Sevilla99 – www.sevilla99.wordpress.com

Tentang Papa,Mama dan Vincenzo Girsano Wong Tomarere Serta Semua Yang Terjadi Di Sekitar Kami

Arsip untuk Juli 21st, 2008

Pengalaman Ikut “Martonggo Raja”

Ditulis oleh sevilla99 di/pada Juli 21, 2008

Ini sebuah pengalaman pertama kali dalam hidup saya yaitu mengikuti yang namanya “Martonggo Raja”..

Sebagai seorang “Batak Simalungun yang dimargakan” tentu saya bingung..apa sih yang dimaksud dengan “Martonggo Raja” itu?

Siang itu ketika selepas menghadiri arisan bulanan “Punguan Silahisabungan” se-kota/kabupaten Sorong,saya lalu didekati oleh Lae Joshua,seorang marga sipayung juga seperti istri saya.Lae Joshua adalah seorang pria bermarga Sipayung selain 4 orang pria bermarga Sipayung lainnya yang beragama Kristen di Sorong.

Sosoknya yang tegas,berwibawa dan aktivis di gerejanya membuat saya yang memperistrikan wanita boru sipayung dan 4 pria bermarga sipayung lainnya menjadi segan dan menaruh hormat padanya.

Lae Joshua lalu mengatakan pada saya agar saya datang ke rumahnya nanti jam 6 petang karena ada pertemuan keluarga Sipayung se-kota Sorong (5 Keluarga) di rumahnya untuk membahas pernikahan lae saya yang lain yaitu Lae Rimbun Sipayung.

Saya lalu berpikir,apa sih peranan saya dlm pertemuan tersebut?karena saya khan bukan marga Sipayung karena saya dimargakan dulu ke Purba Girsang dan saya khan bukan asli batak,namun saya merasa harus datang karena selain segan dengan Lae Joshua,saya juga merasa senang karena dianggap saudara dari keluarga Sipayung di Sorong.

Sore itu pun saya datang tanpa istri saya Indah yang kecapekan karena kepanasan ketika perjalanan pulang selepas menghadiri Punguan Silahisabungan yang bulan ini bertempat di keluarga Lumban Raja dan istrinya boru Dolok Saribu.

Sesampainya saya di rumah Lae Joshua,seperti biasa ada Lae Sintong,Lae Eben & Lae Rimbun menyambut dengan hangat seperti saudara sendiri namun saya juga belum mengetahui apa arti kehadiran saya dlm petemuan Keluarga Sipayung di kota Sorong ini?

Seperti biasa dlm adat batak yang saya tahu yaitu sebelum berbicara atau bermusyawarah maka kita harus makan dulu..hmmm mmg enak ikan bakar yang bakar oleh Lae Rimbon bersama calon istrinya tadi ditambah sambal “colo-colo” membuat makin nyammi aja nih…setelah bercanda dan ngalor ngidul tidak karuan akhirnya pembahasan dimulai oleh Lae Joshua yang dituakan dan disegani apalagi Tulang Sipayung juga sudah datang.

Nah ketika dimulai inilah saya tahu apa gunanya saya..yaitu saya hadir sebagai wakil dari keluarga Boru Sipayung..dalam adat suatu musyawarah marga tidak bisa berjalan dengan baik apabila tidak ada kehadiran dari pihak perempuan yang bermarga tsb (boru) jadi kehadiran saya sebagai wakil dan nantinya yang akan bekerja jika adat dijalankan namun untungnya semua keluarga Sipayung mengerti posisi saya sebagai orang yang baru 6bulan di”marga”kan jd blm bisa untuk menjalani fungsi sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pernikahan.

Saya senang karena ternyata kehadiran saya ada gunanya bahkan Lae Joshua berserta semua Lae dan Nasibesan yang lain terbuka dan mau mendengar pendapat saya dari pihak Boru..

Kami mulai bermusyawarah dan membicarakan rencana pernikahan Lae Rimbun Sipayung hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 10:30 Malam,banyak yang sudah mulai mengantuk saat itu namun hasilnya juga cukup memuaskan kami semua karena nyaris tidak ada masalah dan semua sehati juga sepikir.

Setidaknya rencana nikah Lae Rimbun Sipayung telah sampai pada level 50% jadi tinggal 50% lagi kami siapkan hingga mencapai puncaknya pada tgl 16 Agustus nanti…

Waktu telah menunjukkan pukul 5.15 Sore,saya harus segera mandi karena sy harus kembali lagi menghadiri rapat keluarga Sipayung di rumah Lae Joshua kembali malam ini apalagi kami akan kedatangan para pengurus dari Punguan Silahisabungan..semoga semuanya lancar-lancar saja..

Diatei Tupa

Ditulis dalam Simalungun | Bertanda: , , , , , , | 5 Komentar »