Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Arsip untuk Januari, 2009

Ketika Rasa Kangen Itu Datang…

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 31, 2009

Sudah sekitar 14hari kedua orang tua Indah atau Mertua saya ada bersama kami di Sorong,setidaknya sudah beberapa tempat di kota Sorong yang mereka jelajahi terutama Bapak yang saya bawa hingga ke daerah Suprau dan juga ke Aimas..

Betapa banyak juga orang yang telah mereka jumpai di sini baik sesama orang Simalungun,orang Toba,orang Karo dan juga tentu saja orang Papua karena di sini Homeland-nya orang Papua.

Impian dari Bapak mmg ingin sekali ke Papua,Indah menceritakan pada saya bahwa ketika Indah masih kecil dan dalam pangkuan Bapaknya ia selalu dinina bobokan dengan cerita dan harapan yang entah kapan akan terkabul yaitu ingin sekali ke Tanah Papua,suatu tanah yang eksotik dan kaya akan berbagai muatan hasil alam dan variatif.

Waktu pun berjalan dan Indah pun mulai bekerja hingga pada suatu kesempatan Indah berkenalan dengan saya yang berujung dengan pernikahan kami di Saribudolok.Kini impian telah menjadi nyata karena Bapak akhirnya tiba juga di Tanah yang diberkati oleh Tuhan Yesus dengan berbagai kekayaan alam dan hasil bumi.

Namun setelah 14hari di Tanah Papua dan impian telah menjadi kenyataan maka kini rasa kangen pada tempat asal yang datang..yah kini bapak telah kangen pada pekerjaan dan kampung halamannya Saribudolok di Tanoh Simalungun yang nun jauh di bagian barat Indonesia.

Saya dan Indah pun sadar bahwa se-istimewa apa pun perlakuan kami pada kedua orang tua kami itu dan senyaman apa pun yang mereka rasakan bersama kami namun tetap mereka akan merasa lebih nyaman apabila tinggal sendiri di kampung halaman mereka di mana mereka mempunyai pekerjaan sendiri dan mempunyai banyak teman yang sebaya di mana mereka bisa pergi ke pasar bersama atau ke gereja bersama serta menghadiri berbagai arisan.

Kini saya dan Indah lagi mencari tiket pesawat untuk perjalanan balik mereka ke Jakarta karena masih ada kakak dan adik Indah (anak mereka) yang juga harus mereka kunjungi di Jakarta.

Ditulis dalam Saya dan Indah | Bertanda: , | Leave a Comment »

Majalah Sauhur Edisi 8 (Desember 2008 – Januari 2009)

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 30, 2009

majalah-sauhur-januariAkhirnya Majalah Kebudayaan dan Pembangunan Simalungun “Sauhur” edisi ke 8 beredar juga dengan beberapa topik menarik seperti :

Filosofi Adat Perkawinan Simalungun yang ditulis oleh Dr.Sortaman Saragih,SH,MARS ada juga pendapat dari Mr.Djariaman Damanik yang mengungkapkan pendapatnya melalui artikel berjudul : Simalungun Bukan Minoritas.

Salah satu redaktur dari Majalah Sauhur juga menulis artikel : Sang Na Ualuh Damanik Raja Siattar yang Terlupakan.Sekedar untuk mengingat kembali bagaimana pejuang dari bangsawan Simalungun itu berjuang melawan  Belanda yang mencoba berkuasa di wilayah kekuasaannya di Siantar atau lengkapnya mungkin bisa dibaca pada blog milik salah satu redaktur Majalah Sauhur yaitu Suhu Muhar Omtatok Saragih pada link :

http://halibitonganomtatok.wordpress.com/2009/01/22/sang-naualuh-raja-siantar/

Ada juga sepenggal cerita ttg Tjong A Fie seorang Wirausahawan Medan tempo doeloe yang dermawan dan tokoh multikulturalisme yang dimliki oleh Medan dahulu.

Redaktur Majalah Sauhur lainnya Nurdin Saragih menulis tentang legenda “Lahou Hubah” berubah nama menjadi Keramat Kubah yang terletak di daerah Perdagangan,Simalungun.Selain itu juga Nurdin Saragih menulis artikel dengan judul “Menelusuri Legenda Terjadinya Danau Toba”.

Dan masih banyak lagi artikel menarik lainnya mengenai sejarah dan budaya Simalungun yang terus digali kembalioleh Redaksi Majalah Sauhur.Good Job!!

