Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Arsip untuk September, 2009

Kejadian-Kejadian Lucu pada Saat Komputer Pertama Kali Muncul

Ditulis oleh sevilla99 di/pada September 21, 2009

Setiap ada barang revolusioner baru yang muncul. Ada saja hal-hal aneh yang ikut nimbrung disisinya. Salah satunya adalah ketika komputer pertama kali muncul. Ketika saat ini balita pun mungkin sudah bisa memegang dengan benar benda bernama “Mouse”, saat itu orang dewasa pun masih bingung bahkan ketakutan sama yang namanya Mouse. Silahkan baca berbagai kejadian lucu ketika komputer pertama kali diciptakan.

1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.
2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) takut dengan mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik. Takut diserang mouse komputer?
3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.
4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.
5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara memegang kertas yang akan di fax di depan monitor, sambil menekan tombol “SEND” di layar.
6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, dan membilasnya dengan air, lalu menjemurnya.
7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki, tidak terjadi apa-apa.” Setelah diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse.
8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia balik bertanya, “Power switch apa?”
9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :
Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?
Novell : Ya, bisa dibantu?
Penelepon : Tatakan cangkir di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?
Novell : Tatakan cangkir? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?
Penelepon : Tidak. Tatakan cangkir ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”.
(Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terbahak-bahak)

kalo di indonesia gimana ya ?

Sumber : Bluefame.com

Ditulis dalam Selingan | Bertanda: , | 1 Komentar »

Dan Ini Pun Akan Berlalu….

Ditulis oleh sevilla99 di/pada September 13, 2009

Suatu waktu Indah membaca sebuah artikel pada renungan harian yang ia beli,ia sangat terkesima dengan salah satu artikel di sana dengan topik : Ini  Pun Akan Berlalu…

Artikel itu menuliskan cerita tentang Raja Salomo yang ditanyakan apa yang ia ingin tuliskan pada cincinnya dan ia pun memilih untuk menuliskan “Ini Pun Akan Berlalu…yang mana mengartikan bahwa apa pun yang Anda miliki saat ini bukanlah abadi entah itu dalam bentuk barang,kekayaan dan semua kegembiraan atau juga tangis air mata penderitaan maka kita bisa dengan sadar harus bisa mengatakan bahwa : Ini Pun Akan Berlalu…

Tuhan memberikan semua kegembiraan,sukacita besar,kekayaan dan kelimpahan rejeki namun kita harus sadar bahwa hidup kita ini bagaikan roda pedati yang kadang di atas dan kadang pun bisa dibawa maka kita harus ingat kalimat dari Raja Salomo itu : Ini pun akan berlalu….

Di sisi lain mungkin saat ini Anda sedang bersedih,berduka dan tidak ada jalan keluar karena kesulitan pekerjaan,kesulitan uang juga banyak utang di mana-mana namun yakin dan percaya bahwa : Ini pun akan berlalu pergi dan sukacita pun  akan datang jika kita mau berusaha untuk maju…

Semua jalan hidup kita sudah ada yang mengaturnya,mungkin saat ini kita akan bersuka cita namun kita juga pasti akan berdukacita karena itu janganlah terlalu larut dalam berbagai keadaan dan selalu tetap sadar bahwa Inipun akan berlalu…

Tiada yang abadi di dunia ini,sahabat dekat Anda bisa dengan secepat kilat menikam Anda dari belakang namun jika kita bisa belajar untuk selalu sadar dan tidak terlalu mengandalkan diri sendiri selain berpasrah pada Tuhan maka tentu kita membiarkan Tuhan untuk mengatur jalan hidup kita ke jalan yang baik tentunya…

Ditulis dalam Pribadi | Bertanda: , | 1 Komentar »

Informasi Yang Keliru Tentang Saragih Permata

Ditulis oleh sevilla99 di/pada September 8, 2009

Pada edisi 2-3bln lalu di Majalah Budaya Simalungun “SAUHUR” ada informasi yg menurut sy adalah aneh,yaitu mengenai sejarah Morga Saragih Permata.

Pada postingan lawei Muhar Omtatok Saragih di milis barita-simalungun@yahoogroups.com diceritakan bhw morga Saragih Permata adalah marga keturunan dari Saragih Garingging sama hal-nya juga dgn Morga Saragih Jawak & Saragih Dasalak yg merupakan keturunan dari Saragih Garingging.

