Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Damanik’

Marga-Marga di Simalungun (Posting oleh Masrul Purba di milis Bar-Sim)

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 9, 2009

Simalungun mengenal 4 marga (morga) yang kerap disebut dengan morga sioppat, yaitu Sinaga, Purba, Saragih, dan Damanik atau disingkat dengan SIPASADA. Hubungan kekeluargaan, asal, dan silsilah (tarombou) dari keempat marga ini belum dapat ditentukan secara ilmiah, namun yang pasti mereka ini saling bersanina, bertondong, dan beranak boru dalam bingkai Tolu Sahundulan Lima Saodoran dengan berfalsafah hidup pada Habonaron Do Bona.

Marga Sinaga mengenal beberapa cabang marga dengan kategori berikut:

1. Cabang asli Simalungun, yaitu Dadihoyong, Porti, Simaibang, dan Simanjorang

2. Cabang dari Toba, yaitu Bonor (Pande, Suhut ni Huta atau Sidasuhut), Uruk, Oppu Ratus. Lalu ada beberapa marga lain yang dahulu pada masa eksisnya kerajaan-kerajaan Simalungun berafiliasi dengan marga Sinaga, di antaranya seperti Sipayung, Silalahi, Sihaloho, Sitorus, Sirait, Butar-Butar, Manurung, Sinurat, dan lain-lain.

Marga Purba mengenal beberapa cabang, yaitu:

1. Cabang asli Simalungun meliputi Tambak, Sidasuha, Sidadolog, Sidagambir, Siborou, Sigumonrong, Silangit, Sihala, Tua, Tanjung, Tondang, Tambun Saribu, dll

2. Cabang dari Pakpak, yaitu Pakpak (dari Tungtung Batu) dan Girsang (Lehu).

3. Cabang dari Toba yaitu Manorsa, cabang marga ini hanya dijumpai di daerah Haranggaol. Sementara itu, untuk marga Purba Toba yang banyak bermukim di daerah Dolok Sanggul juga mengenal beberapa cabang, seperti Sigulang Batu, Parhorbo, dan Pantom Hobon.

Kaitan antara marga Purba Simalungun dengan Purba Toba ini, penulis berpendapat keduanya berasal dari satu keturunan, namun saya belum mampu menguraikan siapa yang lebih dulu ada di antara keduanya. Purba yang dikaitkan dengan Simamora, Manalu, Debataraja, Rambe, dan Lumban batu, penulis berpendapat mereka tidak ada hubungan satu sama lain.

Sebagaimana halnya marga di atas, marga Saragih juga mengenal cabang-cabang dengan kategori berikut:

1. Cabang asli Simalungun, yaitu Sumbayak, Garingging, Sidasalak, Sidajawak.

2. Cabang dari Toba, yaitu Turnip, Siadari, Sijabat, Sidauruk, Simanihuruk, Sinapitu, Siallagan, Sitio, Sidabutar, Sidabalog, Simarmata, Sitanggang, Ruma Horbo (di Simalungun membentuk cabang baru yaitu Simaronggang) , Tamba, dan Sidabaho (Naibaho), dll.

3. Cabang dari Karo, yaitu Munte.

4. Lalu beberapa cabang yang belum diketahui secara pasti keberadaannya apakah sebagai cabang asli atau pendatang seperti Sidamuntei, Parmata, Sidapulou, dan Simatondang.

Demikian juga marga Damanik mengenal beberapa cabang, yaitu:

1. Cabang asli Simalungun, yaitu Rappogos, Malayu (asal marga Malau), Barotbot, Usang, Bayu, Sola, Sarasan, Rih, Hajangan, Simaringga, dll.

2. Cabang dari Toba, yaitu: Manik (Raja), Malau, Gurning, Tomog, Ambarita (Bariba), Limbong, Sagala, dll.

Jawaban pertanyaan Sanina Frans Purba mengenai marga Suha. Suha tidak lain adalah Sidasuha, Suha penyebutan untuk wanita (boru), sedang Sidasuha untuk penyebutan kepada laki-laki.

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , | 10 Komentar »

Beberapa Arsip Foto Raja-Raja Simalungun di Museum Belanda

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 5, 2009

portret-van-de-radja-ragaim-van-dolog-silou-simaloengoen-batak-oostkust-sumatra

Raja Ragaim dari Dolog Silou

Beberapa hari yang lalu botou Diana Purba posting di milis Barita Simalungun (bar-sim@yahoogroups.com) tentang beberapa arsip foto-foto Simalungun jaman dulu yang ada di museum Belanda.

