh H.Mira.

Selama bulan puasa Toko Kue H.Mira memberikan halaman depannya untuk para ibu yang ingin menjual jajanan buka puasa.

Ada yang menjual Kolak,Bubur Sumsum,Kue Jalangkote dan berbagai macam hidangan berbuka puasa,walaupun kami bukan muslim namun kami menikmati saat-saat mau berbuka puasa tersebut krn kami mempunyai banyak pilihan untuk dimakan buat sore.

Setelah jajan makanan sore di H.Mira maka kami pun lanjut mengunjungi Tulang BP7,Tulang (Paman) ini bermarga Saragih Sumbayak dan sudah lama tinggal di Sorong yaitu sejak tahun 1971 dan hingga pensiun tetap menetap di Sorong,Ia adalah salah satu para orang tua yang kami hormati di arisan Simalungun.Ia dipanggil dengan sebutan Tulang BP7 karena terakhir pada masa dinasnya ia kerja di Kantor BP7 Kab.Sorong.

Kami mengunjungi Tulang BP7 dengan tujuan mengantarkan buku Sejarah 100tahun GKPS yang ternyata sangat disukainya walaupun baru melihat secara garis besar.Bahkan ia meminta saya untuk memesannya kembali kepada Pdt.Martin Sinaga,saya sih meng-iyakan aja walaupun pusing juga gimana cara pesannya lagi ke Pdt.Martin Sinaga?masa sih beranki bilang tidak pada Tondong Ni Tondong saya? hehehe…

Kami ngobrol sambil membahas budaya Simalungun selama 30menit ditemani dengan Bonar (anak Tulang BP7),Nantulang Boru Manado dan Indah.Lumayan juga asyik karena saya sependapat dengan Tulang BP7 bahwa Suku Simalungun adalah suku yang berdiri sendiri dan bukanlah diaspora dari Suku Toba.

Selepas 30menit dan meminum habis secangkir Teh hangat manis yang dihidangkan oleh Nantulang maka kami pun pamit dan balik menuju Kampung Baru..

Kami malas langsung pulang ke rumah,akhirnya saya dan indah memutuskan untuk nongkrong di Tembok Berlin menikmati sunset di Tembok Berlin.

Kamitiba di Tembok Berlin langsung duduk di tepi Tembok Berlin a la Sorong tersebut sambil menikmati kue-kue yang tadi kami beli di H.Mira,romantis juga sih ditiup angin sepoi-sepoi terasa nyaman,kami pun ngobrol keliling dunia,semuanya dibahas hingga jam menunjukkan Pukul 7 Malam…oh ya di Sorong ada kalanya sudah jam 7 Malam namun belum terlalu gelap.

Kami pun pulang ke rumah untuk segera mandi karena akan menghadiri pernikahan sahabat kami yaitu Yance dan Siane.

Posted in Saya dan Indah | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Sinta dan Stefan

Posted by sevilla99 pada September 7, 2008

Yashinta Taniels atau sering kami panggil dengan nama Shinta dan Stefanus Taniels atau Stefan adalah adik sepupu saya,mereka adalah anak dari Paman saya yang merupakan adik dari Ibu saya.

Tadi saya lagi asyik meluncur di dunia maya sambil membaca berita-berita di detik dan kompas lalu Sinta datang bersama bodyguardnya yang bernama Stefan meminta tolong untuk pinjam internet nagar ia bisa mencari data di Internet untuk tugas sekolah dengan topik sejarah gitar.

Sebagai kakak yang baik maka saya tentu saja meminjamkan laptop + internet saya untuk dipakainya agar tugas sekolahnya bisa segera ia kerjakan.

Sinta kini telah kelas 3 SMA pada SMA Negeri 1 Sorong dan Stefan kini kelas 1 SMP pada SMP YPPK Don Bosco Sorong.Mereka tinggal bersama dengan ayah,ibu tiri dan adik tirinya namun walaupun demikian mereka tinggal dengan rukun dan selalu dibimbing dengan baik oleh ibu tirinya.

Sinta tadi mengatakan bahwa ketika lulus tahun depan ia akan mendaftar atau melanjutkan studinya pada Akademi Perawat yang ada di kota Sorong,ia mempunyai cita-cita yang mulia yaitu melayani sesama melalui merawat orang sakit yang tentu saja lagi lemah tubuh.Moga-moga cita-citanya bisa tercapai.Amien

Posted in Pribadi | 3 Comments »

Chandra Ketinggalan Kapal

Posted by sevilla99 pada September 6, 2008

Pria di samping ini bernama lengkap Fiber Chandra Simanjorang,ia adalah keponakan kami yang datang dari Raya,Kab.Simalungun di Sumatra Utara,ia adalah anak abang saudara dari Indah,istri saya.