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Salahkah Jika Saya Memilih Untuk Golput?

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 28, 2009

Golput alias Golongan Putih yang mengartikan bahwa kita tidak menggunakan hak suara kita dalam Pemilu.

Pemilu tahun ini adalah Pemilu ketiga bagi saya.Ketika tahun 1999 saya ikut serta untuk pertama kali dan bahkan terlalu aktif hingga duduk sebagai Ketua DPRt PAN (Partai Amanat Nasional) untuk Kelurahan Kampung Baru dan pada Pemilu tahun 2004 saya juga ikut Pemilu dan ikut mengambil serta dalam pencoblosan.

Namun pada tahun 2009 ini saya menjadi gerah melihat aksi para caleg yang membuat kotor keindahan kota Sorong dengan berbagai macam poster/spanduk foto mereka dengan berbagai janji manis yang seakan-akan pro rakyat untuk mengambil hati rakyat calon pemilihnya.

Saya lalu berpikir,betapa sakit hatinya kita sebagai bagian dari para pemilih yang rela berpanas ria di TPS demi mencoblos bagi mereka dan setelah mereka naik menjadi Anggota Legislatif malah menjadi sombong dan sibuk berangkat ke sana kemari menghabiskan uang rakyat yang disetorkan melalui pajak demi kesenangan pribadi dan keluarga mereka..so ngapain saya mencoblos bagi mereka..mending saya di rumah dan urus rumah saya yang mungil serta keluarga saya.

Melihat spnaduk-spanduk muka-muka Caleg yang butuh suara pemilih terkadang juga lucu,kenapa lucu?ada yang memasang spanduknya besar-besar dan di mana-mana seperti Andi Samsul Bahri Maddukeleng yang memasang wajahnya yang sok ganteng di seantero kota Sorong dengan berbagai pose,ada pose dengan anak-anak muda gaul,ada dengan pakaian adat Bugis,juga ada dengan latar belakang Founding Father Indonesia yaitu Ir.Soekarno bahkan ada juga dengan spanduknya dengan bahasa Jepang (entah target suara apa yang ia cari,mungkin suara dari orang jepang kesasar kali) tapi tahukah Anda kursi apa yang ia incar?hanya 1kursi di DPRD II Kota Sorong.

Sedangkan ada lagi caleg no.3 dari Partai Barisan Nasional, yang tampil dengan foto yang sedang melirik (saya paling gak suka lihat orang foto dengan mata sedangh melirik sih) namun dengan spanduk-spaduk ukuran kecil,mungkin cuma 80 cm x 80 cm padahal ketika dibaca baik-baik..eh si Indra Rubyantono ini incar kursi di DPR RI booo…mo ke Jakarta si Indra ini mek…jauh kali incarannya…padahal dengan spanduk yang minimalis itu…

Semakin banyak saya melihat spanduk-spanduk Caleg maka saya semakin muak juga saya dan kemudian membuat saya mantapkan hati untuk Golput karena para Caleg ini hanya berhati malaikat pada masa kampanye..setelah itu dijamin gak bakalan lihat ke bawah lagi…sedangkan kalo nambah Istri dijamin pasti…hehehe…

Ada Caleg dari PDI-P yang sudah 2 periode duduk sebagai anggota DRRD II Kota Sorong dan kali ini mengincar kursi DPRD I Papua Barat.Selama ini jalan yang ia lewati dalam lingkungan rumahnya itu sangat rusak dan becek ditambah bonus lumpur namun ketika masa kampanye langsung dia menjadi Malaikat kesiangan dan menyumbangkan bahan untuk memperbaiki jalan di lingkungannya tsb..orang bego pun tahu kalo beliau itu lagi cari muka pada masyarakat di lingkungannya..

Silahkan MUI mengeluarkan Fatwa Haram jika Golput,karena lagian saya bukan bawahan MUI koq..lagian MUI seakan-akan masih kurang kerjaan hingga mencampuri pada hak azasi manusia dalam memberikan suara,padahal masih banyak yang harus dikerjakan oleh MUI dalam mengurus umatnya,misalnya dengan membantu memberikan buah pikiran untuk memperbaiki pelayanan naik haji yang selalu aja bermasalah ketimbang mencampuri urusan politik /duniawi.

Sekali Golput tetap Golput daripada memilih Malaikat-Malaikat Kesiangan…

Ditulis dalam Pribadi | Bertanda: , , | 1 Komentar »

Mau Kemana Girsang?

