Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Arsip untuk Agustus, 2008

Ade Wen…Silahkan Download

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 31, 2008

Wenny kemarin malam meminta saya agar mengirimkan file lagu Umbrella yang dinyanyikan oleh Rihanna…

nah kini sudah saya muat nih wen..silahkan download :

www.sevillafashion.com/RihannaUmbrellahousemusic.mp3

www.sevillafashion.com/RihannaUmbrellaAcoustic.mp3

Ela..ela..you’re my umbrella….nyanyu terus..entar kita kena komplain dari Marga Sipayung se dunia baru tahu rasa…hehehe..Peace

Ditulis dalam Pribadi | 1 Komentar »

Inces Pun Beranak

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 31, 2008

Anjing kesayangan kami sekeluarga yang kami namai Princess atau dikenal dengan nama Incess akhirnya dengan sukses beranakan 8 ekor anaknya semalam.

Menjelang ia akan beranak mmg ia sempat gaduh seperti menahan rasa sakit yang amat sangat hingga membuat Indah jadi miris mendengarnya,inces mengerang kecil namun cukup menyayat hati juga jika melihatnya,kami pun menduga bahwa ia akan beranak pada malam kemarin.

Akhirnya pada sekitar jam 12 malam anak yang pertama keluar lalu disusul dengan 3 ekor lainnya,setidaknya 4 ekor anak yang kami lihat sebelum masuk ke kamar untuk istirahat malam namun kemudian besok siangnya setelah pulang gereja kami jd terkejut karena melihat kini jumlah anaknya menjadi 8 ekor dan dalam ukuran yang normal tidak prematur lagi seperti 2 proses beranak sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Incess.

Hal ini juga membuat Indah jadi sibuk karena harus terus membantu suplai gizi kepada Inces yang sedang menyusui bayi-bayi anjingnya dengan selalu membuatkan susu MILO + Energen agar Inces mendapatkan asupan gizi yang cukup karena jika Incess terus menyusui sedangkan ia sendiri tidak ada asupan gizi yang cukup tentu akan membuat incess menjadi loyo sendiri.

Incess beranak di ruang tamu,suatu posisi yang tidak bagus membuat kami semua yang awalnya selalu makan di ruang tamu kini berlarian ke kamar atau meja makan untuk makan,sedang di pikirkan dalam 1-3hari ke depan untuk memindahkan 8 ekor bayi2 incess ke tempat yang lebih baik dan tidak membuat kotor ruang tamu.

Selamat menjadi ibu kembali ya cess…

Inces..inces..inces..inces… begitu kami memanggilnya ia akan langsung genit sambil badannya jadi berkelok-kelok…inces yang lucu,cupu dan penurut.

Ditulis dalam Di Sekitar Saya | Bertanda: , , , , | 1 Komentar »

Damanik Simalungun Bukan Manik Dari Toba Maupun Dari Pakpak

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 30, 2008

Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga Damanik dan marga-marga lain dalam Suku Simalungun berasal dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Birma, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.

Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara. Pada abad ke-12, keturunan Raja Nagur mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola dari India, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:

Marah Silau (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)

Soro Tilu (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)

Timo Raya (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok) Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja,Sagala Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan mengaku Damanik di Simalungun.

(dikutip dari friendster morga Damanik : http://profiles.friendster.com/42115435

Morga Damanik memang mempunyai kesamaan bunyi dengan kata “Manik” namun bukan lantas Morga Damanik yang di Simalungun menjadi cabang dari Marga Manik yang di Samosir Toba seperti yang ditulis dalam Tarombo akal-akalan Toba.

Selain Damanik di Simalungun dan Manik yang di Toba juga terdapat Manik dari Pakpak,Manik yang dari Pakpak ini pun juga bukan cabang marga dari Manik yang dari Toba namun berdiri sendiri yaitu merupakan anak dari MPU BADA dengan susunan anak sbb : Tendang menurunkan marga T’ndang,Rea menurunkan marga Banurea dan Manik yang menurunkan marga Manik.

