Demonstrasi terjadi di Ambon,sebuah ungkapan unjuk rasa karena tiada 1 kursi pada Kabinet kedua Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono tidak terdapat satu pun yang duduk di sana yg berasal dari Maluku padahal ketika berkampanye di Maluku saat itu entah sang kandidat presiden SBY atau tim suksesnya yang menjanjikan bahwa akan ada 1 kursi dalam kabinet yang di isi oleh orang yang berasal dari Maluku namun ternyata tidak ada sama sekali.
Pencapaian suara Partai Demokrat dan suara untuk memenangkan kandidat presiden SBY dan cawapres Boediono yang signifikan di Maluku bisa saja menjadi harapan bagi segenap rakyat Maluku untuk melihat ada seorang tokoh Maluku yang didudukkan oleh SBY sebagai pembantunya pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
Menteri berasal Maluku mmg sudah lama seakan hilang dari peredaran,padahal dulu ketika Indonesia merdeka maka lumayan banyak tokoh-tokoh hebat dari Maluku yang menghiasi Kabinet-Kabinet Indonesia saat itu seperti Dr.Leimena dan masih banyak lagi.
Sebagai manusia tentulah wajar jika kemudian banyak masyarakat Maluku yang “cemburu” melihat keterwakilan menteri dari Papua yang kali ini tetap masih diduduki oleh Freddy Numberi yang dipercaya oleh Presiden terpilih untuk menduduki kursi Menteri Perhubungan.
Banyak talenta-talenta dari Maluku yang menghiasi khazanah Indonesia mulai dari dunia perfiliman,musik,budaya,politik hingga para cendekiawan namun tentu SBY sebagai presiden terpilih mempunyai pertimbangan sendiri yg membuat untuk saat ini kembali tidak ada orang berasal dari Maluku duduk dalam kabinet.
Namun sekiranya dengan tidak terwakili orang Maluku dalam kabinet Indonesia Bersatu II tidak membuat kecintaan dan jiwa patriotisme dari segenap orang Maluku kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak luntur dan terus mau bersama-sama segenap rakyat Indonesia lainnya untuk memajukan negara kita ini…