Tujuan Chandra datang ke Sorong untuk melanjutkan perjalanannya menuju Timika di mana terdapat perusahaan asing yang dulu sempat terkenal di seluruh Indonesia yaitu PT.Freeport Indonesia.

Chandra tiba di Sorong pada tanggal 29 Agustus 2008 dan rencananya hari ini akan melannjutkan perjalanannya dengan menggunakan Kapal Pelni KM.Kelimutu pada hari ini namun ia ketinggalan kapal,gimana ceritanya?

Ketika saya dan Chandra membeli tiket kapal kami melihat bahwa kapal akan masuk pada Jam 6 dan akan berangkat pada jam 8,kami berdua berpikir bahwa kapal akan berangkat pada jam 8 Malam,namun ternyata kami salah karena kapal telah berangkat pada jam 8 Pagi,jika jam 8 Malam akan tertulis jam 20:00 bukan jam 8.

Kami sempat stress karena tiketnya menjadi hangus namun ternyata bisa dikembalikan kepada PT.Pelni dengan pemotongan sebesar 50%,ga papa deh yang penting ada setengahnya balik,sedangkan kapal berikutnya KM.Tatamailau akan masuk ke Sorong pada tanggal 15 september nanti,artinya masih ada 10hari lagi Chandra di Sorong sebelum ke Timika.

Saya dan Indah banyak berharap agar ia tetap betah bersama kami di Sorong selama menunggu kapal 10 hari lagi.

Posted in Pribadi | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Menjadi Ibu Rumah Tangga Yang Baik

Posted by sevilla99 pada September 4, 2008

Tidak pernah dalam pikiran saya sama sekali bahwa saya akan tiba di tanah Papua bahkan mempunyai suami berdarah Tionghoa pun ga pernah,saya malah bisa dikatakan anti dengan orang Tionghoa sebelumnya namun entah kenapa saya kini malah bersuamikan seorang Tionghoa+Toraja+Kisar?

Saya juga sebelumnya tidak membayangkan akan menjadi seorang Ibu Rumah Tangga yang memakai daster saja di rumah dan tidak bekerja di kantor.

Sebelum saya menikah dan menjadi Ny.Michael Tomarere dahulu ketika di Medan saya bekerja di sebuah Counter Handphone yang cukup terkenal untuk ukuran Medan yaitu Cellular One,kemudian dari Cellular One saya berpindah ke Telkomsel dengan penempatan di kota Sibolga,terakhir saya kembali ke Medan dan bekerja di perusahaan Baja cabang dari Australia yang membuka di kota Medan yaitu Pt.Bluescope Lysaght Indonesia Cab.Medan.

Setelah menikah di Saribudolok tanggal 9 Februari 2008 maka saya pun berpindah ke asal suami saya yaitu Sorong di Papua Barat,sebuah perpindahan yang cukup jauh dari Indonesia Barat ke Indonesia Timur,Papua yang selama ini dikatakan masih hutan membuat saya cukup takut ditambah dengan penampilan fisik orang Papua yang hitam legam membuat saya agak kuatir namun Koko (begitu saya memanggil suami saya,Michael) mampu meyakin saya bahwa Sorong cukup nyaman untuk kami tinggali berdua.

Koko melarang saya untuk bekerja,ini sesuatu yang berat bagi saya karena selama ini saya selalu bekerja dan bukan wanita rumahan,saya sebelumnya tidak penah mengurus rumah secara langsung namun kini terjun bebas mengurus sebuah rumah yang besar dengan ditambah dengan seorang mertua,adik ipar dan kakak ipar plus suami yang manja banget,namun syukurlah atas berkat dari Tuhan Yesus maka sejauh ini saya makin terasah dan mampu mengurus rumah ini dan menjadi Ibu Rumah Tangga.

Apalagi kini Tuhan telah memberkati kami dengan mempercayai saya untukmengandung anak kami,saat ini kandungan saya telah berumur 5bulan,makin lama janin kami makin nakal saja,ia sangat manja dengan koko sebagai ayahnya,apabila koko sedang keluar entah itu ke bank atau kemana saja maka ia akan menendang-nendang di dalam perut saya seakan-akan kangen dan ingin menanyakan di mana ayahnya sedang pergi,namun begitu koko datang maka ia langsung tenang dan berhenti menendang-nendang di dalam perut,koko sangat bangga dengan janin kami ini dan selalu mengelus-ngelusnya agar ia diam dan tidak menendang-nendang dalam perut saya,dasar anak yang manja seperti bapaknya hehehe….

