Sepanjang Tembok Berlin a la Sorong berjejeran Cafe-Cafe Tenda a la Makassar,sepanjang 1 km di pinggiran Tembok Berlin dipenuhi dengan Cafe-Cafe Tenda.
Pada saat foto di sore hari ini nampa para pedagang mulai berkemas untuk membuka lapak jualan mereka,mereka mulai berjualan biasanya dari jam 6 sore hingga jam 2 malam.
Adapun menu yang mereka sajikan umumnya adalah Pisang Epe ala Makassar dan Serabba,saya sendiri yang biasanya “dipaksakan”oleh papa saya untuk mengakui bahwa berkampung halaman di Makassar tidak terlalu suka dengan Pisang Epe Keju dan Serabba ini namun untuk suasananya yah lumayanlah…
Cafe-Cafe tenda ini paling ramai kalo Malam Minggu karena tempat ajang pacaran untuk anak-anak muda walaupun dengan harga sepiring Pisang Epe yang lumayan mahal namun tetap aja sekitaran puluhan Cafe Tenda ini ramai dikunjungi.
Sepanjang tembok berlin ini juga kadang jadi tempat minum minuman keras dan mabuk bahkan transaksi dengan PSK atau dengan waria,andai jika malam minggu ditempatkan Satpol PP tentu akan aman daerah ini dari pemabuk maupun balapan liar.
Dahulu sempat dilarang untuk berjualan di kawasan ini,namun dimulai dengan 1 orang membuat Cafe Tenda kemudian diikuti dengan lainnya,akhirnya sepanjang Tembok Berlin dipenuhi dengan Cafe Tenda,kayaknya sekarang sudah diijinkan oleh pihak Dispenda Kota Sorong.



