Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Arsip untuk Agustus 30th, 2008

Damanik Simalungun Bukan Manik Dari Toba Maupun Dari Pakpak

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 30, 2008

Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga Damanik dan marga-marga lain dalam Suku Simalungun berasal dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Birma, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.

Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara. Pada abad ke-12, keturunan Raja Nagur mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola dari India, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:

Marah Silau (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)

Soro Tilu (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)

Timo Raya (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok) Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja,Sagala Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan mengaku Damanik di Simalungun.

(dikutip dari friendster morga Damanik : http://profiles.friendster.com/42115435

Morga Damanik memang mempunyai kesamaan bunyi dengan kata “Manik” namun bukan lantas Morga Damanik yang di Simalungun menjadi cabang dari Marga Manik yang di Samosir Toba seperti yang ditulis dalam Tarombo akal-akalan Toba.

Selain Damanik di Simalungun dan Manik yang di Toba juga terdapat Manik dari Pakpak,Manik yang dari Pakpak ini pun juga bukan cabang marga dari Manik yang dari Toba namun berdiri sendiri yaitu merupakan anak dari MPU BADA dengan susunan anak sbb : Tendang menurunkan marga T’ndang,Rea menurunkan marga Banurea dan Manik yang menurunkan marga Manik.

Lalu ketika kedatangan marga Sagala,Malau,Manik,Limbong,Gurning dan Ambarita ke Tanah Simalungun agar bisa diterima dan menetap di Simalungun maka mereka harus berafiliasi dengan morga yang ada di Simalungun yang sudah ditetapkan yaitu SI-SA-DA-PUR (Sinaga-Saragih-Damanik-Purba),entah karena kesamaan bunyi antara Damanik dengan Manik sehingga mereka memilih untuk berafiliasi dengan morga Damanik.

Damanik yang asli Simalungun adalah :

  1. Damanik Bayu
  2. Damanik Sarasan
  3. Damanik Usang
  4. Damanik Malayu
  5. Damanik Solia
  6. Damanik Nagur – Raja Kerajaan Nagur?
  7. Damanik Bariba
  8. Damanik Rampogos
  9. Damanik Barotbot
  10. Damanik Hajangan
  11. Damanik Simaringga
  12. Damanik Rih

Damanik Afiliasi dari Samosir-Toba :

  1. Damanik Ambarita
  2. Damanik Limbong
  3. Damanik Gurning
  4. Damanik Malau
  5. Damanik Tomok
  6. Damanik Sagala

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , , , , | 5 Komentar »

Mengapa Penginjilan di Simalungun Tidak Terlalu Sukses

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 30, 2008

Mengapa Penginjilan yang dilakukan oleh Para Zending dari Jerman dahulu di tanah Simalungun tidak seberhasil dengan kesuksesan yang diraih mereka di Tapanuli?

Penyebab utamanya karena para Zending tersebut dipengaruhi oleh tarombo Tapanuli yang selalu menaruh suku Simalungun,Karo,Pakpak,Mandailing,Angkola dan bahkan Nias sebagai hasil diaspora dari Tapanuli yang mana membuat Para Zending selalu menyebarkan injil di dalam masyarakat Simalungun bukan memakai bahasa Simalungun namun memakai bahasa Toba.

Masyarakat Simalungun merasa kecewa dengan Para Zending yang seakan-akan tidak menghargai budaya dan bahasa Simalungun sebagai salah satu budaya yang berdiri sendiri dan mandiri bebas dari pengaruh Toba.

Bagaimana masyarakat Simalungun bisa mengerti injil dan khotbah yang diucapkan oleh Para Zending menggunakan bahasa Toba?walaupun sekilas sama namun tetap ada beberapa kosa kata yang berbeda dan bahkan ada kosa kata yang sama namun artinya berbeda.Selain itu secara psikologis orang Simalungun merasa dilecehkan oleh Para Zending karena tidak mau mempelajari budaya,adat dan bahasa Simalungun namun selalu menyamakan orang Simalungun layaknya orang Toba.