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 28, 2009

Walaupun secara resmi diakui bahwa Girsang berasal dari Lehu-Pakpak Dairi bahkan ada mempunyai Tugu Girsang di sana namun Girsang lebih dikenal sebagai bagian dari Simalungun dan Karo yaitu Purba Girsang di Simalungun dan Tarigan Gersang di Tanah Karo.

Seiring dengan makin banyaknya keturunan dari marga  Girsang ini maka makin banyak juga pemikiran dari keturunan Girsang saat ini yang menginginkan lepas atau menanggalkan marga di depan mereka yaitu Purba di Simalungun dan Tarigan di Karo.

Diceritakan bahwa Girsang bersaudara dengan Parultop yang kemudian berhasil mengalahkan Raja Purba saat itu yang bermarga Purba Dasuha lalu Parultop diangkat menjadi Raja Purba dan bahkan diberi marga Purba dan kemudian membentuk cabang marga Purba Pakpak yang masih eksis saat ini dengan jumlah keturunan yang cukup banyak.

Girsang yang merupakan adik dari Parultop kemudian menyusul abangnya ke Simalungun dan kemudian beranak pinak di Simalungun dan salah satu keturunannya menjadi menantu dari Raja Sinaga yang berkuasa di Silimakuta.Ketika dalam tekanan lawan dan hampir kalah maka muncullah si menantu bermarga Girsang ini berhasil membunuh hingga seribu orang musuh (asal nama “saribudolok”?) sehingga sesuai janji Raja Sinaga itu untuk menyerahkan kekuasaannya di Silimakuta kepada Girsang untuk menjadi Raja Silimakuta dan Raja Sinaga tersebut kembali ke Tanah Jawa.

Makanya tidak heran jika banyak ditemukan banyak orang bermarga Girsang di Silimakuta,termasuk Kela dari Indah juga bermarga Girsang sehingga saya pun dimargakan ke marga Girsang ini sebelum menikahi gadis boru Sipayung itu.

Ketika saya dimargakan di Saribudolok itu  mmg banyak dari saudara-saudara pemilik marga Girsang itu yang berkali-kali mengingatkan pada saya bahwa saya dimargakan ke Girsang bukan ke Purba Girsang alias sekali Girsang tetaplah Girsang bukan Purba Girsang.

Pada perkembangan saat ini semakin banyak yang “mengkhianati” hubungan persaudaraan dalam Harungguan Purba Simalungun yang telah tercipta berabad-abad antara Purba Girsang dan Purba Pakpak dengan Purba Siboro,Purba Sigumonrong,Purba Tambak,Purba Dasuha,Purba Tamsar dan masih banyak Purba Simalungun yang lain.Purba Girsang dan Purba Pakpak dianggap sebagai sanina dari Purba Simalungun lainnya dalam ikatan Harungguan Purba.

Lucunya jika Girsang kini menyangkali Ke-Purba-an mereka namun Purba Pakpak tetap setia pada Harungguan Purba Simalungun,sedangkan Girsang telah mengambil langkah terlalu jauh dengan menolak menjadi bagian dari Harungguan Purba Simalungun,lalu menolak bagian dari Toga Simamora (dalam hal ini saya juga setuju) dan kemudian menyatakan bahwa Girsang adalah bagian dari Toga Sihombing yang ber-sanina dengan marga Sihombing,Nababan,Silaban dan Hutasoit…

Dengan sikap menolak,penyangkalan dan seakan-akan membalas air susu dengan air tuba kepada Harungguan Purba Simalungun nantinya malah akan menjadi bumerang bagi keturunan marga Girsang nantinya karena tentunya ada yang terluka di dalam penyangkalan Girsang kepada Harungguan Purba ini.

Perlu rasanya para petinggi,senior atau yang dituakan dalam keluarga besar Girsang perlu duduk bersama dengan para petinggi Harungguan Purba Simalungun untuk membicarakan mau kemana Girsang sekarang ditempatkan..apakah masih mau bersama-sama dalam Harungguan Purba Simalungun atau mau keluar dari Harungguan Purba Simalungun.

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , | 33 Komentar »

Buku Silsilah Saragih Garingging

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 27, 2009

buku-saragih-garinggingBuku ini memang adalah buku langka,di mana setidaknya silsilah salah satu marga Simalungun asli yaitu Saragih Garingging diulas secara rinci oleh Taralamsyah Garingging…

Buku Tua yang kemungkinan dicetak pada tahun 1980an ini secara “hampir” rinci menuliskan para leluhur semua keturunan marga Saragih Garingging yang dimulai dengan kembalinya Si Pinang Sori dari Garingging di Karo menuju Raya.

