Arsip untuk ‘Sorong’ Kategori
Halaman Ini Khusus Untuk Membahas Tentang Kota Sorong & Semua Yang Berkaitan Dengan Papua Barat
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Oktober 29, 2009
Perkembangan kota Sorong yg amat pesat mulai dari arus perpindahan penduduk dari daerah padat seperti Jawa,NTT dan Sulawesi yang terus masuk dan menetap di Sorong juga semakin banyak bangunan yg didirikan di Sorong sangat mempengaruhi keserdiaan pasokan listrikĀ yg ada di kota Sorong di mana PLN Sorong menggunakan tenaga Diesel sebagai tenaga utama sumber listrik di Sorong.
Dampaknya terasa sekali pada bulan ketika ada 2 mesin milik PLN Sorong yang mengalami kerusakan sehingga membuat defisit daya listrik mencapai 200 MW,kekurangan daya listrik sebesar ini membuat pemadaman listrik di kota Sorong semakin kocar-kacir,misalnya jika dahulu pemadaman malam hanya terjadi pada hari selasa pada area lingkungan kami namun itupun hanya dipadamkan jika memang terjadi kelebihan daya maka kini pemadaman di lakukan 2 kali dalam seminggu untuk malam yaitu hari selasa dan kamis dan hari sabtu pagi hingga siang untuk pemadaman listrik pagi-sore.
Pemadaman listrik yang terlalu sering membuat para wirausaha di kota Sorong jelas menjadi pontang panting karena mau tidak mau harus mengeluarkan dana lebih karena harus membeli genset untuk sumber tenaga listrik di rumahnya jika sedang mengalami pemadaman bergilir.
Entah sejauh ini bagaimana peranan Pemkot Sorong maupun Pemprov Papua Barat di dalam menyikapi krisis listrik yang terjadi di Sorong saat ini karena kesan yg saya tangkap adalah PLN dibiarkan berjuang sendiri untuk mengatasi masalah mereka tanpa ada bantuan yg nyata dari Pemerintah lokal di sini padahal kita sama-sama butuh listrik yg stabil dan tidak sering padam.
Alangkah ironisnya kota Sorong ini jika mengalami difisit listrik karena bahan bakar untuk PLTD Sorong yaitu Solar sudah dapat dihasilkan dan diproses di kota ini namun sayangnya rencana besar membangun PLTG dengan bahan bakar menggunakan Gas Alam dari Arar,Kab.Sorong masih jauh dari kenyataan padahal apabila PLTG sudah dibangun dan difungsikan setidaknya jaringan listrik di Kota Sorong,Kabupaten Sorong,Kab Sorong Selatan,Kab.Meibrat,Kab Tambraw dan mungkin juga Kab.Raja Ampat bisa terlayani dengan baik tanpa perlu bergantung pada PLTD.
Semoga masalah krisis listrik ini bisa cepat dituntaskan oleh pihak PLN Sorong sehingga malam natal nanti tidak benar-benar menjadi Malam Kudus ditemani lilin sepanjang malam karena mati lampu…
Ditulis dalam Sorong | Bertanda: Listrik, PLN, Sorong | Leave a Comment »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 6, 2009
3 Minggu yang lalu,selepas pulang dari mengantar barang ke rumah pelanggan di mana saya diterpa oleh hujan deras sepanjang jalan pulang ke rumah,sesampai di rumah langsung saya coba hangatkan badan dengan memakan sebungkus Indomie rebus namun daya tahan tubuh saya ternyata sudah drop pada saat itu karena pada malam harinya pada tenggorokan saya sudah terasa tidak nyaman banget yang mana bisa diartikan bahwa cepat atau lambat saya akan terkena pilek dan batuk.
Benar saja,selama 6 hari saya bergulat dengan flu dan batuk yang membuat badan jadi tidak fit dan jelas menghambat aktifitas,hingga hari ke enam flu dan batuk yg sedang saya idap tidak menular pada Vinz karena mmg Vinz mempunyai daya tahan tubuh yang patut diacungi jempol namun akhirnya pada hari minggu sepulang gereja daya tahan tubuh Vinz pun jebol dan ia pun ikutan flu dan mulai batuk seperti saya.
