Sejak saya membuka rental Playstation 2 di rumah saya maka tentunya kami banyak mengenal anak-anak yang sering main di tempat kami dan rata2 mereka semua adalah teman se-kompleks maupun teman sekolah sehingga cerita pribadi masing-masing mereka saling ketahui.
Yang jadi keprihatinan kami adalah bagi anak-anak di sekitar rumah kami adalah pendidikan bukanlah utama,yang utama adalah bermain seperti bermain kelereng,mandi-mandi di kali atau bermain bola di lapangan bola di kompleks kami.
Jika mereka malas sekolah maka dengan mudah orang tua mereka akan membiarkannya tanpa ada tindakan lebih seperti hukuman kepada sang anak karena telah malas ke sekolah dengan alasan yang kadang tidak masuk akal seperti sepatu basah,celana atau baju seragam masih basah,tidak buat PR dll..
Ini Papua dan jika masalah uang yang menjadi penyebab penghambat si anak jadi tidak sekolah menjadi alasan adalah sesuatu yang tidak benar karena untuk pendidikan Sekolah Dasar (SD) setidaknya beban orang tua sudah terbantukan dengan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan juga sekolah dasar negeri dan inpres biasanya sudah dibantu oleh dana Otsus (Otonomi Khusus) Papya.
Sangat disayangkan kesadaran para orang tua yang kurang menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka demi masa depan mereka yg lebih baik.
Kadang terasa lucu jika mereka mulai membahas mereka sudah beberapa tinggal kelas,ada yang sudah 3 kali,ada yang sudah 2 kali dan juga ada bahkan dalam proses tinggal kelas karena sudah 2 bulan lebih tidak masuk sekolah,ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang lucu namun ini adalah keprihatinan kita.
Bahkan ada 1 keluarga yang sebenarnya orang terpandang di kompleks kami karena mempunyai toko yg lumayan besar dan ada usaha batako namun kelima anak-anaknya putus sekolah dan tidak ada satupun anak mereka yang pernah sampai ke jenjang SMU/SMK padahal uang bukanlah masalah bagi mereka.
Semoga ada angin perubahan di mana Pemkot Sorong melalui dinas terkait yang lebih lagi mengadakan penyuluhan tentang betapa pentingnya pendidikan demi masa depan anak-anak papua yang lebih baik di masa akan datang.




Sudah beberapa minggu gak nge-blog sehingga tulisan ini mungkin agak basi namun tidak basi di dalam hati saya.
Telkomvision adalah salah satu TV Berlangganan yang beroperasi di Indonesia.
Tampak gereja yang berdiri megah ini adalah Gereja Kristen Injili di Tanah Papua “Imanuel” yang letaknya pada daerah Boswezen Sorong.
Akhirnya saya memutuskan ikut Pemilu tahun ini karena merasa berhutang budi pada Tulang Doli Tambunan,seorang penasehat di dalam Punguan Silahisabungan Sorong membuat saya merasa wajib untuk membantunya setidaknya dengan menyumbangkan 1 suara saya selain itu ada penginjil di gereja kami yang maju dalam PilLeg ini membuat saya semakin menguatkan hati untuk ikut mencontreng namanya.
Hingga td saya tidak tahu perolehan suara partai apa yang memenangkan suara di Sorong,apalagi besok tanggal merah krn Jumat Agung membuat koran lokal di sini tidak terbit namun bisa dipastikan tidak akan lepas dari 2 nama saja yaitu Partai Demokrat dan Partai Golkar.
Melihat Megawati bersama PDI Perjuangannya dan Wiranto dengan Hanuranya maka saya teringat kembali pada Pilpres yang lalu pada tahun 2004 di mana dari ada 5 pasangan kandidat presiden yang bertarung dalam Pilpres dan dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sehingga merekalah yang memegang tampuk kekuasaan Indonesia hingga tahun 2009 ini.