Selain itu di Simalungun bawah proses penginjilan juga ditentang oleh Raja Siantar marga Damanik yang telah menjadi muslim dan ingin agar semua rakyatnya sama seperti dirinya yang merupakan seorang Muslim.Proses Islamisasi yang lebih dekat ke adat Simalungun karena menghargai adat dan budaya Simalungun membuat ketertarikan masyarakat Simalungun bawah lebih mudah masuk Islam ketimbang ajaran Kasih yang dibawa oleh para penginjil Jerman tsb.

Syukurlah Simalungun mempunyai seorang Pendeta yang berkharisma dan perhatian pada budaya asli mereka sendiri yaitu Pdt.J.Wismar.saragih Sumbayak.Pada saat ia masih hidup,ia sukses memisahkan GKPS dari HKBP dan menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Simalungun,hal ini disambut dengan positif masyarakat Simalungun dengan banyaknya yang berpindah dari agama suku ke Kristen sehingga membuat GKPS benar2 berfungsi sebagai lembaga penginjilan,pembinaan iman dan sekaligus pelindung bahasa Simalungun dari serangan Tobanisasi yang melanda Simalungun.

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , , | 3 Komentar »

Silahisabungan = Silalahi – Sipayung – Sembiring

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 30, 2008

Menurut Tarombo Orang Batak Toba maka Keturunan dari Raja Silahisabungan adalah marga Silalahi, Sihaloho, Tambunan, Sinurat, Doloksaribu,Nadapdap,Tambunan dsb untuk Suku Toba lalu marga Sipayung untuk suku Simalungun ditambah Sembiring untuk suku Karo.

Saya pun berada kali mendapatkan info yang sama tsb yaitu ketika seseorang bermarga Silalahi berada di Simalungun maka ia pun bisa ber-afiliasi ke marga Sipayung karena sama saja begitupun apabila seorang marga Tambunan ke Karo maka ia bisa bisa berafiliasi ke Sembiring.Namun apakah semudah itu?

Dulu ketika saya tahu tentang koneksivitas marga seperti ini lalu saya coba tanyakan pada mertua saya di Saribudolok via Telp apakah bisa jika Indah mengubah marganya ke Silalahi atau setidaknya memakai marga asli leluhurnya sebelum pindah ke Simalungun yaitu Sihaloho?jawab mertua saya : Jangan,ga usah ganti-ganti marga..cukup Sipayung saja…itu seterusnya…

Saya lalu berpikir..ternyata tidak semudah yang dikatakan selama ini bahwa Silalahi bisa ubah ke Sipayung lalu Sipayung ke Sembiring…karena pada dasarnya Silalahi dsb sudah identik dengan Suku Toba,Sipayung sudah identikdengan Suku Simalungun dan Sembiring identik dengan suku Karo..apabila kita mengubah marga kita dari Silalahi yang Toba ke Sipayung yang Simalungun maka otomatis kita sudah menjadi orang Simalungun dan apabila kita mengubah marga kita yang Sipayung ke Sembiring maka sah-lah kita menjadi orang Karo.

Berganti marga maka membawa efek juga yang luas yaitu ketika seorang bermarga Sihaloho yang seorang Toba mengubah marganya menjadi Sipayung yang adalah dikenal sebagai marga Simalungun maka dia juga harus belajar adat,budaya dan bahasa Simalungun.Selama ini selalu Orang Toba menganggap bahwa Simalungun adalah hasil diaspora dari Halak Toba namun sebenarnya Halak Simalungun berdiri sendiri yang mandiri dengan mempunyai bahasa,budaya dan adat yang mandiri sebagai suatu ikatan yang kuat,apabila ada kesamaan adalah suatu asimilasi dan akulturasi antara 2 suku yang saling bersebelahan sehingga jika ada kemiripan dalam panggilan maupun budaya maka adalah sesuatu yang bisa dipahami.

Kini mertua saya juga pusing apabila adik ipar saya yang sedang menjalin hubungan kasih dengan pria Karo bermerga Karo-Karo Barus karena pria tersebut ingin agar jika mereka telah menikah nanti adik ipar saya ini mengubah marganya yang boru Sipayung menajdi Br.Sembiring.Hal ini tidak bisa diterima oleh Mertua saya karena otomatis anaknya ini akan berganti marga dari marga Simalungun ke merga Sembiring.Ternyata tidak se-elastis yang diduga ya perpindahan marga-marga ini.

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , | 46 Komentar »