Posisi tersebut saya benar-benar jadi target tembak yang bagus karena sayalah biang keladi dari tertularnya Vinz batuk dan flu dari saya,semua marah pada saya mulai dari mama Vinz,Kong Vinz maupun kedua Oppung Vinz di kampung mempunyai sasaran tembak yang sama yaitu saya.
Pada saat itu cuaca kota Sorong sudah amat sangat jelek,di mana angin kencang bertiup,badai angin yang tiba-tiba membuat suhu badan juga menjadi tidak menentu panas dingin dan juga mulai menyebarkan penyakit kepada hampir seluruh penduduk kota Sorong.
Sakit dan sakit…kata itu paling umum didengar di sini,tempat praktek dokter hampir semua penuh secara merata demikian juga dengan apotek-apotek yang ramai melayani penjualan obat bebas flu dan malaria serta terakhir ditambah dengan oralit dan obat diare karena wabah Muntaber pun mengikuti.
Semua rumah sakit di Sorong tidak ada lagi yang kosong bahkan UGD dari RSUD Kab.Sorong dan RSUD Kota Sorong ramai dipenuhi oleh kebanyakan anak-anak yang sakit flu,pilek,malaria dan muntaber.Juga beberapa rumah sakit swasta ketiban rejeki dari penuhnya pasien rawat inap RSUD seperti Rumah Sakit Pertamina,Rumah Sakit Angkatan Laut,Rumah Sakit Mutiara,Rumah Sakit Herlina,Rumah Sakit Kartini dan juga beberapa klinik dan puskesmas lainnya yang ramai oleh anak-anak yang sakit.
Banyak yang mengatakan bahwa musim sakit ini karena Sorong sedang mengalami Pancaroba,saya sendiri pun tidak terlalu memahami apa sih yg dimaksud dengan Pancaroba itu?yang jelas cuaca kota Sorong benar-benar terburuk dalam 20tahun belakangan ini di mana hujan dan panas silih berganti membuat sakit secara merata semua penduduk kota Sorong.
Kapan kah ini akan berakhir?Tuhan tolonglah selamatkan kami penduduk Kota Sorong dan jauhkan dari sakit penyakit agar kami semua selalu sehat.
Ditulis dalam Sorong | Bertanda: Cuaca, Musim, Pancaroba, Rumah Sakit, Sorong | Leave a Comment »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Juli 14, 2009
Dalam usianya yang telah hampir mencapai 5thn di Sorong maka kehadiran FIF di Sorong sudah sangat banyak membantu penduduk Sorong yang ingin memiliki motor sendiri/pribadi namun mengambil secara kredit melalui cicilan 6 bulan,1 tahun dan 2 tahun.
Namun sayangnya tidak semua penduduk Sorong yang mempunyai itikat baik dalam mengambil kredit kendaraan roda dua ini melalui jasa FIF.
Ini saya buktikan dengan melihat terdapat 80unit lebih berbagai tipe motor merk Honda di halaman depan FIF ketika mengunjungi kantor mereka tadi pagi.
Terdapat berbagai tipe motor Honda yang ditarik oleh pihak FIF akibat gagal kredit yang dilakukan oleh pihak pengambil kredit.Ada Honda Revo,Honda Vario,Honda Karisma,Honda Supra x 125,ada juga beberapa Honda dengan CC yang besar yang tentunya juga harganya lumayan tinggi seperti Honda Megapro dan Honda Tiger.
Pagelaran Honda gagal kredit di depan kantor FIF Sorong ini juga menunjukkan bahwa ada sebagian penduduk Sorong yang tidak dapat dipercaya untuk dibantu mengambil kredit baik di FIF maupun lembaga pemberi kredit lainnya.Semuanya umumnya hanya untuk memuaskan nafsu lahiriah yaitu mempunyai sepeda motor yang terbaru dan keren namun tidak mampu untuk membayar lunas kepada pihak pemberi kredit membuat terpaksa penarikan barang pun dilakukan oleh pihak pemberi kredit.