Pada topik Sejarah Morga Saragih Permata yang dimuat dalam Majalah Sauhur itu dikatakan bahwa Saragih Permata adalah keturunan dari perantau asal Samosir yang berpindah ke Raya dan kemudian menggunakan marga Saragih dengan cabang Permata karena berasal dari marga Simarmata sebelumnya di Samosir.

Ini jelas suatu kerancuan sejarah,karena jika mmg dia adalah Simarmata sebelumnya maka sama halnya dengan yang lain maka akan menjadi cabang dari Saragih Simarmata dan tidak membentuk cabang baru karena aslinya Saragih Permata adalah cabang dari Saragih Garingging penguasa di Raya,Simalungun.

Postingan yang kontroversi ini jelas membuat kegaduhan yang kemudian terlihat pada edisi berikutnya Redaksi Majalah Sauhur mendapat kritik dari pembacanya bahwa Sejarah Saragih Permata yang dimuat pada Majalah Sauhur tersebut adalah ngawur dan tidak berdasar.

Untunglah pihak redaksi SAUHUR melalui redaktur Lawei Muhar Omtatok Saragih segera melakukan klarifikasi pada edisi berikutnya sehingga artikel yang ngawur ini bisa segera dibantahkan,lolosnya artikel ini tidak lepas dari berangkatnya redaktur Majalah Sauhur tsb ke Jakarta sedangkan Majalah Sauhur masih kekurangan SDM dalam memeriksa artikel yang masuk selain itu juga krn kekurangan artikel yang mau disumbangkan secara sukarela pada Majalah Budaya Simalungun ini demi perkembangan bersama halak Simalungun di mana pun terutama di perantauan.

Informasi tentang Simalungun sangat banyak saat ini di berbagai website namun belum tentu benar,jadi wajib kita untuk sedikit  selektif dalam membaca beberapa artikel Sejarah dan Budaya Simalungun.Perhatikan juga apakah dari artikel tsb mempunyai “hidden agenda” atau tidak.

Beberapa artikel yang diposting oleh seseorang wartawan (entah masih sebagai karyawan Gatra atau tidak saat ini) dengan nama Julkifli Marbun atau kadangkala menggunakan nama “@Simalungun” pada beberapa blog yang ia buat (sekitar 15 blog lebih) lebih banyak berisikan informasi kabur dan karangan beliau,jadi kita wajib untuk lebih hati-hati dalam membaca postingan-postingan beliau terutama yang berkaitan dengan Sejarah dan Budaya Simalungun

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , | Leave a Comment »

Merekonstruksi Simalungun

Ditulis oleh sevilla99 di/pada September 1, 2009

Prakata :

Ternyata banyak juga saudara-saudara saya Halak Simalungun yang sering membaca artikel tentang Simalungun yang saya tulis blog ini.Sejarah dan Budaya adalah sesuatu yang dapat dipelajari melalui lisan dan tulisan jadi bukanlah bawaan fisik,jadi walaupun dia seorang bermarga Simalungun blm tentu pengetahuan ttg budaya dan sejarah Simalungunnya lebih baik ketimbang dari non Simalungun apabila ia tidak mau belajar atau tidak mau tahu tentang budaya dan sejarah sukunya tersebut.

Suatu hari Indah chatting dengan seseorang oppungnya (Indah menggunakan tutur Oppung) yang bekerja di Kantor PBB di Amerika Serikat yaitu Oppung Tamsir Girsang (kerenzzz  banget ada par-saribudolok di kantor PBB),Oppung tsb kaget ternyata tulisan-tulisan saya tentang Simalungun yang sering ia baca di blog ini adalah tulisan dari suami dari pahoppunya.Juga ada beberapa laporan lainnya.

Melalui kesempatan ini,saya ingin mengucapkan Terima Kasih/Diatei Tupa atas dukungannya sesama Halak Simalungun kepada kehadiran blog ini agar kita bisa sama-sama belajar tentang budaya dan sejarah Simalungun..Yup sama-sama kita Merekonstruksi Simalungun

———————————————————————————————————————————————–

Simalungun adalah suku besar yang selepas kemerdekaan Indonesia malah makin tertinggal dari saudara-saudara tetangga di sekitarnya seperti Toba,Karo dan Melayu.