Kegiatan sehari-hari saya adalah belanja di pasar untuk makanan kami sekeluarga dan mengurus rumah dibantu dengan pembantu di rumah kami yang telah kami anggap sebagai adik kami sendiri,saya juga sebenarnya tidak pernah bermimpi akan memakai Daster yang sebelumnya saya pandang sebelah mata ketika masih di Medan,saya anggap ibu-ibu yang memakai daster adalah wanita yang tidak kreatif dan hanya di rumah saja mengurus suami dan anak-anak namun kini saya sendiri malah mengalaminya,namun saya sekarang cukup bangga dengan posisi saya sebagai Ibu Rumah Tangga dan Nyonya Michael.

Saya senang karena begitu tiba di Sorong koko langsung mengantar saya untuk bertemu dengan keluarga-keluarga Sipayung yang ada di Sorong karena setidaknya saya tidak sendiri di Sorong namun saya mempunyai abang,kakak,eda dan keponakan di sini walaupun sebenarnya baru kenal,koko juga membawa saya dan selalu menemani saya di dalam arisan marga Silalahi,arisan marga Toga Simamora dan arisan suku Simalungun di Sorong sehingga saya selalu dekat dengan orang-orang batak lainnya di kota Sorong,selain itu juga saya aktif di komisi wanita di gereja kami Gereja Kristen Kalam Kudus Sorong sehingga saya juga banyak mempunyai teman-teman baru sebagai teman-teman kaum ibu di gereja,ada Ibu Amien Gea yang merupakan ibu pendeta yang selalu mengayomi,ada ibu salu,ada ibu anna,ada tanta oba bahkan ada tante saya sendiri yang merupakan tante dari koko seperti tante yani,tante sin dan tante henny yang juga segereja dengan kami.

Semoga Tuhan selalu memberkati kota di mana saya tinggal sekarang dengan Koko dan calon anak kami ini yang rencananya akan lahir pada tanggal 22 Januari 2009 apabila Tuhan berkenan.

Diatei Tupa Jahowa

Posted in Saya dan Indah | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 8 Comments »

Habiskan Malam di Cafe Tenda Tepi Tembok Berlin

Posted by sevilla99 pada September 2, 2008

Suasana rumah lagi hangat malam ini,wil lagi marah-marah karena koko lupa merendam kacang kedelainya yang akan ia buat jadi susu kedelai sedangkan bapak lagi stress bulanan yaitu bayar gaji supir-supir angkotnya yang berjumlah 4orang.

Saya dan koko lalu memutuskan untuk ngacir dulu sementara dari rumah daripada koko kecipratan emosi entar malah berkoar-koar lagi ga jelas..

Target pertama kami sebenarnya makan di Ayam Goreng MyDea yang terletak di samping Bravo Cell namun ternyata MyDea sudah tutup karena terkena giliran mati lampu pada malam ini,kami pun melanjutkan menuju depan Toko Thio untuk melihat majalah-majalah yang baru masuk sore tadi namun ternyata tidak ada satupun majalah yang menarik bagi saya maka kami pun memutuskan untuk balik menuju kamp.baru.

Lagi sementara di jalan lalu koko mengajak saya untuk duduk menikmati malam sambil ngobrol di Cafe Tenda yang banyak berjejeran di samping Tembok Berlin,Tembok Berlin Ala Sorong adalah Tembok pembatas antara pantai dengan daratan,Tembok tersebut sebenarnya bernama Tembok Dofior namun kemudian malah dikenal dengan nama Tembok Berlin jadi kami pun menamakannya Tembok Berlin atau kadang disingkat dengan sebutan TEMBER.

Banyak Cafe yang berjejeran lalu kami memilih untuk singgah pada salah satu cafe yang ada,cafe tersebut tidak ada cahaya yang lebih terang daripada cahaya lilin,bagi saya ini bukanlah romantis namun gelap sekali apalagi kami sendiri telah menikah bukan pacaran lagi..

Kami memesan 2 gelas Teh dan 1 porsi Pisang Keju Bakar..sebenarnya makanan dan minuman ga terlalu penting karena yang penting adalah kebersamaan kami menikmati malam ini sembil ngobrol serasa seperti pacaran padahal janin kami dalam perut saya lagi nguping..hehehe…

kami sempat duduk sekitar 2jam hingga koko merasa bosan lalu mengajak pulang sambil sebelumnya membeli Martabak Telurnya untuk makan malamnya..

(Indah Anastasia Sipayung,Sorong 2 September 2008)

Posted in Saya dan Indah | 1 Comment »