Terus terang saya juga salah satu nasabah dari FIF dan sudah 2 motor yang saya keluarkan dari Dealer Honda di Sorong melalui jasa mereka yaitu pada bulan agustus 2004 saya mengeluarkan Honda Supra X 125 yang pada saat itu baru saja tiba di Sorong,jadi pembeli pertamanya adalah saya pada saat itu…beli via kredit FIF maksudnya…1tahun pun saya lunasi ke FIF,selepas 3thn tepatnya pada tahun 2007 dan Honda Revo lagi getol-getolnya dipromosikan maka saya pun menjual Supra X125 saya kepada adik saya dan mengambil Honda Revo kembali melalui jasa FIF dan itupun berhasil saya lunasi dalam tempo 1thn pada bulan Agustus 2008 lalu.
Kredit kadangkala membawa keuntungan bagi pemberi kredit namun kadangkala juga kerugian bagi yang memberi kredit,jangan melihat keuntungan yang didapat oleh pihak FIF namun lihatlah peran besar mereka dalam membantu Anda mendapatkan kredit sepeda motor Honda hingga anda bisa dimudahkan dalam bertransportasi kemana pun yang Anda inginkan….
Ditulis dalam Sorong | Bertanda: FIF, Kredit, Sorong | Leave a Comment »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada April 25, 2009
Saya menemukan foto-foto ini pada sebuah Facebook anak Sorong juga..semoga beliau tidak keberatan foto-foto Sorong masa lalu saya muat kembali pada blog saya ini.
Pada Tahun 1959,Sorong masihlah daratan yang terhampar luas kosong melompong,beda dengan saat ini yang padat,sempit dan semrawut

Jaman dulu sih yang kayak begini banyak,sekarang semua sudah berpakaian..Gak jaman lagi orang Sorong pakai Koteka/Cawat..yang pakai Koteka/Cawat di daerah pegunungan Jaya Wijaya,bukan di Sorong

Saat ini,anak-anak ini sudah jadi Opa-Oma semuanya...

Sorong sudah dikenal sebagai Kota Minyak sejak dahulu kala,rel ini berfungsi sebagai transportasi minyak,jaman dulu jalan raya masih belum bagus kali ya?

Sorong yang masih kosong melompong,bahkan tembok berlin juga belum ada...

Tampak pegunungan kota Sorong juga pantai,saat ini foto ini cuma sebagian dari total luas Kotamadya Sorong

Ternyata inilah LIDO?karena LIDO yang sekarang cuma nama tempat aja,pantai yang kotor tempat pembuangan limbah RSUD Sorong

LIDO masa lalu tempat rekreasi para bule sekarang tempat pemandian bagi yang suka gratisan sekalian dapatkan bonus buangan limbah dari RSUD

Sunset di Sorong...Pulau Buaya tetap gak berubah,dari dulu hingga sekarang di jaman milenium

Bandara Sorong di Pulau Jefman,saat ini bandara ini terbelengkalai dan menjadi milik Pemkab Raja Ampat sejak bandara Sorong dipindahkan ke daratan Sorong.
Ditulis dalam Sorong | Bertanda: Sorong | 1 Komentar »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Maret 24, 2009
Beramatkan pada www.sorongkota.go.id yang harusnya menjadi website dan sarana informasi bagi masyarakat kota Sorong yang berada di luar dan juga di dalam kota Sorong serta menjadi guide bagi para pencari informasi tentang kota Sorong dari Pemkot Sorong.
Namun apa yang terjadi sejak dilaunching oleh Ibu Wakil Walikota hingga saat ini website ini belum-belum juga kelar?ada apa ini?apa masih kurang biaya yang dikeluarkan oleh pihak Pemkot yang kalo tidak salah diatas angka 100juta lebih..
Inilah salah satu potret pemerintahan Kota Sorong yang terkesan mengabaikan kemampuan anggota masyarakatnya sendiri.
Jika sekedar membuat website maka ngapain juga harus orang dari luar Sorong?yang hanya tinggal menyalin dari artikel yang sebenarnya sudah disusun oleh Pemkot Kota Sorong..Kadangkala justru Pemkot yang memandang enteng kemampuan putra daerahnya dan lebih bangga dengan memakai jasa dari luar Sorong.
Jika membuat web memakai template seperti www.sorongkota.go.id pun sebenarnya orang di Sorong si pun bisa tanpa harus memesan dari luar yang hingga sekarang pun kerjanya blm beres-beres itu juga pada header atas masih tertulis camp26.com sebuah domain yang tak bertuan.