Lalu ketika kedatangan marga Sagala,Malau,Manik,Limbong,Gurning dan Ambarita ke Tanah Simalungun agar bisa diterima dan menetap di Simalungun maka mereka harus berafiliasi dengan morga yang ada di Simalungun yang sudah ditetapkan yaitu SI-SA-DA-PUR (Sinaga-Saragih-Damanik-Purba),entah karena kesamaan bunyi antara Damanik dengan Manik sehingga mereka memilih untuk berafiliasi dengan morga Damanik.

Damanik yang asli Simalungun adalah :

  1. Damanik Bayu
  2. Damanik Sarasan
  3. Damanik Usang
  4. Damanik Malayu
  5. Damanik Solia
  6. Damanik Nagur – Raja Kerajaan Nagur?
  7. Damanik Bariba
  8. Damanik Rampogos
  9. Damanik Barotbot
  10. Damanik Hajangan
  11. Damanik Simaringga
  12. Damanik Rih

Damanik Afiliasi dari Samosir-Toba :

  1. Damanik Ambarita
  2. Damanik Limbong
  3. Damanik Gurning
  4. Damanik Malau
  5. Damanik Tomok
  6. Damanik Sagala

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , , , , | 5 Komentar »

Mengapa Penginjilan di Simalungun Tidak Terlalu Sukses

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 30, 2008

Mengapa Penginjilan yang dilakukan oleh Para Zending dari Jerman dahulu di tanah Simalungun tidak seberhasil dengan kesuksesan yang diraih mereka di Tapanuli?

Penyebab utamanya karena para Zending tersebut dipengaruhi oleh tarombo Tapanuli yang selalu menaruh suku Simalungun,Karo,Pakpak,Mandailing,Angkola dan bahkan Nias sebagai hasil diaspora dari Tapanuli yang mana membuat Para Zending selalu menyebarkan injil di dalam masyarakat Simalungun bukan memakai bahasa Simalungun namun memakai bahasa Toba.

Masyarakat Simalungun merasa kecewa dengan Para Zending yang seakan-akan tidak menghargai budaya dan bahasa Simalungun sebagai salah satu budaya yang berdiri sendiri dan mandiri bebas dari pengaruh Toba.

Bagaimana masyarakat Simalungun bisa mengerti injil dan khotbah yang diucapkan oleh Para Zending menggunakan bahasa Toba?walaupun sekilas sama namun tetap ada beberapa kosa kata yang berbeda dan bahkan ada kosa kata yang sama namun artinya berbeda.Selain itu secara psikologis orang Simalungun merasa dilecehkan oleh Para Zending karena tidak mau mempelajari budaya,adat dan bahasa Simalungun namun selalu menyamakan orang Simalungun layaknya orang Toba.

Selain itu di Simalungun bawah proses penginjilan juga ditentang oleh Raja Siantar marga Damanik yang telah menjadi muslim dan ingin agar semua rakyatnya sama seperti dirinya yang merupakan seorang Muslim.Proses Islamisasi yang lebih dekat ke adat Simalungun karena menghargai adat dan budaya Simalungun membuat ketertarikan masyarakat Simalungun bawah lebih mudah masuk Islam ketimbang ajaran Kasih yang dibawa oleh para penginjil Jerman tsb.

Syukurlah Simalungun mempunyai seorang Pendeta yang berkharisma dan perhatian pada budaya asli mereka sendiri yaitu Pdt.J.Wismar.saragih Sumbayak.Pada saat ia masih hidup,ia sukses memisahkan GKPS dari HKBP dan menerjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Simalungun,hal ini disambut dengan positif masyarakat Simalungun dengan banyaknya yang berpindah dari agama suku ke Kristen sehingga membuat GKPS benar2 berfungsi sebagai lembaga penginjilan,pembinaan iman dan sekaligus pelindung bahasa Simalungun dari serangan Tobanisasi yang melanda Simalungun.