Data dan nama yang tertera kebanyakkan keturunan Garingging yang minimal lahir pada tahun 1970an karena berhubung sang penulis wafat pada pada tahun 1970an juga..

Ini terbukti dari tidak terteranya nama atturang saya,namun untunglah nama bapa dari Atturang saya tercatat dalam buku ini yaitu Marialam Saragih Garingging namun pada buku tertulis tidak tercantum lagi keturunan selanjutnya karena Oppung ini hanya mempunyai 3 anak boru sebelum ia wafat ditembak oleh Belanda.

Buku yang diketik oleh mesin ketik ini menggunakan bahasa Simalungun dialek Raya,saya dapatkan buku tua ini dikirimkan oleh bang Marim Purba yang juga kebetulan oppungnya adalah boru Saragih Garingging sehingga ia mempunyai koleksi buku ini…

Tanpa mengurangi hormat saya pada Oppung Alm.Taralamsyah Garingging mungkin ada baiknya buku tua silsilah Keluarga Besar Saragih Garingging ini perlu diperbanyak kembali agar generasi Saragih Garingging abad Milenium ini bisa mengetahui silsilahnya agar tidak terpengaruh dengan pengaruh dari pihak Toba yang selalu mengait-ngaitkan Saragih dengan Parna (Keturunan Raja Nai Ambaton) terutama marga Saragih Garingging yang memang asli Raya,Simalungun.

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , | 20 Komentar »

Ketika Yang Bukan Saudara Lebih Peduli Ketimbang Yang Saudara

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 27, 2009

Mungkin Anda berpikir saya sedang bermain kata-kata di sini…ini disimak pada kalimat di atas,namun sesungguhnya bukan demikian,ini hanya ungkapan dari yang kami rasakan ketika Indah melahirkan anak kami 1 minggu lalu…

Di Sorong,saya mempunyai keluarga yang lumayan besar yaitu Keluarga Ratumanan dan cabang-cabang marganya namun sangat memprihatinkan karena setelah 1 minggu yang datang mengunjungi kami hanya 3 orang yaitu Oma Sin yang merupakan buyut dari Vinz,Tua I Anna yang merupakan Oma dari Vinz dan juga Tante Sien yang merupakan Oma dari Vinz.

Lalu kemana yang lain?wah gelap..saya gak tahu kemana mereka semua…

Indah agak kecewa atas sikap Tua I yang merupakan sodara kandung dari mama saya,dia telah dianggap oleh Indah sebagai pengganti Mama Kandung saya sebagai Ibu Mertua Indah di sini,namun menggantungkan harapan terlalu tinggi ternyata hanya membawa kekecewaan..karena semenjak Indah masuk Rumah Sakit Sele Be Solu dan kemudian masuk lagi Rumah Sakit Mutiara maka tidak pernah sekalipun Tua I datang mengunjungi kami atau setidaknya mengunjungi cucunya yang baru lahir..Nanti ia baru datang ketika sepulang kami dari RS.Mutiara namun itupun tidaklah murni kunjungan karena ternyata datang minta tolong fotokopi sebuah surat di rumah kami..

Jika dibandingkan dengan “keluarga” dari pihak Indah maka amat sangat berbanding terbalik…

Sebenarnya Indah tidak mempunyai keluarga kandung di sini,semua marga Sipayung yang ada di sini hanyalah tarikan karena sama marga (ber-sanina) yaitu Sipayung namun kenalnya juga baru di sini dan tidak pernah kenal selama Indah masih di Simalungun sana…

Namun perhatian yang diberikan oleh Keluarga Besar Sipayung di sini pada Indah sebagai boru mereka dan Vinz anak kami sebagai Panagolan mereka sangat luar biasa,saya dan Indah sampai-sampai merasa banyak berhutang budi pada mereka.

Sejak Indah masuk rumah sakit,maka Besan Joshua dan Besan Monica langsung menyusul ke RS.Sele Be Solu untuk menengok Indah bahkan Besan Joshua membantu dalam persalinan Indah lalu kemudian datang satu per satu seperti besan Helen,Besan Ella,Besan Eben,Lawei Joshua,Lawei Rimbun,Lawei Anton,Lawei Sintong,Lawei Eben dan masih ada beberapa.

