Tanggal 19 Januari 2009 hingga tanggal 25 Januari 2009 adalah hari yang sibuk bagi kami sekeluarga karena pada hari-hari tersebut adalah hari kelahiran dan awal hadirnya anak kami di dalam keluarga besar kami.
Pada tanggal 19 Januari 2009 pagi kami bangun pada pagi hari itu seperti biasa..saya,Indah,Tulang dan Atturang memilih jalan pagi ke Pasar Sentral untuk membeli ayam kampung jantan dan ikan untuk nantinya kami masak sepulang kami dari pasar dan juga sekalian agar Indah bisa jalan pagi..maklum saya malas antar dia bangun pagi sih.
Setiba di Pasar maka Atturang dan Tulang sibuk memilih ayam kampung jantan yang rupanya kemudian saya baru tahu akan dimasak untuk membuat hidangan khas Simalungun yaitu Dayok Binatur.
Sepulang dari pasar,saya minta ijin pada Indah untuk ke Kantor Pos untuk mengecek 2 kiriman yaitu yang berasal dari Lawei Rosenman Saragih Manihuruk dari Jambi dan Bang Marim Purba yang mungkin akan kirimkan buku yang ia telah janjikan pada saya sebelumnya.Dan ternyata mmg ada,dengan hati yang gembira saya pulang dari Kantor Pos dan menuju ke rumah Tulang Sumbayak untuk mengantarkan Majalah Sauhur yang mmg sudah saya janjikan kepadanya.
Lagi asyik ngobrol dengan Tulang Sumbayak lalu hp saya berdering tp sayangnya hp saya ketika itu Nokia 5700 payah banget krn harus di “ketok-ketok” atau bahkan dibanting dulu baru keypadnya aktif..payah banget nih HP..akhirnya 1 panggilan terlewatkan yang kemudian saya tahu adalah telp dari Indah…kemudian berbunyi lagi HP saya dan kali ini berhasil saya mengangkap telpnya krn keypadnya berhasil saya atasi.Dari ujung telp terdengar suara tangisan Indah yang mengabarkan bahwa Air Ketubannya sudah pecah sehingga saya harus segera pulang karena yang lain sudah siap-siap mengantarnya ke Rumah Sakit.
Sesegera mungkin langsung saya pamit pulang dari rumah Tulang Sumbayak dan meluncur ke arah rumah yang berkisar 1 KM, dan begitu tiba di rumah mmg ternyata air ketuban Indah telah pecah dan yang kini ia rasakan adalah pinggang belakang yang terasa panas minta ampun sedangkan tulang dan atturang saya lagi sibuk menyelesaikan pembuatan Dayok Binatur mereka secepat mungkin agar bisa diserahkan pada Indah sebelum kami ke Rumah Sakit.
Begitu selesai pembuatan Dayok Binatur dan diserahkan kepada Indah dan Saya oleh Tulang dan Atturang maka langsung kami meluncur ke Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu yang terletak di KM.12..Mengapa kami memilih Rumah Sakit ini?sedangkan 200 M dari rumah kami terdapat Rumah Sakit Mutiara atau pada jarang 30 M terdapat bidan Saragih/br.Harahap..karena pada Rumah Sakit Sele Be Solu-lah dr.Edwell Sembiring,SP.OG berdinas karena memang kami menginginkan agar proses kelahiran anak kami dibantu olehnya makanya kami pun segera meluncur ke Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu.
Sesampai di RS Sele Be Solu sempat kami marah pada 2 orang perawat yang terkesan melongo ketika kami dengan agak sedikit menjerit meminta tolong berikan kami Kursi Roda agar Indah bisa duduk di atasnya dan diantarkan ke Kamar Bersalin,beberapa menit kemudian tibalah Indah di kamar bersalin yaitu pada sekitar jam 11 siang.
Hasil pemeriksaan oleh Bidan ternyata Indah masih pada posisi bukaan 3 sehingga masih menunggu 7 bukaan lagi sedangkan Indah sudah terus berteriak menjerit akibat kesakitan yang amat sangat karena janin kami terus merangsek ke arah depan agar bisa keluar nantinya.
Pada saat itu mulai banyak yang berdatangan mulai dari Wil dan Shelly,Besan Joshua Sipayung dan Besan Monika Sipayung,Ibu Esther,Ibu Amien Gea,Pdt.Amienuddin Gea,Ibu Suwarni dan masih banyak lagi…semua seakan-akan dengan sabar menunggu kelahiran jagoan kami.
Akhirnya menjelang pukul 6.00 Petang,Dr.Edwell Sembiring datang ke ruang bersalin dan mengecek ternyata Indah sudah pada posisi bukan 10 yang mana artinya sudah saatnya untuk mengejan agar jagoan kami bisa keluar…terus mencoba dan mencoba hingga pada pukul 6.45 belum menghasilkan hasil.Bahkan sempat Atturang berpikir agar melakukan proses Kelahiran Caesar saja namun ditentang keras oleh Indah yang memang sejak awal kehamilannya sangat ingin melahirkan secara Normal.
Pada pukul 6.45 Petang tiba-tiba merangsek masuk Ibu Vonny ke dalam ruangan bersalin sambil membawa sebotol Aqua ukuran 600ml dan langsung ia cucikan pada wajah Indah,lalu usap-usapkan pada perut Indah serta percikkan ke arah pintu keluar jagoan kami..tidak lama kemudian terjadi kontraksi hebat yang membuat Indah langsung mengejan kembali sekuat tenaga dan tak lama kemudian pada pukul 7.00 Malam tepat keluarlah jagoan kami Vincenzo yang juga disaksikan oleh Saya,Ibu Amien Gea,Besan Joshua,Ibu Suwarni,Ibu Vonny dan Atturang serta Dokter Edwell dibantuĀ bidan.
Saya seakan terpaku dan menganga melihat manusia yang keluar dari dalam perut Indah…begitu putih bersih dan langsung menangis…tidak lama setelah melahirkan langsung Indah pingsan krn kecapekan..saya dan atturang sangat kuatir jangan sampai kenapa-kenapa terjadi pada Indah sehingga kami berdua langsung menampar-nampar pipi dan semua wajah Indah hingga ia sadar..saya pun langsung memburu bidan untuk melihat anak kami.
Vincenzo Girsano Wong Tomarere,itu nama Final yang kami berikan padanya…ia sangat besar yaitu 3,5kg dengan panjang 50Cm padahal ibunya hanya setinggi 157 cm..seorang bayi raksasa…
Kami pun kemudian berpindah ke kamar VIP dan saya ditemani Opan yang datang berkunjung ke kami segera pulang ke rumah untuk menguburkan ari-ari Vinz di rumah kampung baru…
Kami di Rumah SakitĀ Sele Be Solu selama 2hari dan pulang pada hari rabu pagi…namun sesuatu terjadi pada kamis pagi dan kami sangat menyayangkan ketidak profesionalnya oknum Bidan/Perawat di Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu itu (Bersambung…………)