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , , | 3 Komentar »

Silahisabungan = Silalahi – Sipayung – Sembiring

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 30, 2008

Menurut Tarombo Orang Batak Toba maka Keturunan dari Raja Silahisabungan adalah marga Silalahi, Sihaloho, Tambunan, Sinurat, Doloksaribu,Nadapdap,Tambunan dsb untuk Suku Toba lalu marga Sipayung untuk suku Simalungun ditambah Sembiring untuk suku Karo.

Saya pun berada kali mendapatkan info yang sama tsb yaitu ketika seseorang bermarga Silalahi berada di Simalungun maka ia pun bisa ber-afiliasi ke marga Sipayung karena sama saja begitupun apabila seorang marga Tambunan ke Karo maka ia bisa bisa berafiliasi ke Sembiring.Namun apakah semudah itu?

Dulu ketika saya tahu tentang koneksivitas marga seperti ini lalu saya coba tanyakan pada mertua saya di Saribudolok via Telp apakah bisa jika Indah mengubah marganya ke Silalahi atau setidaknya memakai marga asli leluhurnya sebelum pindah ke Simalungun yaitu Sihaloho?jawab mertua saya : Jangan,ga usah ganti-ganti marga..cukup Sipayung saja…itu seterusnya…

Saya lalu berpikir..ternyata tidak semudah yang dikatakan selama ini bahwa Silalahi bisa ubah ke Sipayung lalu Sipayung ke Sembiring…karena pada dasarnya Silalahi dsb sudah identik dengan Suku Toba,Sipayung sudah identikdengan Suku Simalungun dan Sembiring identik dengan suku Karo..apabila kita mengubah marga kita dari Silalahi yang Toba ke Sipayung yang Simalungun maka otomatis kita sudah menjadi orang Simalungun dan apabila kita mengubah marga kita yang Sipayung ke Sembiring maka sah-lah kita menjadi orang Karo.

Berganti marga maka membawa efek juga yang luas yaitu ketika seorang bermarga Sihaloho yang seorang Toba mengubah marganya menjadi Sipayung yang adalah dikenal sebagai marga Simalungun maka dia juga harus belajar adat,budaya dan bahasa Simalungun.Selama ini selalu Orang Toba menganggap bahwa Simalungun adalah hasil diaspora dari Halak Toba namun sebenarnya Halak Simalungun berdiri sendiri yang mandiri dengan mempunyai bahasa,budaya dan adat yang mandiri sebagai suatu ikatan yang kuat,apabila ada kesamaan adalah suatu asimilasi dan akulturasi antara 2 suku yang saling bersebelahan sehingga jika ada kemiripan dalam panggilan maupun budaya maka adalah sesuatu yang bisa dipahami.

Kini mertua saya juga pusing apabila adik ipar saya yang sedang menjalin hubungan kasih dengan pria Karo bermerga Karo-Karo Barus karena pria tersebut ingin agar jika mereka telah menikah nanti adik ipar saya ini mengubah marganya yang boru Sipayung menajdi Br.Sembiring.Hal ini tidak bisa diterima oleh Mertua saya karena otomatis anaknya ini akan berganti marga dari marga Simalungun ke merga Sembiring.Ternyata tidak se-elastis yang diduga ya perpindahan marga-marga ini.

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , | 46 Komentar »

Indah Bertemu Dengan Abangnya di Sorong

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 29, 2008

Ini foto Lawei dan Nasibesan saya yaitu Lawei Juliaman Sipayung (Bapa Eben) dan Besan Regar (mama eben) beserta buah cinta mereka yaitu Ebenezer Sipayung.

Mereka berdua saya foto ketika bersama saya dan indah menghadiri pemberkatan pernikahan lawei saya Rimbun Sipayung di GSJA Charismatics Sorong.

