Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga Damanik dan marga-marga lain dalam Suku Simalungun berasal dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Birma, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.
Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara. Pada abad ke-12, keturunan Raja Nagur mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola dari India, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:
Marah Silau (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)
Soro Tilu (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)
Timo Raya (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok) Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja,Sagala Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan mengaku Damanik di Simalungun.
(dikutip dari friendster morga Damanik : http://profiles.friendster.com/42115435
Morga Damanik memang mempunyai kesamaan bunyi dengan kata “Manik” namun bukan lantas Morga Damanik yang di Simalungun menjadi cabang dari Marga Manik yang di Samosir Toba seperti yang ditulis dalam Tarombo akal-akalan Toba.
Selain Damanik di Simalungun dan Manik yang di Toba juga terdapat Manik dari Pakpak,Manik yang dari Pakpak ini pun juga bukan cabang marga dari Manik yang dari Toba namun berdiri sendiri yaitu merupakan anak dari MPU BADA dengan susunan anak sbb : Tendang menurunkan marga T’ndang,Rea menurunkan marga Banurea dan Manik yang menurunkan marga Manik.
Lalu ketika kedatangan marga Sagala,Malau,Manik,Limbong,Gurning dan Ambarita ke Tanah Simalungun agar bisa diterima dan menetap di Simalungun maka mereka harus berafiliasi dengan morga yang ada di Simalungun yang sudah ditetapkan yaitu SI-SA-DA-PUR (Sinaga-Saragih-Damanik-Purba),entah karena kesamaan bunyi antara Damanik dengan Manik sehingga mereka memilih untuk berafiliasi dengan morga Damanik.
Damanik yang asli Simalungun adalah :
- Damanik Bayu
- Damanik Sarasan
- Damanik Usang
- Damanik Malayu
- Damanik Solia
- Damanik Nagur – Raja Kerajaan Nagur?
- Damanik Bariba
- Damanik Rampogos
- Damanik Barotbot
- Damanik Hajangan
- Damanik Simaringga
- Damanik Rih
Damanik Afiliasi dari Samosir-Toba :
- Damanik Ambarita
- Damanik Limbong
- Damanik Gurning
- Damanik Malau
- Damanik Tomok
- Damanik Sagala