Bahkan Keluarga Ketua Arisan Parna di Sorong yaitu Lawei Sarton Saragih beserta botou saya juga tidak ketinggalan meluangkan waktunya untuk datang mengunjungi kami di Rumah Sakit Sele Be Solu dan kemudian datang lagi ketika kami telah di rumah,padahal kami bukan anggota Arisan Parna..ini lebih pada tarikan bahwa kami sama-sama anggota Partumpuan Simalungun di kota Sorong.

Juga ada abang Ando Tarigan Gersang dan abang Orin Purba Siboro yang pada malam Indah melahirkan langsung datang ke Rumah Sakit Sele Be Solu mengunjungi kami padahal hanya karena tarikan dari abang Ando Tarigan Gersang itu “sanina” saya di sini karena saya dimargakan ke Girsang dan dia juga Girsang walaupun sudah menjadi Tarigan di Karo dan bang Orin Purba Siboro yang merupakan Ketua Arisan Simalungun dan Arisan Toga Simamora di mana kami bergabung di dalamnya…

Bahkan yang membuat saya jd agak terharu ketika mendengar rencana kunjungan dari Arisan Silahisabungan pada sore sepulang kami dari RS.Mutiara dan benar aja pada jam 7.30 Malam berbondong-bondong banyak motor yang masuk dalam halaman rumah kontrakkan kami yaitu keluarga Silahisabungan Sorong datang meluangkan waktunya untuk mengunjungi kami yang baru saja pulang dari RS.Mutiara akibat Vinz terkena infeksi karena salah penanganan di RS.Sele Be Solu.

Ternyata solidaritas orang-orang dari Sumatra Utara jauh lebih baik daripada solidaritas saudara-saudara kandung saya di sini…

Ditulis dalam Saya dan Indah | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

Kerja Amatiran Perawat Rumah Sakit Umum Daerah “Sele Be Solu” Kota Sorong

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 26, 2009

sele-be-soluKami sebenarnya tidak ada terpikir untuk melaukan proses persalinan putra kami di Rumah Sakit Umum Daerah “Sele Be Solu” sebelumnya namun karena Dokter Kandungan langganan kami yaitu dr.Edwell Sembiring SPOG berdinas di sana maka kami pun memutuskan untuk melakukan persalinan di sana.

Awalnya semua berjalan hampir sempurna karena atas bantuan dr.Edwell Sembiring SPOG itulah sehingga bayi kami Vincenzo bisa lahir dengan baik dan ibunya pun sehat.

Kami pun menginap 2 malam di ruang Kelas I di Rumah Sakit Pelat Merah milik Pemerintah Kota Sorong itu.

Tiap pagi dan sore selalu ada perawat yang datang ke kamar kami lalu berkata : “ayo mandi pagi ade…” maka kami pun menyambutnya dengan baik dan segera menyiapkan perlengkapan mandi milik Vinz seperti kain bedong,baju,celana,sabun,shampo dan sebagainya…dan kemudian sekitar 20menit Vinz diantar balik oleh perawat rumah sakit tsb dengan keadaan yang sungguh bersih krn sudah mandi dan wangi….itu terjadi sebanyak 4-5 kali selama kami di Rumah Sakit Sele Be Solu itu..

Namun sayangnya dibalik semua yang wangi dan bersih itu ada sesuatu yang mengancam jiwa anak kami…yaitu Kain Perban pembungkus pusarnya yang masih luka itu tidak pernah diganti oleh Perawat-perawat di Rumah Sakit Sele Be Solu itu…

Jelas saja sepulang kami ke rumah pada hari rabu tanggal 21 Januari pada pagi harinya maka pada malamnya Vinz terus rewel menangis meraung-raung dan menjerit…kami semua bingung pada keadaan ini dan suhu badannya memanas namun kami tidak curiga sama sekali pada kain perban yang menutupi pusarnya itu bahwa itu kain perban yang sudah lama,kotor,berbau dan bernanah…

Pagi harinya langsung Saya,Indah,Atturang dan Vinz segera pergi ke tempat praktek dokter spesialis anak bernama dokter Adrina,kemudian dokter Adrina menyarankan untuk opname di rumah sakit terdekat di rumah kami,kami memilih Rumah Sakit Mutiara yang hanya 300meter dari rumah kami.

Setiba di Rumah Sakit Mutiara,Vinz yang dalam keadaan suhu badan panas tinggi,infeksi dan badannya menguning langsung ditangani oleh pemilik Rumah Sakit Mutiara tsb yang juga merupakan teman bapak saya yaitu dr.Pahimah.