Indah awalnya tidak kenal dengan Lawei Eben ketika masih di Medan maupun di Saribudolok karena Lawei saya ini berasal dari Lubuk Pakam,namun mmg dari dulu Indah sudah cerita pada saya bahwa mereka mempunyai keluarga di Pakam sana walaupun Indah juga tidak kenal dengan baik.

Suatu ketika perkenalan kami di Arisan Silahisabungan Sorong kebetulan lawei eben juga ikut di dalamnya,menjelang mau pulang lalu ia mendatangi kami sambil mengenalkan bahwa ia juga bermarga Sipayung.Kami senang karena bertambah kenalan kami yang bermarga Sipayung maklum ini penting karena Indah baru tiba di Sorong dan masih mencari-cari sanina-nya yang sama-sama bermarga Sipayung.

Lalu kami coba menghubungi orang tua Indah di kampung (Saribudolok) untuk mencari tahu apakah kami mempunyai hubungan saudara dengan Lawei Juliaman ini atau hanya ber-sanina saja?maka Tulang dan Nantulang di Saribudolok pun sibuk mencari dan akhirnya ditemukan bahwa Indah dan Lawei Juliaman ini masih saudara yaitu dari buyut yang sama walaupun nama oppung itu tidak diketahui lagi.

Ceritanya dahulu sejak berpindah dari Soping (sekarang masuk Kab.Tanah Karo) ke Saribudolok,Oppung yang bermarga asli Sihaloho ini pun berpindah ke marga Simalungun menjadi Sipayung lalu mempunyai beberapa keturunan salah satunya leluhurnya Indah dan lawei Juliaman,lalu kemudian oppungnya Lawei Juliaman meninggalkan Saribudolok dan merantau di Pakam yang kemudian beranak cucu di sana sementara oppungnya Indah tetap di Saribudolok karena maklum mereka adalah pemilik lahan pertanian yang luas di Saribudolok.

Di Pakam berdekatan dengan Tanah Karo membuat banyakketurunan Oppung Sipayung ini yang ber-afiliasi ke Sembiring namun tidak demikian dengan Bapaknya Lawei Juliaman ini,ia tetap memakai marga Sipayung agar jangan hilang hubungan dengan keluarga besar mereka yang masih berada di Saribudolok dan benar saja setelah ditelusuri makin mudah mendapati keluarga yang di Pakam ini.

Jadilah kini Indah dan Lawei Juliaman ini benar-benar abang dan adik bukan sekedar Sanina karena berasal dari Tarombo yang sama yaitu marga Sihaloho dari Soping yang kemudian berpindah jd Sipayung di Saribudolok dan kemudian satunya merantau lagi ke Pakam.

Ditulis dalam Saya dan Indah | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Maaf..Pace! Solar Habis

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 28, 2008

Tulisan di samping saya baca ketika mo mengisi bensin di SPBU Kampung Baru..tulisan itu seperti yang tertulis di samping = Maaf..Pace! Solar Habis…

Jadi intinya agar yang mau antri beli solar di SPBU tsb agar tidak mengantri dan membuat sesak antrian di SPBU.

Saya menyoroti gaya penulisannya yang terkesan gaul dan jauh dari tulisan formal yang kaku.

Pace adalah sebutan yang digunakan di Papua untuk menyebutkan Bapak,Pemuda dan Teman yang tentu saja pria karena kalo dia wanita akan digunakan kata “Mace”.

Semua orang yang tinggal di Papua pasti akan mengerti bahwa kata “pace” tersebut ditujukan pada diri mereka yang berencana untuk antri Solar.

Ditulis dalam Di Sekitar Saya | Bertanda: , , , , | 2 Komentar »

Bakso Toraja

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 27, 2008

Nama bapak penjual bakso ini tidak saya ketahui dengan pasti karena saya selalu menyapanya dengan sebutan “om” saja tanpa pakai embel-embel apa pun yang jelas kami berdua sama-sama SOLATA yaitu sama-sama Orang Toraja.