Kebesaran Simalungun terbukti dengan bahwa Kerajaan Nagur dan Batanghiou masuk dalam target penaklukan oleh Kerajaan Singasari dari Malang pada tahun 1200an melalui EKSPEDISI PAMALAYU seperti yang ditulis dalam Kitab Negarakertagama namun Ekspedisi yang gagal ini kemudian menambah jumlah Halak Simalungun karena sejumlah pasukan dari Singasari bukannya pulang kembali ke Jawa malah menetap dan menikah dengan boru Simalungun yang kemudian membentuk TANOH JAWA dan banyak yang berafiliasi ke marga Sinaga Simalungun.

Dengan eksisnya Kerajaan Nagur yang diperintah oleh Raja Damanik dan Kerajaan Batanghiou yang diperintah oleh Raja Saragih setidaknya membuktikan bahwa orang bermarga sudah ada sejak tahun 1200-an di Tanah Simalungun sedangkan permargaan pada suku-suku di tetangga Simalungun baru dimulai pada tahun 1500-an jadi siapa yang tua dan siapa yang anggi pada kenyataan sejarah ini?

Bukti sejarah ini setidaknya membuktikan pernyataan sejarah yang diungkapkan oleh pakar sejarah dan budayawan Simalungun Alm.Taralamsyah Saragih bahwa marga-marga Simalungun seperti Sinaga,Saragih,Damanik dan Purba adalah keturunan marga yang berasal dari India dan bukanlah hasil diaspora dari suku tetangga yang berpindah ke tanah kosong yang sepi yg kemudian dinamakan Simalungun tersebut.Amat sangat tidak mungkin jika pada tahun 1200an sudah ada marga Damanik dan Saragih di Simalungun sedangkan kemudian diklaim bahwa Damanik adalah keturunan dari Silau Raja dari Toba demikian juga dengan marga Saragih adalah keturunan dari marga Saragi Tua yang kemudian berasal dari Raja Nai Ambaton?karena Silau Raja dan Raja Nai Ambaton belumlah ada ketika Raja Damanik dan Raja Saragih mulai memerintah di kerajaan mereka masing-masing di Tanah Simalungun.

Sistem feodalisme yang telah lama terbentuk di dalam tatanan masyarakat Simalungun yaitu antara Tu[h]an yaitu Sang Raja dengan Rakyatnya membuat rakyat Simalungun sangat tunduk pada raja mereka,entah tunduk dengan kerendahan hati ataupun dengan dongkol yang jelas rakyat Simalungun tunduk dan hormat pada Tu[h]an mereka yang berkuasa atas mereka.

Kemerdekaan Indonesia yang di mana Simalungun adalah bagian di dalamnya membuat sesuatu hal yang buruk bagi tatanan feodalisme di Tanah Simalungun yang kala itu sudah terpecah dalam 7 kerajaan.Pemberontakan rakyat terhadap sistem feodalisme di Simalungun yang dipimpin oleh Saragih Ras bukan saja membunuh para intelektual Simalungun kala itu yang memang para keturunan Raja dan Bangsawan namun juga meluluhlantakkan seluruh catatan sejarah dan budaya Simalungun yang begitu tinggi nilainya karena ikut terbakar bersama dengan hangusnya kerajaan.

Bubarnya sistem feodalisme di Simalungun membuat rakyat Simalungun menjadi merdeka dari ikatan feodal yang selama ini membelenggu mereka,dengan bubarnya ketujuh kerajaan di Simalungun juga membuat arus masuk suku sekitar Simalungun juga makin kencang dan ini perlahan-lahan mempengaruhi dan merubah kebiasaan dan budaya asli yang dimiliki oleh masyarakat Simalungun sebelumnya.

Gesitnya para pendatang yang masuk ke Simalungun mengubah bukan hanya cara pandang masyarakat Simalungun pada kehidupan sehari-hari mereka namun juga merangsek hingga ke budaya dan bahasa sehari-hari.Sifat orang Simalungun yang penurut membuat mereka sangat mudah untuk dipengaruhi baik dalam bahasa,budaya dan kebiasaan.Akhirnya justru lebih bangga berbahasa dan berbudaya dari tetangganya ketimbang bahasa dan  budayanya sendiri.

Suatu kesalahan yang dilegalkan dan dibiasakan secara turun menurun maka akan jadi menjadi kebiasaan yang benar.