Tampilan website yang tambal bolong seperti ini cuma akan memalukan nama Sorong di hadapan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia,entah siapa yang menjadi “Calo” sehingga membawa sebuah webmaster yang bekerja dengan lambat ini bisa bertemu dengan Walikota Sorong dan meloloskannya untuk mengerjakan website Pemkot Sorong.
Tampilan warna yang digunakan untuk website www.sorongkota.go.id jauh dari kesan yang menawan dan cerah..dengan menggunakan warna background merah-hitam membuat website ini terkesan sama sama dengan website porno atau menggunakan template website porno..mohon webmaster website ini untuk mengubah warna background agar jauh dari kesan yang negatif.
Sungguh suatu website milik Pemkot Sorong yang jauh dari kesan profesional malah yang nampak adalah kerja amatiran….kasihan sekali Pemkot Sorong percayakan pembuat website pada orang-orang amatiran itu….
Ditulis dalam Sorong | Bertanda: Sorong, website | 3 Komentar »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 15, 2009
Ada begitu banyak kargo pengiriman yang berada di Indonesia mulai dari Plat Merah seperti Kantor Pos atau juga Plat Kuning Nasional seperti KGP,TIKI,MEX,Makmur Thomas,Ganda Express,PCP dll atau juga yang Plat Kuning Internasional seperti DHL dan yang sejenis.
Dari banyak pilihan itu dan berbagai pengiriman saya ke banyak kota menggunakan jasa pengiriman akhirnya pilihan saya jatuh kepada jasa pengiriman yang bisa dikatakan klasik karena telah lama beroperasi di Indonesia yaitu Kertagaya Pusaka atau biasa disingkat dengan nama KGP.
Mengapa harus KGP?
Terlebih dahulu sebelum saya melontarkan argumen saya maka perlu saya jelaskan bahwa saya tidak sedang posisi berpromosi untuk KGP namun informasi ini sebagi share pengalaman saja.
KGP mempunyai cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan semuanya di bawah kontrol pusat sehingga sesama KGP di seluruh Indonesia saling mengenal.KGP juga bukan Franchise yang tersebar di seluruh Indonesia namun antar cabang tidak saling mengenal.Akibat sistem satu atap ini sehingga KGP lebih teratur.
KGP mempunyai cabang yang seluas dengan Kantor Pos,jadi jika selama ini mungkin nama besar TIKI lebih besar daripada KGP namun sebenarnya dari jumlah cabang di seluruh Indonesia sebenarnya KGP lebih unggul karena tersebar hingga jauh di pelosok nusantara yang belum tentu dicakup oleh TIKI,jadi bisa dikatakan jumlah agen KGP nyaris menyamai Kantor Pos yang pelat merah.
Mengapa KGP hingga mempunyai cabang yang luas dan tersebar merata?karena KGP menjalin kerjasama dengan semua Bank di Indonesia,sehingga dengan syarat di mana ada BRI (Bank Rakyat Indonesia) ataupun BNI (Bank Nasional Indonesia) maka di situ akan berdiri cabang KGP sebagai sarana pengiriman surat-surat penting bank baik kepada nasabah maupun antar bank.
Bayangkan,barang kiriman anda yang anda kirimkan bersama KGP mendapatkan prioritas setara dengan surat-surat penting bank,saya yakin pasti barang saya aman dan mendapatkan prioritas lebih baik di bandara mana pun karena terkirim bersama bersama surat-surat penting perbankan.
Lagipula dengan fokus untuk melayani arus pengiriman perbankan membuat tarif pengiriman KGP utk masyarakat umum bukanlah prioritas utama untuk meraup keuntungan,tidak heran jika tarif KGP Sorong jauh sangat murah dibandingkan dengan Kargo-Kargo lain yang ada di Sorong.
Selama saya menjadi pelanggan KGP tidak pernah ada barang saya yang hilang dalam pengiriman,hal inilah yang membuat saya ingin membuat testimoni penghargaan atas kerja bagus dari KGP,mungkin dalam hal ini lebih fokus ke KGP Sorong.
Ditulis dalam Sorong | Bertanda: BRI, Kargo, KGP, Sorong, TIKI | 7 Komentar »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 6, 2009
Tanggal 5 Januari 2009 adalah hari yang benar-benar ramai karena setelah menikmati libur panjang selama hampir 10 hari lebih maka kini aktivitas ekonomi di Indonesia secara resmi kembali bergulir.
Sebenarnya pada hari itu saya harus mengantri di Bank Muamalat karena ada sedikit dana yang harus saya masukkan ke dalam rekening saya untuk tabungan dana persiapan melahirkan Indah yang sedang menunggu hari namun sayangnya akibat aktivitas transaksi yang sangat ramai membuat saya tidak bisa ke Bank Muamalat.
Siang itu saya bersama Rifaldi ke ATM BRI yang terletak di dalam lingkungan Bank BRI Cab.Sorong untuk membayar iuran langganan Indovision milik Rifaldi.
Bank BRI Cab.Sorong mempunyai begitu banyak anak cabang seperti di Lido,Pasar Sentral Remu,Klasaman dan di Aimas namun ATM BRI yang ada di kota Sorong cuma 1unit saja membuat para nasabah yang hendak mengambil dana mereka di ATM BRI harus mengantri lebih lama dibandingkan jika mengantri di ATM Bank Papua,BII atau Bank Mandiri di mana ATM-ATM dari 3 Bank tersebut sudah banyak di kota Sorong bahkan ATM Bank Papua & BII tersebar hampir di seluruh kota Sorong.
Sudah terjadi beberapa kali pergantian Kepala Cabang Bank BRI Sorong namun tidak ada satupun yang kepikiran untuk menambah jumlah ATM Bank BRI yang cuman sebiji itu,Namun sebelum berpindah tugas ke salah kota di Kalimantan Selatan Kepala Bank BRI yang sebelumnya B.Bernadus.Nadapdap setidaknya sudah membuat inovasi penting di dalam pelayanan BRI pada nasabahnya yaitu membuat BRI kini online di setiap kantor cabang karena sebelumnya BRI tidak online antar sesama BRI apalagi dengan bank lain,semoga inovasi bagus yang dikembangkan oleh Lae Nadapdap ini bisa diteruskan oleh penggantinya yaitu Bp.Astika Gunarto.
Saya dan Rifaldi telah tiba di ATM BRI dan kami pun mulai mengantri,ngeri juga melihat orang begitu banyak yang mengantri di ATM BRI yang cuma sebiji ini dan juga banyak yang mengantri di dalam Bank,pokoknya semua serba sibuk,setelah mengantri lama maka tibalah giliran kami eh pas giliran kami ATM BRI gangguan,gile kesel banget dan bete abiss karena kami telah mengantri untuk waktu yang lama..akhirnya kami pulang dengan gondok sebesar bola tenis..saya dan rifaldi menganggap bukan harinya Indovision untuk mendapatkan setoran dari kami..hahaha
Ditulis dalam Sorong | Bertanda: ATM, Bank, BRI, Indovision, Nadapdap | Leave a Comment »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Desember 6, 2008
Namanya QBiq Donuts,letaknya di samping Agro Freshmart..yah mirip-mirip Dunkin Donuts dan JCo kali ye…namun menurut Indah sih rasanya belum menyamai nyamminya JCo.
Ketika awal pembukaan sangat ramai sekali hampir semua orang di Sorong kyknya ga mau ketinggalan untuk mencoba Qbiq Donuts ini termasuk Indah tentunya.
Indah rela berdesak-desakan ngantri padahal lagi mengandung anak kami demi mendapatkan Qbiq Donuts ini,selain itu juga sebenarnya kami masih capek akibat pindahan ke kontrakkan di HBM pada tanggal 10 Oktober 2008 2bulan yang lalu.
Saat itu semua varian donuts yang ditawarkan oleh Qbiq tidak semua ada karena maklum saja masih Soft Launching namun sudah kebanjiran pembeli membuat semuanya jadi kocar-kacir,Indah memesan Donuts rasa/aroma Tiramisu namun tidak terpenuhi dan hanya mendapatkan yang rasa coklat.
