Jauh sebelum saya masuk menjadi bagian dari Simalungun dan bahkan kemudian mempunyai marga Simalungun maka saya hanya tahu bahwa Simalungun adalah Batak juga hehehe…dan karena masuk bagian dari Batak maka Simalungun adalah Kristen karena Batak (dalam hal ini Toba) adalah identik dengan Kristen.
Namun seiring waktu dan semakin banyak mengenal tiap personal orang Simalungun maka makin banyak juga saya temukan bahwa Orang Simalungun bukan hanya Kristen Protestan yang dlm hal ini berafiliasi ke GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) yang dalam hal ini sebagai Gereja Suku dari Suku Simalungun.
Saya juga akhirnya tahu bahwa ternyata di Simalungun ada komunitas umat Katholik di sekitaran Haranggaol-Hinalang dan mungkin pada beberapa tempat di Simalungun jd ternyata tidak semua adalah jemaat GKPS rupanya.
Saya juga tahu setelah berbagai hunting informasi tentang Simalungun bahwa ada komunitas Islam yang besar di Simalungun terutama di daerah yang bersentuhan dengan suku Melayu bahkan bisa dikatakan Kerajaan Islam di Simalungun semenjak Raja Damanik berpindah dari agama Pagan ke Islam.
Perkenalan saya dengan Muhar Omtatok Saragih makin mengenalkan saya bahwa Simalungun bukanlah sama dengan GKPS namun Simalungun adalah suatu Suku di Sumatra Timur dengan keyakinan yang berbeda dan saling menghormati diantara mereka.
Saya tidak pernah bertemu langsung atau sekedar smsan pun ga pernah karena tidak tahu no.hpnya bahkan email saya pun ga dibalas (hahaha ga mantap lawei kita ini) namun dari beberapa artikel yang beliau tulis pada blog beliau pada alamat http://halibitonganomtatok.wordpress.com/ dan juga aktif pada forum Spiritual Batak (Simalungun) di Forum Kaskus juga sebagai Redaksi pada Majalah Budaya Simalungun “Sauhur” lalu begitu aktifnya beliau dalam berbagai kegiatan Simalungun lalu membuat saya menjadi merubah pandangan saya sebelumnya bahwa Simalungun yang Muslim selalu menghindari dan kemudian melupakan adat dan budaya Simalungun bahkan kadangkala tidak mau memakai marga mereka namun perkenalan lewat Internet dengan Lawei Muhar Omtatok Saragih ini setidaknya merubah banyak pandangan tersebut.
Lalu saya ceritakan pada Indah tentang “sepak terjang” Lawei Muhar Omtatok Saragih ini bahwa ia sangat aktif dalam kesenian dan aktivitas budaya Simalungun.Indah pun berkomentar bahwa sesungguhnya Orang Simalungun Muslim malah lebih rajin bekerja tanpa banyak bicara atau pun sekedar berteori,mereka hanya bekerja dan bekerja namun kadang kala tidak hiraukan atau diajak oleh saudara-saudara mereka yang Kristen untuk berpartisipasi namun aslinya asal diajak pasti mereka mau dan bekerja.
Indah lalu mengambil contoh dengan kejadian yang baru terjadi dalam keluarga besar saya Ratumanan di mana ternyata di dalam keluarga besar kami adalah 5 keluarga yang Muslim namun ternyata perbedaan keyakinan bukanlah masalah bagi mereka yang muslim dan mereka pun mengundang agar arisan perdana Keluarga Besar Ratumanan di Sorong untuk dilaksanakan di rumah Bpk.Joko sebagai suami dari sepupu saya Ida Koraag yang muslim sebagai bukti keseriusan mereka untuk bisa bergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Ratumanan yang memang umumnya Kristen.
Lalu sekitar 50 meter dari rumah saya terdapat keluarga tulang Indah yaitu Keluarga Saragih Garingging yang juga seorang Muslim,sayangnya tulang tsb sudah almarhum.Namun dari cerita yang saya dengar mengenai tulang Saragih itu semasa hidup ia adalah seorang yang mau bergaul dengan saudara-saudaranya sesama perantauan Simalungun di Sorong walaupun berbeda keyakinan karena umumnya perantauan Simalungun di Sorong adalah umat Kristen,sikap mau bergaul inilah yang membuat beliau disegani dikalangan perantauan Simalungun di Sorong hingga akhir hayatnya dan dikebumikan di Sorong dengan pelayat yang lumayan banyak dari umat Islam maupun Kristen.
Ternyata Keanekaragaman Keyakinan dikalangan Orang Simalungun bukanlah sesuatu yang jelek namun adalah sesuatu yang Indah dan Mendamaikan asalkan kita mau menerima perbedaan itu dengan lapang dada.
Ini adalah pendapat saya pribadi dan saya mohon maaf apabila ada pihak yang merasa tersinggung dengan postingan saya ini..Diatei Tupa Ma