Atas penanganan yang cepat langsung bayi berumur 3hari itu diinfus,saat akan diinfus Indah sudah menangis duluan di luar karena tidak tega melihat Vinz diinfus oleh dokter,akhirnya saya yang terus menemani Vinz yang lagi dipasangi infus oleh dokter.

Setelah terpasang dan kami berpindah ke kamar,berangsur-angsur Vinz pun mulai menurun panas tubuhnya dan juga bisa tersenyum kembali…

Saya coba hub dr.Edwell Sembiring SPOG mempertanyakan kinerja perawat-perawatnya namun jawaban yang saya terima dari dr.Edwell Sembiring SPOG adalah bahwa semuanya telah sesuai Protap yang berlaku di RS.Sele Be Solu…Jadi Protap seperti ini ya yang dilakukan oleh rumah sakit plat merah itu yaitu perban busuk pun ga diganti-ganti….

Penilaian saya yang sebelumnya point 9 untuk Rumah Sakit Sele Be Solu kini angka 1 pun gak akan saya berikan..kecuali angka NOL BESAR untuk rumah sakit ini….payah kalian kerja!!!

Ditulis dalam Pribadi | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

19 Januari 2009 Vincenzo Girsano Wong Tomarere Kami Lahir

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 25, 2009

Tanggal 19 Januari 2009 hingga tanggal 25 Januari 2009 adalah hari yang sibuk bagi kami sekeluarga karena pada hari-hari tersebut adalah hari kelahiran dan awal hadirnya anak kami di dalam keluarga besar kami.

240120090063Pada tanggal 19 Januari 2009 pagi kami bangun pada pagi hari itu seperti biasa..saya,Indah,Tulang dan Atturang memilih jalan pagi ke Pasar Sentral untuk membeli ayam kampung jantan dan ikan untuk nantinya kami masak sepulang kami dari pasar dan juga sekalian agar Indah bisa jalan pagi..maklum saya malas antar dia bangun pagi sih.

Setiba di Pasar maka Atturang dan Tulang sibuk memilih ayam kampung jantan yang rupanya kemudian saya baru tahu akan dimasak untuk membuat hidangan khas Simalungun yaitu Dayok Binatur.

Sepulang dari pasar,saya minta ijin pada Indah untuk ke Kantor Pos untuk mengecek 2 kiriman yaitu yang berasal dari Lawei Rosenman Saragih Manihuruk dari Jambi dan Bang Marim Purba yang mungkin akan kirimkan buku yang ia telah janjikan pada saya sebelumnya.Dan ternyata mmg ada,dengan hati yang gembira saya pulang dari Kantor Pos dan menuju ke rumah Tulang Sumbayak untuk mengantarkan Majalah Sauhur yang mmg sudah saya janjikan kepadanya.

Lagi asyik ngobrol dengan Tulang Sumbayak lalu hp saya berdering tp sayangnya hp saya ketika itu Nokia 5700 payah banget krn harus di “ketok-ketok” atau bahkan dibanting dulu baru keypadnya aktif..payah banget nih HP..akhirnya 1 panggilan terlewatkan yang kemudian saya tahu adalah telp dari Indah…kemudian berbunyi lagi HP saya dan kali ini berhasil saya mengangkap telpnya krn keypadnya berhasil saya atasi.Dari ujung telp terdengar suara tangisan Indah yang mengabarkan bahwa Air Ketubannya sudah pecah sehingga saya harus segera pulang karena yang lain sudah siap-siap mengantarnya ke Rumah Sakit.

Sesegera mungkin langsung saya pamit pulang dari rumah Tulang Sumbayak dan meluncur ke arah rumah yang berkisar 1 KM, dan begitu tiba di rumah mmg ternyata air ketuban Indah telah pecah dan yang kini ia rasakan adalah pinggang belakang yang terasa panas minta ampun sedangkan tulang dan atturang saya lagi sibuk menyelesaikan pembuatan Dayok Binatur mereka secepat mungkin agar bisa diserahkan pada Indah sebelum kami ke Rumah Sakit.