Banyak harapan agar Qbiq Donuts bisa terus eksis di kota Sorong dan terus memperbaiki cita rasanya agar bisa terus menjadi gerai Donuts yang diandalkan di kota Sorong.
Ditulis dalam Sorong | Leave a Comment »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada Desember 3, 2008
Apakah infrastruktur di kota Sorong bener-bener masih kuno seperti di jaman Batu?kayaknya ga lagi deh…nyatanya di Sorong udah ada koneksi Internet Wireless yang tidak memerlukan jaringan ataupun pulsa telepon rumah.
Internet Wireless di mulai pada kisaran Agustus 2006 di mana pihak Aloysius Computer melalui pemiliknya Bp.Aloysius Oeitono menggagas ide internet wireless di kota Sorong agar akses Internet di rumahan tidak hanya di miliki oleh pihak Telkom melalui Telkomnet Instan dan Kantor Pos melalui Wasantaranet-nya.
Dengan membangun 5 Access Point di seluruh wilayah kota Sorong membuat hampir seluruh daerah di kota Sorong tercover oleh pancaran signal Internet dari Aloysius Computer Hotspot.
Saya adalah konsumen pertama dari Aloysius Hotspot ini dan saya juga yang sering melakukan testing penerimaan signal wireless dan kemudian melaporkan pada Bp.Aloysius.
Pernah ada perusahaan lain yang juga mengembangkan Internet Wireless di kota Sorong namun akhirnya tumbang karena mengenakan biaya langganan yang lumayan besar yaitu Rp.1.500.000/bulan sedangkan di Aloysius Hotspot hanya Rp.750.000 unlimited 24jam,harga ini sama dengan Paket Speedy Unlimited yang ditawarkan oleh pihak PT.Telkom.
Sebagai orang yang bergerak dalam bidang penjualan online maka saya sangat terbantu dengan koneksi internet wireless kecepatan tinggi ini,sehingga membuat semua email pesanan maupun pertanyaan dari pelanggan dan website saya www.sevillaparabola.net selalu dapat ter-update dengan cepat.
Dengan jumlah pelanggan yang terus bertambah seiring dengan perkembangan kota Sorong yang makin mengerti manfaat dari Internet,Banyak harapan agar Aloysius Hotspot tidak hanya untuk waktu yang sebentar saja namun bisa bertahan untuk waktu yang lebih lama.
Ditulis dalam Sorong | Leave a Comment »
Ditulis oleh sevilla99 di/pada November 19, 2008
Sepanjang Tembok Berlin a la Sorong berjejeran Cafe-Cafe Tenda a la Makassar,sepanjang 1 km di pinggiran Tembok Berlin dipenuhi dengan Cafe-Cafe Tenda.
Pada saat foto di sore hari ini nampa para pedagang mulai berkemas untuk membuka lapak jualan mereka,mereka mulai berjualan biasanya dari jam 6 sore hingga jam 2 malam.
Adapun menu yang mereka sajikan umumnya adalah Pisang Epe ala Makassar dan Serabba,saya sendiri yang biasanya “dipaksakan”oleh papa saya untuk mengakui bahwa berkampung halaman di Makassar tidak terlalu suka dengan Pisang Epe Keju dan Serabba ini namun untuk suasananya yah lumayanlah…
Cafe-Cafe tenda ini paling ramai kalo Malam Minggu karena tempat ajang pacaran untuk anak-anak muda walaupun dengan harga sepiring Pisang Epe yang lumayan mahal namun tetap aja sekitaran puluhan Cafe Tenda ini ramai dikunjungi.
Sepanjang tembok berlin ini juga kadang jadi tempat minum minuman keras dan mabuk bahkan transaksi dengan PSK atau dengan waria,andai jika malam minggu ditempatkan Satpol PP tentu akan aman daerah ini dari pemabuk maupun balapan liar.
Dahulu sempat dilarang untuk berjualan di kawasan ini,namun dimulai dengan 1 orang membuat Cafe Tenda kemudian diikuti dengan lainnya,akhirnya sepanjang Tembok Berlin dipenuhi dengan Cafe Tenda,kayaknya sekarang sudah diijinkan oleh pihak Dispenda Kota Sorong.
Ditulis dalam Sorong | Leave a Comment »