Tanpa tunggu lama langsung saya menuju ke website tsb dan mmg betapa kayanya museum itu karena terdapat beberapa foto-foto mengenai Simalungun yang menjadi koleksi mereka.

Sekalian betapa tragisnya kita karena justru dokumen-dokumen sejarah kita malah berada di museum negara lain bukan di museum di negara kita sehingga dengan mudahnya bisa kita lihat atau mempelajarinya setiap saat.

Dengan foto-foto itu maka menjadi nyata dan jelas bahwa Simalungun mempunyai kekayaan budaya dan sejarah yang panjang dan sudah terbentuk sejak sekian lama namun sayangnya (sekali lagi sayang)kini makin sedikit generasi muda Simalungun yang bangga dengan kekayaan sejarah dan budaya Simalungun akibat tertutup oleh pengaruh budaya Toba.Sikap orang Toba yang selalu merasa diri lebih tinggi baik harkat,martabat dan budayanya ditambah dengan budaya orang Simalungun yang selalu menunduk mangung-manggut membuat dengan cepat pula budaya dan bahasa Toba berkuasa atas Simalungun…

Beberapa Foto-Foto yang lain :

de-raja-van-dolok-met-zijn-gevolg-simeloengoen

Raja Dari Dolog (apakah Saribudolok/Silimakuta?)

hoofden-van-simaloengoen-oostkust-sumatra1

Para Penguasa Suruhan Belanda?

simalungun-sialang-bula

Sialang Bula - Simalungun

purba1

Raja Purba

simalungun-panei

Penjaga di Kerajaan Panei

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , | 28 Komentar »

Damanik Simalungun Bukan Manik Dari Toba Maupun Dari Pakpak

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 30, 2008

Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga Damanik dan marga-marga lain dalam Suku Simalungun berasal dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Birma, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.

Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara. Pada abad ke-12, keturunan Raja Nagur mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola dari India, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:

Marah Silau (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)

Soro Tilu (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)

Timo Raya (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok) Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja,Sagala Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan mengaku Damanik di Simalungun.

(dikutip dari friendster morga Damanik : http://profiles.friendster.com/42115435

Morga Damanik memang mempunyai kesamaan bunyi dengan kata “Manik” namun bukan lantas Morga Damanik yang di Simalungun menjadi cabang dari Marga Manik yang di Samosir Toba seperti yang ditulis dalam Tarombo akal-akalan Toba.

Selain Damanik di Simalungun dan Manik yang di Toba juga terdapat Manik dari Pakpak,Manik yang dari Pakpak ini pun juga bukan cabang marga dari Manik yang dari Toba namun berdiri sendiri yaitu merupakan anak dari MPU BADA dengan susunan anak sbb : Tendang menurunkan marga T’ndang,Rea menurunkan marga Banurea dan Manik yang menurunkan marga Manik.

Lalu ketika kedatangan marga Sagala,Malau,Manik,Limbong,Gurning dan Ambarita ke Tanah Simalungun agar bisa diterima dan menetap di Simalungun maka mereka harus berafiliasi dengan morga yang ada di Simalungun yang sudah ditetapkan yaitu SI-SA-DA-PUR (Sinaga-Saragih-Damanik-Purba),entah karena kesamaan bunyi antara Damanik dengan Manik sehingga mereka memilih untuk berafiliasi dengan morga Damanik.

Damanik yang asli Simalungun adalah :

  1. Damanik Bayu
  2. Damanik Sarasan
  3. Damanik Usang
  4. Damanik Malayu
  5. Damanik Solia
  6. Damanik Nagur – Raja Kerajaan Nagur?
  7. Damanik Bariba
  8. Damanik Rampogos
  9. Damanik Barotbot
  10. Damanik Hajangan
  11. Damanik Simaringga
  12. Damanik Rih

Damanik Afiliasi dari Samosir-Toba :

  1. Damanik Ambarita
  2. Damanik Limbong
  3. Damanik Gurning
  4. Damanik Malau
  5. Damanik Tomok
  6. Damanik Sagala

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , , , , | 5 Komentar »