Bapak ini secara konsisten tetap berada dijalurnya yaitu jualan Bakso Toraja bahkan hidangan Bakso yang ia tawarkan berbeda dengan Bakso Jawa pada umumnya yaitu ada siomay dan gorengan khas Bakso Toraja dengan cita rasa kuah yang khas.

Dahulu waktu saya masih kecil yang berjualan bakso toraja ada 2orang namun bapak yang merupakan kompatitornya sebelumnya tersebut telah pensiun jualan bakso toraja karena telah tua dimakan oleh umur maka jadilah bapak yang ada di foto ini menjadi pemain tunggal bakso toraja di kota Sorong.

Harga jual bakso toraja selalu lebih mahal daripada bakso jawa,saat ini harga jual bakso jawa di Sorong masih dalam pasaran Rp.9000-10.000 namun bakso toraja sudah mencapai harga Rp.12.000/mangkuknya dengan takaran yang sebenarnya lebih sedkit daripada bakso jawa namun cita rasanya dijamin bakso jawa kalah daripada citarasa bakso toraja.

Semoga bapak yang saya panggil om ini dapat terus sehat dan berjualan bakso toraja dengan jumlah pelanggan yang selalu bertambah…Amien!!

Ditulis dalam Di Sekitar Saya | Bertanda: , , | 1 Komentar »

Wenny pun Ter’Ekstradisi’

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 27, 2008

Setelah tertunda berapa kali akhirnya tanggal 23 Agustus 2008 Wenny pun pulang ke Jakarta,kami istilahkan dengan “Ekstradisi” ke Jakarta.

Walaupun sebenarnya masih berat untuk kembali ke Jakarta namun terpaksa wenny harus balik karena banyak aktivitas sudah menunggunya di Jakarta baik aktivitas kuliah maupun aktivitas di gereja.

Selama 1bulan bersama kami liburan di Sorong kami sangat senang dan gembira dengan kehadiran adik bungsu kami ini di Sorong karena membawa keceriaan di dalam rumah baik dengan kecentilan dan kecupuannya..hehehe…

Yang sangat senang dengan kehadirannya tentu saja bapak kami yang selalu bercanda tawa dengan anak perempuan bungsunya ini.Mereka sering menyanyi bersama lagunya di Gebby yang misterius itu.

Namun semuanya telah berakhir dan wenny kini telah kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliahnya…

Sampai ketemu bulan Februari nanti ya wen..We Miss U Much

Ditulis dalam Pribadi | Leave a Comment »

Indah Cabut Gigi

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Agustus 27, 2008

Akhirnya Indah pun cabut gigi…kami umpamakan dengan “Eksekusi” artinya Indah sudah berhasil dieksekusi oleh Dokter Gigi Adi Wahyudin yang berpraktek di Apotik Maleo Sorong. Sebelum menikah mmg gigi geraham bagian kanan bawah itu mmg sudah busuk namun karena tidak terlalu menggangu dan kesibukan mengurus pernikahan membuat Indah bisa melupakan GIBUSnya itu namun GIBUS itu menjadi perhatian dan benar-benar sangat sakit ketika Kalsium disedot oleh janin dalam kandungan Indah. Yup,Janin kami membutuhkan banyak kalsium untuk pembentukan tulang-tulangnya membuat janin kami mengambilnya dari semua kalsium yang dimiliki oleh sang ibu,termasuk GIBUSnya Indah juga…karena rebutan kalsium membuat gigi busuk Indah pun menjadi sakit,setelah sakit maka kami putuskan agar dicabut saja karena menjelang usia kandungan 7-9bulan akan jauh lebih sakit lagi… Indah berhasil di-Eksekusi…. Akhirnya Indah pun cabut giginya

Ditulis dalam Saya dan Indah | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »