Malam ini Anteve menghadirkan suatu pertandingan yang sempat dilabeli dengan kata “Big Match” yaitu mempertemukan antara Arema Malang melawan Persipura Jayapura.
Sejak awal pertandingan sudah terlihat jelas bahwa Arema Malang tampil dengan kekuatan yang timpang,dengan hanya menurunkan 2 pemain asing yaitu Patricio Morales dan Boubacar Keita jelas suatu ketimpangan bagi Arema Malang bahkan Pelatih Arema Malang dengan “percaya diri” memainkan beberapa pemain junior untuk melawan “Raksasa” dari Indonesoa Timur yang sedang menguasai Kompetisi Indonesia Super League untuk musim ini.
Jelas saja,pada babak pertama Arema Malang sudah tertinggal 0-2 oleh Persipura Jayapura oleh gol dari 2 tandem sejati Persipura yaitu Albeto Goncalves dan Ernest Jeremiah.
Lucunya dalam posisi tertinggal ini,pelatih Arema Malang cuma duduk diam tanpa berbuat apa-apa misalnya dengan memasukkan kiper perngganti Kurnia Meiga yang terasa masih terlalu hijau,jika kiper utama Arema M.Yasir sedang dalam masa skorsing maka setidaknya kiper kedua Dadang Sudrajat saya rasa mendingan kualitasnya ketimbang Kurnia Meiga.
Persipura Jayapura bermain lepas dan selayaknya diesel yang makin lama makin panas maka pada babak kedua keunggulan Persipura pun bertambah 3 Gol melalui Albeto Golcalves,Ernest Jeremiah dan Boaz Sollosa.
Seakan-akan Arema Malang dipermainkan layaknya tim amatiran oleh Persipura Jayapura,Arema hanya mengandalkan Hendra Ridwan sebagai pengatur serangan dan Patricio Morales sebagai target man,hal ini jelas tidak efektif.Saya lebih berharap melihat penampilan M.Bachtiar hadir dalam tim Arema Malang untuk melawan bekas klubnya Persipura namun hal itu tidak dilakukan oleh pelatih Gusnul Yakin.
Sudah 3 pertandingan yang dilalui oleh Arema Malang tanpa kemenangan,bahkan benar-benar ompong bukan lagi Singo Edan seperti julukan Arema Malang sebelum namun sudah menjadi Macan Ompong karena dalam 3 pertandingan tidak ada 1 gol pun yang dicetak oleh salah seorang pemain Arema Malang.
Sempat terdengar caci maki para suporter Arema Malang yang meminta pengunduran atau pemecatan pelatih Gusnul Yakin oleh Arema Malang,jika ini memang terjadi maka ini adalah pemecatan kedua yang terjadi dalam kubu Arema Malang karena pada awal liga Arema Malang pun harus menerima pengunduran Bambang Nurdiansyah yang tidak tahan menerima kritikan pada petinggi Arema Malang.
Saya melihat apabila Arema Malang tidak ditinggalkan oleh Emille Mbamba,Emelleu Serge dan masuknya Franco Hitta maka Arema Malang gak akan menjadi Macan Ompong seperti ini,namun apa yang dikata,manajemen yang memutuskan segalanya…
Sedangkan Persipura Jayapura ini maka ini adalah sesuatu yang sangat membahagiakan di mana mereka berhasil memalukan lawan mereka di kandang lawan sendiri dengan skor telak 0-5 dan menjadi sukses besar Persipura dalam lawatan tandang mereka di Pulau Jawa.
Ada selentingan pendapat yang mengatakan baiknya Timnas Indonesia merekrut pemain-pemain Persipura lebih banyak dan bahkan kalo bisa pelatih Timnas pun dipegang oleh Jackson F. Tiago yang saat ini menjadi Pelatih dari Persipura Jayapura.
Salut untuk Persipura Jayapura.




LONDON, JUMAT — Sebanyak 15 klub papan atas Eropa terancam bakal kehilangan sponsor untuk kaus mereka menyusul habisnya masa kontrak sponsor sebelumnya. Krisis keuangan membuat klub-klub sepak bola kini mengalami kesulitan mencari sponsor baru.
PALERMO, KAMIS — Mayat Rosalia Lombardo, seorang anak perempuan Sisilia berusia dua tahun yang meninggal tahun 1920, masih terlihat segar. Muminya yang dikenal dengan “Sleeping Beauty” disimpan dalam kotak kaca di Palermo, Italia.
Siapa yang tidak kenal Boaz Solossa?pasti semua kenal karena ia adalah salah satu icon sepakbola Tim Nasional Indonesia demikian juga dengan kakak dari Boaz Solossa yaitu Ortizan Solossa.
Setelah melalui proses yang cukup alot, dua pemain dari divisi utama Liga Indonesia Bernard Mamadao (Gresik United) dan Nova Zaenal (Persis Solo) akhirnya bisa menghirup udara bebas dari tahanan, menyusul dikabulkannya surat permohonan penangguhan penahanan keduanya oleh polisi, Jumat (20/2).
Sebelum bebas, kedua pemain menemui Kapolda Jateng untuk pamitan. Dalam pertemuan itu, Alex kembali menegaskan jika polisi memiliki kewenangan untuk menertibkan pertandingan guna mencegah terjadinya keributan yang lebih besar.
Tolu Sahundulan adalah istilah di Simalungun yang merupakan 3 serangkai dan mmg saling terkait penuh antara Tondong,Sanina dan Boru.
Lihat Kota yang di samping ini…