Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Ketika Melahirkan-pun Menjadi Ajang Menguruk Keuntungan

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Mei 6, 2009

Dalam tempo bulan depan yaitu bulan juni 2009 nanti akan bertambah lagi keluarga besar kami karena akan lahir bayi dari keluarga paman saya yaitu Samson Yehezkiel Taniels,hasil pemeriksaan dokter Edwell Sembiring SP.Og adalah calon adik sepupu saya itu adalah bayi perempuan namun paman saya ini masih bersikeras bahwa ia yakin bahwa calon bayinya itu adalah anak laki-laki bahkan sudah menyiapkan nama Joshua buat calon paman/tante  dari Vincenzo anak kami itu…

Dalam pembicaraan kami selanjutnya maka paman dan tante saya meminta pendapat saya tentang di mana sebaiknya  ia akan melahirkan?apakah di rumah sakit atau di bidan saja karena maklum selisih kelahiran calon bayi ini dengan kakaknya adalah 9 tahun sehingga seperti melahirkan pertama kembali sakitnya.Ya iyalah mana mungkin melahirkan gak sakit?itu khan dah dikodratkan oleh Tuhan pada kaum wanita.

Arus pembicaraan kami kemudian mengalir pada kasus kematian bayi teman saya Jefri Manuhutu yang anaknya Charles Manuhutu hanya hidup 2 hari di dunia akibat tindakan yang terlambat dari para bidan di rumah sakit umum daerah di kabupaten Sorong.

Seharusnya bayi yang dinamakan Charles Manuhutu itu sudah berumur sebulan saat ini namun apa daya saat ini ia tinggal nama di kuburan Rufei akibat bersalin menjadi bisnis bagi para bidan dan dokter.

Oleh dokter kandungan tempat ibu Charles ini dinyatakan bahwa Charles ini baik-baik saja dan siap dilahirkan di dunia melalui proses normal dan ketika tiba saatnya maka dengan cepat dan tanggap langsung ibunda Charles ini diantar ke salah satu rumah sakit umum di Sorong oleh papa charles (Jefry Manuhutu).

Sesampai di Rumah Sakit bukannya langsung ditangani malah langsung dikatakan oleh seorang bidan bahwa ibunda Charles ini mempunyai pinggul yang kecil sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan normal dan kemudian juga diaminkan oleh dokter kandungan yang bertugas di sana yang berbeda dengan dokter kandungan langganan ibunda Charles sehingga tidak tahu riwayat perkembangan bayi.

Tarik ulurpun terjadi antara papa Charles yang merasa bahwa dokter di tempat ia biasa memeriksakan kandungan istrinya mengatakan bahwa kandungan istrinya baik-baik saja dan siap melahirkan normal,namun kenapa malah di sini dikatakan bahwa istri gak bisa melahirkan normal?apalagi kita tahu sendiri bahwa biaya melahirkan caesar butuh biaya besar sekitar 12 juta sedangkan dana simpanan papa Charles tidaklah sebesar itu.

Para bidan pun cuek seakan-akan menunjukkan apabila papa Charles tetap bersikeras tidak mau caesar maka resiko tanggung sendiri.

Tarik ulur berlangsung hingga 1,5hari sedangkan sang janin telah mendorong terus untuk keluar dari rahim ibunya..karena kasihan melihat penderitaan sang ibu maka papa Charles pun dengan terpaksa menyetor uang muka untuk operasi caesar yaitu Rp.4.000.000 kepada administrasi Rumah Sakit Umum.

Operasi caesar pun dilakukan namun sayang amat sayang,sang jagoan kecil kebanggaan kamai itu sudah keracunan air ketuban ibunya sendiri,jangankan untuk menangis,untuk bernafas pun sulit maka segera langsung diberi selang nafas tambahan dan infus..hati siapa yang tidak teriris melihat kejadian itu?bayi yang sehat dalam kandungan ibunya dan harusnya lahir dengan normal dan sehat kini sedang berhadapan dengan maut…

Segala doa dan harapan papa dan mama Charles ternyata tidak menjadi kenyataan karena Tuhan jauh lebih sayang pada Charles sehingga memanggil pulang sang jagoan kecil kami itu pada umurnya yang ketiga hari,Charles kebanggaan kami wafat dengan tenang pada umurnya menginjak 3 hari.

Rumah Sakit Umum pun tega menagih 4 juta sisa nota kepada papa Charles jika mau mengambil jenazah Charles,apa boleh buat akhirnya tambahan Rp.4.000.000 kembali melucur ke kantong Rumah Sakit Umum alias total Rp.8.000.0000 dikeluarkan oleh papa Charles dan yang ia bawa keluar dari Rumah Sakit Umum itu hanyalah air mati sambil menggendong jenazah Charles.

Masih banyak kisah yang lain lagi hadir dari Rumah Sakit Umum itu di mana 2 orang  ibu dan janinnya  akhirnya mati bersamaan karena tindakan tarik ulur demi operasi caesar agar bisa mengucur uang yang lebih besar ke kantong Rumah Sakit Umum.

Alangkah terkutuk dan  laknatnya para pelaku ini di mana mereka dibayar oleh pemerintah untuk membantu persalinan para ibu dan calon bayi entah normal maupun caesar namun justru mereka yang mematikan hidup sang ibu dan calon bayi hanya karena keinginan mereka tidak tercapai yaitu tambahan uang masuk….

Semoga Tuhanlah yang mengampuni dosa mereka…

Saya sangat kuatir apabila tante saya itu melahirkan di rumah sakit umum karena takut kejadian ini terulang kembali pada calon sepupu saya itu jadi saya lebih menyarakan agar tante saya melahirkan di rumah sakit swasta walaupun mahal namun pelayanannya jauh lebih baik dan bersih/higienis…

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>