Sejarah telah terbentuk,dahulu cabang marga Saragih hanya ada Saragih Sumbayak,Garingging,Jawak dan Dasalak kini telah ada Saragih Simarmata,Saragih Manihuruk,Saragih Sitanggang dll yang memperkaya marga tersebut di Tanah Simalungun,ini suatu yang baik karena mereka masuk dari Toba/Samosir  ke Simalungun dan dengan senang hati bergabung dan merasa bahwa mereka bersaudara dengan marga Saragih di Simalungun,ini semua tentunya rencana yang indah dari Tuhan untuk seluruh rakyat Simalungun.

Kini malah tidak jarang ditemukan bahwa marga Saragih hasil afiliasi dari PARNA dari Samosir lebih kelihatan Ahap Simalungunnya ketimbang yang bermarga Saragih Sumbayak,Garingging,Jawak ataupun Dasalak.

Saya pernah membaca pada postingan di salah satu milis Simalungun tentang betapa marahnya seorang bapa bermarga Saragih Manihuruk yang dalam acara adat Toba (mungkin acara ada marga-marga PARNA) dan ia disebut dengan Bapa Manihuruk saja tanpa memakai Saragih di depannya,ia pun langsung klaim pada pembawa acara,pembawa acara mengatakan bahwa di adat Toba tidak ada yang namanya Saragih Manihuruk yang ada adalah Manihuruk saja,bapa tersebut dengan lantangnya menjawabnya : Di Simalungun itu ada Saragih Manihuruk,saya ini salah satunya,jadi panggil saya Bapa Saragih atau kalo mau lengkapnya sebut Bapa Saragih Manihuruk.Demikian sedikit contoh..

Hasil dari perubahan dari masuknya budaya,kebiasaan dan bahasa dari tetangga kini baru dirasakan pada tahun-tahun belakangan ini di mana sebenarnya Simalungun juga mempunyai budaya,sejarah dan bahasa yang khusus dan tidak kalah bernilai dibanding suku-suku di sekitarnya.

Kini makin banyak Harungguan-Harungguan terbentuk yang mana membawa ahap Simalungun di dalamnya,saya melihat betapa bersemangatnya Alm.Kela Josuaman Sinaga ketika mempelopori terbentuknya Harungguan Sinaga,boru pakon panogolan untuk wilayah Jabotabek bahkan hingga ia buatkan Facebook dari Harungguan Sinaganya tersebut,namun sayang Kela Josuaman dipanggil Tuhan terlalu cepat sehingga seluruh rencana dan pengabdiannya pada Harungguan Sinaga tsb belum tuntas kini sudah harus dilanjutkan oleh generasi di bawahnya.

Saya juga mendengar bahwa di Jakarta juga ada Harungguan Sipayung yang ber-ahap Simalungun berbeda dengan Punguan Sipayung,demikian juga dengan Harungguan Saragih Munthe,Harungguan Saragih Simarmata,Harungguan Girsang,Harungguan Purba Tanjung dan lain-lain.Ini semua bagian dari merekonstruksi Simalungun.

Di Facebook dan milis saya lihat betapa bersemangatnya seluruh masyarakat Simalungun mengumpulkan uang dalam thema “Haroan Bolon Simalungun” dalam menerbitkan buku berjudul Simalungun yang ditulis oleh J.Tideman selama ia bertugas di Simalungun,juga betapa bersemangatnya para garama dan anakboru Simalungun dalam mendownload atau memposting lagu-lagu juga video musik Simalungun,ini semua bagian dari merekonstuksi Simalungun.

Kehadiran Majalah Sauhur juga ikut mewarnai kegiatan Merekonstruksi Simalungun,dengan perbanyak menggali budaya,sejarah dan kebiasaan asli yang berlaku di Simalungun untuk kemudian dimuat pada majalah ini sehingga para target pembaca mereka yaitu para perantau asal Simalungun bisa selalu ingat dan dekat dengan hasusuran mereka walaupun mereka jauh di perantauan.

Indah termasuk yang terkena getahnya,dahulunya ia cuek dan tidak pusing dengan budaya,sejarah dan bahasa Simalungun karena menganggap sama aja dengan yang namanya Batak (Toba),namun kini ia juga ikut bersemangat mempromosikan tentang Simalungun yang merupakan tanah kelahiran dan kampung halamannya di dalam pergaulannya di sini maupun di dunia maya seperti di Facebook.

Simalungun milenium adalah Simalungun yang sudah tidak terikat dalam pakem “SISADAPUR + SIPAYUNG” saja namun semua marga yang mencintai budaya Simalungun dan ingin selalu menjaganya bersama-sama.

Mari kita Merekonstruksi Simalungun….

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , | 15 Komentar »