Indonesia kembali berduka,setelah melalui 2 kali tahapan Pemilu di tahun ini yaitu Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dengan aman dan nyaris tidak ada keributan berarti kini Indonesia kembali diteror oleh bom yang melululantakkan 2 hotel investasi asing di Indonesia.
Awalnya Presiden SBY ingin mengunjungi lokasi kejadian namun dengan alasan tidak mau mengganggu proses pemeriksaan oleh Polri maka Presiden pun membuat Konferensi Pers di Istana.
Pada awal kejadian ini terjadi maka pikiran saya justru melayang pada tindakan teroris yang ingin membatalkan kunjungan Manchester United di Indonesia yang rencananya akan bertanding melawan Timnas Indonesia pada tanggal 20 Juli ini,bukan pada masalah Pilpres kemarin di mana pada semua hasil Quick Count sudah memenangkan SBY-Boediono bahkan Presiden Amerika Serikat pun Barrack Obama sudah menyampaikan ucapan selamatnya walaupun KPU belum secara resmi mengumumkan.
Pada Preskon yang digelar oleh Presiden SBY seakan-akan langsung menuduh bahwa pendukung kandidat yang kalah-lah yang membuat keributan ini dan beliau dalam posisi sebagai si-sakit yang sedang dikurung oleh 2 kandidat Presiden lainnya.
Ini khan lucu karena pengumuman KPU sudah tinggal menunggu waktu saja untuk mengumumkan kemenangan telak pasangan SBY-Boediono selain itu juga hasil pencapaiannya terlalu jauh di mana JK-Wiranto pada kisaran 15%,Mega-Pro pada kisaran 25% dan SBY-Boediono 62% lebih yang dimana SBY-Boediono sebagai pemenang mutlak yang tidak dapat diganggu gugat lagi sebagai pilihan rakyat.
Seharusnya dalam posisi kisruh begini alangkah baiknya apabila Presiden terpilih ini malah menjadikan ajang untuk merangkul 2 kandidat kompetitornya pada Pilpres kemarin untuk bergandeng tangan melawan Teroris atas nama bangsa Indonesia karena mereka 3 kandidat ini adalah tokoh rakyat Indonesia,namun yang dilakukan oleh presiden SBY adalah membuka konfrontasi baru dengan 2 kandidat yang kalah bahkan menunjukkan foto bahwa ia dalam posisi target dibunuh oleh pendukung extrim dari 2 kandidat yang kalah..saya rasa ini berlebihan..
Presiden SBY sudah memenangkan sekitar 62% rakyat Indonesia yang mengikuti Pilpres jadi tidak saatnya lagi menjual iba kepada rakyat bahwa ia dalam posisi disakiti oleh 2 kandidat pesaingnya,karena jika terlalu mengumbar rasa ingin mendapat iba dari rakyat maka yang ada malah perasaan bosan dan jenuh karena kapan Indonesia akan maju kalo begini….
Teringat kasus Manohara di mana terlalu menjual cerita yang menurut saya adalah cerita palsu karena ingin mendapatkan simpati dan iba dari rakyat Indonesia,kini malah banyak yang muak dengannya..apalagi ia pergunakan betul popularitasnya kemarin untuk mendapat sodoran kontrak pembuatan Sinetron…
Pertanyaan saya kembali..apa benar Presiden terpilih ini kita ini terancam oleh Teroris?saya rasa tidak demikian karena pada saat yang sama Presiden kini ini tidak berada di antara 2 hotel yang meledak itu jadi saya rasa ini murni untuk menolak kedatangan Manch.Utd dan menjelekkan nama Indonesia di muka dunia,jangan sampai ijin penerbangan maskapai-maskapai Indonesia ke Eropa yang baru dibuka kemarin oleh Eropa kembali akan ditutup akibat masalah ini.