Begitu selesai pembuatan Dayok Binatur dan diserahkan kepada Indah dan Saya oleh Tulang dan Atturang maka langsung kami meluncur ke Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu yang terletak di KM.12..Mengapa kami memilih Rumah Sakit ini?sedangkan 200 M dari rumah kami terdapat Rumah Sakit Mutiara atau pada jarang 30 M terdapat bidan Saragih/br.Harahap..karena pada Rumah Sakit Sele Be Solu-lah dr.Edwell Sembiring,SP.OG berdinas karena memang kami menginginkan agar proses kelahiran anak kami dibantu olehnya makanya kami pun segera meluncur ke Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu.

Sesampai di RS Sele Be Solu sempat kami marah pada 2 orang perawat yang terkesan melongo ketika kami dengan agak sedikit menjerit meminta tolong berikan kami Kursi Roda agar Indah bisa duduk di atasnya dan diantarkan ke Kamar Bersalin,beberapa menit kemudian tibalah Indah di kamar bersalin yaitu pada sekitar jam 11 siang.

Hasil pemeriksaan oleh Bidan ternyata Indah masih pada posisi bukaan 3 sehingga masih menunggu 7 bukaan lagi sedangkan Indah sudah terus berteriak menjerit akibat kesakitan yang amat sangat karena janin kami terus merangsek ke arah depan agar bisa keluar nantinya.

Pada saat itu mulai banyak yang berdatangan mulai dari Wil dan Shelly,Besan Joshua Sipayung dan Besan Monika Sipayung,Ibu Esther,Ibu Amien Gea,Pdt.Amienuddin Gea,Ibu Suwarni dan masih banyak lagi…semua seakan-akan dengan sabar menunggu kelahiran jagoan kami.

Akhirnya menjelang pukul 6.00 Petang,Dr.Edwell Sembiring datang ke ruang bersalin dan mengecek ternyata Indah sudah pada posisi bukan 10 yang mana artinya sudah saatnya untuk mengejan agar jagoan kami bisa keluar…terus mencoba dan mencoba hingga pada pukul 6.45 belum menghasilkan hasil.Bahkan sempat Atturang berpikir agar melakukan proses Kelahiran Caesar saja namun ditentang keras oleh Indah yang memang sejak awal kehamilannya sangat ingin melahirkan secara Normal.

Pada pukul 6.45 Petang tiba-tiba merangsek masuk Ibu Vonny ke dalam ruangan bersalin sambil membawa sebotol Aqua ukuran 600ml dan langsung ia cucikan pada wajah Indah,lalu usap-usapkan pada perut Indah serta percikkan ke arah pintu keluar jagoan kami..tidak lama kemudian terjadi kontraksi hebat yang membuat Indah langsung mengejan kembali sekuat tenaga dan tak lama kemudian pada pukul 7.00 Malam tepat keluarlah jagoan kami Vincenzo yang juga disaksikan oleh Saya,Ibu Amien Gea,Besan Joshua,Ibu Suwarni,Ibu Vonny dan Atturang serta Dokter Edwell dibantu  bidan.

Saya seakan terpaku dan menganga melihat manusia yang keluar dari dalam perut Indah…begitu putih bersih dan langsung menangis…tidak lama setelah melahirkan langsung Indah pingsan krn kecapekan..saya dan atturang sangat kuatir jangan sampai kenapa-kenapa terjadi pada Indah sehingga kami berdua langsung menampar-nampar pipi dan semua wajah Indah hingga ia sadar..saya pun langsung memburu bidan untuk melihat anak kami.

Vincenzo Girsano Wong Tomarere,itu nama Final yang kami berikan padanya…ia sangat besar yaitu 3,5kg dengan panjang 50Cm padahal ibunya hanya setinggi 157 cm..seorang bayi raksasa…

Kami pun kemudian berpindah ke kamar VIP dan saya ditemani Opan yang datang berkunjung ke kami segera pulang ke rumah untuk menguburkan ari-ari Vinz di rumah kampung baru…

Kami di Rumah Sakit  Sele Be Solu selama 2hari dan pulang pada hari rabu pagi…namun sesuatu terjadi pada kamis pagi dan kami sangat menyayangkan ketidak profesionalnya oknum Bidan/Perawat di Rumah Sakit Umum Pekerja Sele Be Solu itu (Bersambung…………)

Ditulis dalam Saya dan Indah | Bertanda: , , , | 3 Komentar »

Mengapa Umat Kristen Juga Harus Menggunakan Kata “Allah”

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 18, 2009

Allah adalah asal kata dari Arab yang awalnya digunakan oleh umat Islam di Indonesia untuk menyebutkan nama penciptanya,Islam yang secara resmi lebih duluan masuk ke Indonesia membuat kata ini lebih umum digunakan oleh umat Islam dan ketika para penginjil masuk ke Indonesia agar mudah ber-akulturasi dengan budaya setempat maka ikut juga menggunakan kata “Allah” ini juga sebagai pengganti dari istilah Yahudi yang telah ada seperti “Yehova atau juga Elohim”.

