Kami sebenarnya tidak ada terpikir untuk melaukan proses persalinan putra kami di Rumah Sakit Umum Daerah “Sele Be Solu” sebelumnya namun karena Dokter Kandungan langganan kami yaitu dr.Edwell Sembiring SPOG berdinas di sana maka kami pun memutuskan untuk melakukan persalinan di sana.
Awalnya semua berjalan hampir sempurna karena atas bantuan dr.Edwell Sembiring SPOG itulah sehingga bayi kami Vincenzo bisa lahir dengan baik dan ibunya pun sehat.
Kami pun menginap 2 malam di ruang Kelas I di Rumah Sakit Pelat Merah milik Pemerintah Kota Sorong itu.
Tiap pagi dan sore selalu ada perawat yang datang ke kamar kami lalu berkata : “ayo mandi pagi ade…” maka kami pun menyambutnya dengan baik dan segera menyiapkan perlengkapan mandi milik Vinz seperti kain bedong,baju,celana,sabun,shampo dan sebagainya…dan kemudian sekitar 20menit Vinz diantar balik oleh perawat rumah sakit tsb dengan keadaan yang sungguh bersih krn sudah mandi dan wangi….itu terjadi sebanyak 4-5 kali selama kami di Rumah Sakit Sele Be Solu itu..
Namun sayangnya dibalik semua yang wangi dan bersih itu ada sesuatu yang mengancam jiwa anak kami…yaitu Kain Perban pembungkus pusarnya yang masih luka itu tidak pernah diganti oleh Perawat-perawat di Rumah Sakit Sele Be Solu itu…
Jelas saja sepulang kami ke rumah pada hari rabu tanggal 21 Januari pada pagi harinya maka pada malamnya Vinz terus rewel menangis meraung-raung dan menjerit…kami semua bingung pada keadaan ini dan suhu badannya memanas namun kami tidak curiga sama sekali pada kain perban yang menutupi pusarnya itu bahwa itu kain perban yang sudah lama,kotor,berbau dan bernanah…
Pagi harinya langsung Saya,Indah,Atturang dan Vinz segera pergi ke tempat praktek dokter spesialis anak bernama dokter Adrina,kemudian dokter Adrina menyarankan untuk opname di rumah sakit terdekat di rumah kami,kami memilih Rumah Sakit Mutiara yang hanya 300meter dari rumah kami.
Setiba di Rumah Sakit Mutiara,Vinz yang dalam keadaan suhu badan panas tinggi,infeksi dan badannya menguning langsung ditangani oleh pemilik Rumah Sakit Mutiara tsb yang juga merupakan teman bapak saya yaitu dr.Pahimah.
Atas penanganan yang cepat langsung bayi berumur 3hari itu diinfus,saat akan diinfus Indah sudah menangis duluan di luar karena tidak tega melihat Vinz diinfus oleh dokter,akhirnya saya yang terus menemani Vinz yang lagi dipasangi infus oleh dokter.
Setelah terpasang dan kami berpindah ke kamar,berangsur-angsur Vinz pun mulai menurun panas tubuhnya dan juga bisa tersenyum kembali…
Saya coba hub dr.Edwell Sembiring SPOG mempertanyakan kinerja perawat-perawatnya namun jawaban yang saya terima dari dr.Edwell Sembiring SPOG adalah bahwa semuanya telah sesuai Protap yang berlaku di RS.Sele Be Solu…Jadi Protap seperti ini ya yang dilakukan oleh rumah sakit plat merah itu yaitu perban busuk pun ga diganti-ganti….
Penilaian saya yang sebelumnya point 9 untuk Rumah Sakit Sele Be Solu kini angka 1 pun gak akan saya berikan..kecuali angka NOL BESAR untuk rumah sakit ini….payah kalian kerja!!!



