Selepas EURO 2008 maka semuanya menjadi sepi..sangatlah sepi…sepi dalam artian apa nih?yah sepi dari pelangganlah..sangat sedikit pelanggan yang datang membeli barang di tempat kami membuat pemasukan menjadi seret mana bos2 teriak-teriak minta setoran terus membuat jd berlipat-lipat stressnya..mo bayar pake apa?emangnya daun bisa diubah menjadi uang?
Saya juga kecewa dengan Falcom,mmg Falcom sebagai Perusahaan Penyedia Material TV Kabel sangat payah..perusahaan kecil yang ga punya modal dan ga tahu bisnis..gimana kita mo besarkan nama merek dagangnya apabila tidak diberikan tenggang waktu yang lebih lama untuk promosikan barangnya?
Baru mulai kasih “Pilu = Pinjaman Lunak” ke pelanggan aja eh orang-orang gajian dari Falcom itu aja udah teriak minta setoran..payah Falcom..ke laut aja mereka dengan bosnya yang bernama Faisal itu..orang kampung yang ga tahu dagang..
Belum lagi para pelanggan tetap semuanya hobby kredit membuat beban nombok membayar utang mrk menjadi semakin berat,kalo tidak dikasih kredit langsung beli di tempat lain jadi kelihatan sekali kalo mrk datang berbelanja di tempat kami karena kami memberikan kredit dan apabila tidak bisa kasih kredit maka mrk membeli secara kontan di toko lain..capek saya jadinya…
Saya menjadi ilfil apabila bertemu pelanggan-pelanggan muka kredit ini..karena capek layani permintaan kredit mrk yang bermacam-macam..
Mengikuti lagunya The Rock “Munajat Cinta” dengan sedikit modif yaitu :
TUHAN KIRIMKANLAH AKU..PELANGGAN YANG BAIK HATI..YG TAK MEMBEBANI KAMI DENGAN KREDIT
Andai aja Papi Jesus dengar doa kami…Amien!!