Saya sebenarnya termasuk dari yang tidak nyaman dengan penggunaan istilah Allah dalam tata ibadah Kristen krn kata ini benar-benar adaptasi dari Arab,dengan penggunaan kata Allah yang terus menerus dalam liturgi di gereja sehingga membuat umat Kristen di Indonesia dan Malaysia seakan-akan tidak mempunyai identitas sendiri padahal masih ada pilihan bahasa yang bisa digunakan yah seperti “Yehova” atau “Elohim” itu.

Umat Islam di Malaysia telah semakin gerah dengan umat Kristen di sana yang terus menggunakan istilah “Allah” tersebut dan lucunya umat Kristen di Malaysia juga makin ngotot mempertahankan penggunaan istilah ini,saya menjadi heran dengan kengototan umat Kristen Malaysia dalam masalah ini padahal itu sudah jelas-jelas adalah Allah itu adalah dari bahasa Arab yang jarang sekali diulas di Alkitab selain menuliskan bahwa Ismael anak Abraham dari budak Sarah yang bernama Hagar yang kemudian menurunkan bangsa  ini dan mereka  diberkati dengan kekayaan minyak bumi yang melimpah.

Saya merasa tidak perlu kita umat Kristen di Indonesia untuk mempertahankan penggunaan istilah “Allah” ini agar umat Kristen tidak dicap sebagai plagiat istilah asal Arab ini,penggunaan kata “Yehova” atau”Elohim” jauh akan meredakan masalah penggunakan istilah ini sehingga Umat Islam bisa menggunakan istilah “Allah” dengan bebas dan kita juga bisa menggunaan istilah penggantinya seperti “Yehova” atau “Elohim” dengan bebas dan lebih nyaman .

Andai jika Lembaga Alkitab Indonesia dan Persekutuan Gereja di Indonesia mau melepaskan penggunaan istilah “Allah” dan berpindah ke “Yehova” atau “Elohim” ini jauh akan lebih baik ketimbang berebutan menggunakan istilah tsb…

Ada komen utk masalah ini?

Ditulis dalam Pribadi | Bertanda: , , , | 11 Komentar »

Ketika Orang Tua Kami Bertemu Untuk Pertama Kali

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Januari 17, 2009

17012009003Saya dan Indah tinggal sekitar 23hari lagi akan merayakan pernikahan kami yang pertama dan bahkan dalam 1minggu ke depan moga-moga jagoan kami Vincenzo akan segera hadir di dunia.

Namun percayakah Anda bahwa baru pada malam ini 17 Januari 2009 orang tua kami bertemu muka secara langsung yaitu bapak saya dengan kedua orang tua Indah.

Apakah saya dan Indah kawin lari?tentu saja bukan..buang jauh-jauh pemikiran itu…

Ketika saya dan Indah menikah di Saribudolok,Simalungun tahun lalu,papa saya tidak bisa ikut ke Saribudolok karena ada yang tidak bisa ia tinggalkan di sini namun Doa Restu dari segenap hatinya telah ia berikan kepada kami dan kontak dengan kedua besannya melalui telp.

Perbincangan mereka untuk pertemuan yang pertama kali itu juga kelihatannya sangat asyik dan berjalan dengan lancar serta mengalir apa adanya.

Bapak dengan lancarnya mengulas tentang sikap dan sifat saya yang ia tahu dan kedua mertua saya juga mengenalkan Indah lebih detail lagi pada bapak.Tapi semuanya berjalan dengan sangat bersahabat dan hangat walaupun berasal dari 2 wilayah Indonesia yang berbeda yaitu Bapak yang lahir dan besar di Makassar namun sudah 30thn menetap di Sorong sedangkan kedua mertua saya dari Saribudolog,Simalungun.

Sekarang mereka lagi sama-sama menunggu kelahiran anak kami yang mana merupakan cucu pertama dari bapak saya dan merupakan cucu kedua bagi kedua mertua saya..semoganya semua berjalan dengan baik…

Terima kasih Tuhan untuk semua kehangatan keluarga besar kami ini…

Ditulis dalam Pribadi | Bertanda: , , , | 5 Komentar »