Telkomvision Unjuk Gigi Hari Ini & Pengusaha Tv Kabel Gigit Jari
Ditulis oleh sevilla99 di/pada April 29, 2009
Telkomvision adalah salah satu TV Berlangganan yang beroperasi di Indonesia.
Telkomvision adalah TV Berlangganan yang dimiliki oleh PT.Telkom Indonesia alias Telkomvision ini adalah TV Berlangganan pelat merah yang pembiayaannya mungkin masih terkait dengan PT.Telkom Indonesia sebagai Induknya.
Telkomvision dahulunya terkesan asal-asalan dan tidak dikelola dengan baik namun sejak masuknya Bp.Rahadi sebagai Direktur Utama Telkomvision menjadi sebuah penantang yang lumayan tangguh bagi Indovision yang selama ini terkesan sebagai pemain tunggal.
Di bawah pemerintahan Bp.Rahadi maka Telkomvision membuat banyak gebrakkan seperti memutuskan kerjasama dengan PT.Stella Satindo dengan produk Matrix Soccernya lalu menjalin kerjasama dengan Dizipia Korea untuk memproduksi receiver untuk kemudian dijual langsung oleh Telkomvision kepada masyarakat melalui berbagai Dealer dan Distributornya di seluruh Indonesia.
Kerja keras Bp.Rahadi bersama timnya berhasil membuat nama Telkomvision kembali berkibar apalagi sukses mereka menyiarkan tayangan langsung Serie A dan Coppa Italia pada musim 2008-2009 dan semoga berhasil juga menyiarkan Piala Dunia pada tahun 2010 nantinya.
Receiver Dizipia yang dipasarkan oleh Telkomvision ternyata mempunyai celah sehingga bisa dimodifikasi oleh para maniak parabola terutama yang berusaha dalam bidang TV Kabel untuk memodifikasi agar hanya dengan 1 kartu tayang namun bisa sharing siaran Telkomvision hingga 5 siaran.
Hal ini jelas merugikan Telkomvision karena dengan demikian akan merugikan Telkomvision yaitu receiver Telkomvision yaitu Dizipia dibeli hanya diambil receivernya lalu dimodifikasi ke software Golden Interstar untuk kemudian di-sharing untuk TV Kabel dan kartunya tidak digunakan padahal pemasukan Telkomvision dari penjualan Voucher Pra Bayar yang mereka pasarkan dalam berbagai paket yang mereka tawarkan.
Melalui Private Email antara saya dengan Bp.Rahadi sempat beliau mengatakan bahwa betapa sulitnya memberantas TV Kabel – TV Kabel yang menyiarkan tayangan-tayangan premium milik Telkomvision dengan begitu murahnya kepada masyarakat umum padahal beban yang ditanggung oleh Telkomvision kepada pemilik tayangan tersebut yaitu pihak asing sangat besar apalagi konversi Rupiah Indonesia ke Dollar US.
Betapa tidak rugi dan kehilangan pelanggan bagi Telkomvision apabila harusnya pangsa pasar tiap rumah 1 receiver Telkomvision dan secara rutin membeli Voucher senilai Rp.65.000 untuk hanya 3 tayangan misalnya HBO,HBO Signature dan Cinemax lalu kini karena adanya TV Kabel makanya hanya dengan Rp.25.000-40.000/bulan saja maka bisa hingga 8-16 channel premium Telkomvision disaksikan di layar TV kita?
Nikmat bagi penonton di rumah dan pengusaha TV Kabel namun pahit bagi Telkomvision sebagai penyelenggara tayangan berbayar tersebut.
Telkomvision akhirnya mengusahakan agar mematikan pengunaan receiver dengan kemampuan sharing dengan berbagai cara dan langkah,setelah beberapa kali uji coba akhirnya pada hari ini Telkomvision akhirnya sukses juga mematikan semua receiver parabola dengan kemampuan sharing seperti Dizipia Golden Interstar,Manhattan dan Truman.
Para pengusaha TV Kabel pun seperti kelimpungan menghadapi masalah ini karena siaran mereka langsung menjadi gelap dan harus mengubah kembali receier Dizipia mereka ke software asli Telkomvision dan tidak dapat sharing lagi.
Namun hal ini juga belum maksimal karena bebannya hanya dirasakan oleh pihak pengusaha TV kabel bukan langsung pada masyarakat umum,karena dengan hanya membeli voucher Rp.65.000 kembali maka 100-20.000 pelanggan sebuah TV Kabel tetap bisa menyaksikan tayangan HBO.Alias HBO tetap masih jadi barang obralan di Indonesia.
Jika Telkomvision ingin unjuk gigi secara total maka harus matikan langsung operator TV Kabel seluruh Indonesia namun hal itu tidak mungkin karena apa?karena ini Indonesia,kalo bisa ilegal maka kenapa harus legal?




RwinB berkata
dilihat dari segi bisnis sebenarnya telkomvision sdh memberikan pelayanan yg terbaik serta memfasilitasi para operator tv kabel untuk melegalitaskan usahanya dgn conten programer melalui telkomvision selaku anak perusahaan dari PT.TELKOM, hanya aja para operator ini masih acuh tak acuh dengan pembayaran konten sehingga sah-sah aja kalau telkomvision merasa dirugikan secara bisnis. lokal operator pelaporan jumlah pelanggannya pun tidak sesuai yang dilaporkan dgn kenyataan yang riil dilapangan.marilah para operator bersatu dan membayar conten secara teratur dan ini merupakan kewajiban,masalah jumlah pelanggan yg sangat banyak itu udah menjadi resiko operator tv kabel..telkomvision hanya memungut 25% dari standarisasi harga iuran operator sekitar Rp.25.000 menjadi Rp.6,250 per pelanggannya, itupun jumlah pelanggan per operator hanya diambil 65% aja. telkomvision sdh sangat membantu legalitas usaha tv kabel ini,hanya aja operator tdk mengerti akan kewajiban.kontribusi dari lokal operator diperuntukkan/membantu telkomvision membayar conten programer misalnya ke : HBO,STAR MOVIES,ESPN dll. yang mempunyai izin distribusi hanyalah telkomvision selaku pemerintah (BUMN),operator harus mengerti keadaan..serta mematuhi kewajiban demi legalitas usaha…seorang pengusaha masa selalu diingatkan akan kewajiban (Konten)ini demi kelangsungan usaha bukan anak kecil lagi…khan !!! wajar aja kalau telkomvision hari ini unjuk gigi,karena selama ini operatorlah yang unjuk gigi…telkomvision tdk sebodoh yg kalian sangka,bro ! ingat akan kewajiban demi usaha bersama……thankx (telkomvsn mania)
Adib berkata
iya om, emang telvis membuat gebrakan, dengan meluncurkan paket tayangan prepaid, tapi kalau di hitung2 yang prepaid tersebut lebih mahal ketimbang yang bulanan, tapi relatif juga sih… hehehe btw salam kenal
Bagaskoro berkata
Jadi untuk receiver yang sudah dimodif apa msh ada cara untuk saksikan siaran Tvis lgi pak??